DIAGRAMKOTA.COM – Peristiwa kejahatan yang mengguncang warga Kabupaten Jember terjadi pada pagi hari Kamis, 22 Oktober 2026. Sebuah toko emas bernama Toko Emas Murni di Jalan Sultan Agung menjadi sasaran aksi perampokan berlatar belakang kekerasan yang melibatkan dua pelaku bersenjata tajam.
Kronologi Kejadian: Aksi Cepat dan Keras
Dalam waktu singkat, dua orang pelaku yang mengenakan masker menerobos masuk ke dalam toko dengan mengacungkan celurit. Aksi tersebut berlangsung sangat cepat dan mengejutkan para pengunjung serta staf toko. Saat itu, pemilik toko, Tan Liok Ton (71 tahun), sedang berada di dalam toko bersama anaknya, Adi Kuduma (49 tahun), yang juga turut menjalankan usaha penukaran uang di lokasi tersebut.
Keduanya langsung menjadi korban kekerasan. Tan Liok Ton mengalami luka parah di bagian kepala akibat benturan benda tajam, sementara Adi Kuduma mengalami luka sabetan di tangan dan kaki. Kedua korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soebandi Jember untuk mendapatkan perawatan intensif.
Saksi Mata: Ketakutan dan Kegaduhan yang Tidak Terlupakan
Seorang warga sekitar, Rudi, yang menjadi saksi mata, menceritakan bahwa suara gaduh terdengar dari dalam toko. “Saya langsung mendekat, tapi saat sampai, dua korban sudah tergeletak dan berdarah-darah,” ujar Rudi dengan nada gugup. Ia menambahkan bahwa para pelaku tidak ragu menggunakan ancaman senjata tajam untuk menghentikan siapa pun yang mencoba