Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PEMERINTAHAN » LEGISLATIF » Raperda Perfilman Masuk Agenda Pembahasan Legislasi DPRD DIY Tahun 2026

Raperda Perfilman Masuk Agenda Pembahasan Legislasi DPRD DIY Tahun 2026

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Yogyakarta, sebagai pusat kreativitas dan budaya di Indonesia, terus menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri film dengan perlindungan nilai-nilai lokal. Dalam konteks ini, Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pengelolaan Perfilman menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk lembaga legislatif.

Fokus Utama Pembahasan Legislasi 2026

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah menetapkan enam raperda baru yang akan dibahas pada tahun 2026. Salah satunya adalah Raperda Pengelolaan Perfilman. Penyusunan raperda ini dilakukan dengan mengacu pada pedoman dari Kementerian Dalam Negeri, serta memastikan keselarasan dengan regulasi nasional.

Raperda ini tidak hanya bertujuan untuk mengatur industri film secara lebih struktural, tetapi juga untuk melindungi karakter budaya lokal sekaligus memperkuat daya saing ekosistem film daerah. Hal ini penting mengingat Yogyakarta memiliki event film internasional seperti Jogja Netpac Asian Film Festival (JAFF), yang kini memasuki usia ke-20.

Kebutuhan Regulasi yang Mendesak

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DIY, Yuni Satia Rahayu, menyatakan bahwa kebutuhan regulasi di bidang perfilman sudah sangat mendesak. Menurutnya, perlu adanya payung hukum yang mampu menjaga identitas budaya sekaligus memberikan ruang bagi para pelaku industri kreatif untuk berkembang secara ekonomi.

“Perfilman merupakan cermin identitas. Kita ingin film-film dari Yogyakarta bisa memperkenalkan filosofi budaya kita kepada dunia, sekaligus menjadi ruang ekspresi yang inklusif dan berdaya secara ekonomi,” ujar Yuni.

Dinamika Industri Film dan Ekspektasi Masyarakat

Perkembangan teknologi digital dan meningkatnya peran ekonomi kreatif di Yogyakarta membuat industri film semakin dinamis. Para pelaku industri kreatif pun memiliki ekspektasi tinggi terhadap regulasi yang akan dibuat. Oleh karena itu, Raperda Pengelolaan Perfilman diprediksi menjadi salah satu raperda yang paling mendapat sorotan selama proses pembahasan di DPRD DIY.

Selain itu, pembentukan perda ke depan harus betul-betul dikaji dengan baik, mulai dari aspek kewenangan hingga keterkaitan dengan regulasi secara vertikal dan horizontal. Hal ini bertujuan agar regulasi dapat berjalan efektif dan tidak menimbulkan konflik dengan aturan lain yang sudah ada.

Lainnya Raperda yang Masuk Agenda

Selain Raperda Pengelolaan Perfilman, enam raperda baru yang akan dibahas meliputi:

Selain itu, program legislasi 2026 juga memuat sembilan raperda luncuran yang masih menunggu hasil fasilitasi dari Kemendagri.

Langkah Awal dalam Penyusunan Propemperda 2026

Sebelum penyusunan program legislasi 2026 dimulai, Bapemperda DPRD DIY telah melaporkan bahwa seluruh sasaran Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2025 telah diselesaikan sebelum batas waktu fasilitasi Kementerian Dalam Negeri pada 30 November 2025. Capaian ini menjadi landasan bagi DPRD DIY untuk melangkah ke penyusunan program legislasi tahun berikutnya.

Penyusunan Propemperda 2026 sendiri dilakukan dengan mengacu pada pedoman dari Kementerian Dalam Negeri, termasuk penguatan aspek kewenangan daerah serta keselarasan dengan regulasi nasional yang berlaku. Hal ini bertujuan agar setiap raperda yang disusun dapat berjalan sesuai dengan tujuan dan kebutuhan masyarakat. ***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Pesawaran Percepat Penanganan Stunting dengan Rakor TPPS: Strategi Terpadu untuk Generasi Sehat

    Pemkab Pesawaran Percepat Penanganan Stunting dengan Rakor TPPS: Strategi Terpadu untuk Generasi Sehat

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Pemkab Pesawaran Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Cegah Stunting DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kabupaten Pesawaran terus memperkuat langkah-langkah strategis dalam menangani isu stunting. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tahun 2025. Acara ini berlangsung di Balai Desa Bogorejo, Kecamatan Gedong Tataan, pada Jumat (19/9/2025). Rakor dipimpin langsung oleh […]

  • Relawan Pendowo All Out Dorong AH Thony dan Richard di Pilkada Surabaya 2024

    Relawan Pendowo All Out Dorong AH Thony dan Richard di Pilkada Surabaya 2024

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 280
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah (BACAKADA) Pilwali 2024 kurang 2 bulan lagi, tepatnya di agustus 2024. Aroma panas sudah mulai nampak. Di Surabaya, beredar puluhan baliho bergambar pasangan AH Thony dan Richard Handiwiyanto di berbagai sudut Kota. Baliho yang bertuliskan “Surabaya Maju Wayahe Wong Tulus Tampil” ini mulai muncul setelah sejumlah pamflet tersebar pada […]

  • Jusuf Kalla Prediksi Rehabilitasi Bencana Sumatra Selesai dalam 3 Tahun

    Jusuf Kalla Prediksi Rehabilitasi Bencana Sumatra Selesai dalam 3 Tahun

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 94
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Wakil Presiden RI yang ke-10 dan ke-12Jusuf Kallamengungkapkan tantangan yang dihadapi oleh Pemerintah Pusat dan Daerah dalam menghadapi dampak pasca-bencana hidrometeorologi diSumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Wakil Presiden yang ke-10 dan ke-12 memberikan penjelasan mengenai proses pemulihanakan memerlukan waktu 2-3 tahun untuk memperbaiki seluruh fasilitas yang terkena dampak, khususnya infrastruktur. Secara khusus, ia […]

  • Erick Thohir Hapus Shin Tae-yong, Siapa Pelatih Baru Timnas?

    Erick Thohir Hapus Shin Tae-yong, Siapa Pelatih Baru Timnas?

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 229
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Peluang Shin Tae-yong untuk kembali melatih timnas Indonesia tampaknya telah tertutup. Sebelumnya, nama pelatih asal Korea Selatan ini sempat muncul sebagai salah satu kandidat pengganti Patrick Kluivert di kursi pelatih timnas. Keberadaannya mendapat dukungan yang cukup besar dari masyarakat, terutama para penggemar sepak bola Tanah Air. Shin Tae-yong memiliki ikatan emosional yang kuat dengan […]

  • Disdukcapil Surabaya Eddy Christijanto

    Disdukcapil Surabaya: Pecah KK Hanya untuk Keluarga Inti Sesuai Domisili Nyata

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 814
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya (Disdukcapil Surabaya) mempertegas aturan terkait pecah Kartu Keluarga (KK). Kepala Disdukcapil, Eddy Christijanto, menegaskan bahwa pecah KK hanya bisa dilakukan oleh keluarga inti yang benar-benar tinggal di alamat tersebut. Aturan ini dinilai penting untuk menjaga ketertiban administrasi dan akurasi data kependudukan. Aturan Pecah KK Hanya untuk […]

  • Kementerian ESDM, LPG 3 Kg

    Kementerian ESDM: Regulasi Baru LPG 3 Kg Diharapkan Lebih Tepat Sasaran

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 79
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan kebijakan baru terkait penyaluran subsidi Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram. Tujuannya adalah memastikan distribusi subsidi lebih tepat sasaran, sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan bisa merasakan manfaatnya secara langsung. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menjelaskan bahwa regulasi ini bukan sekadar […]

expand_less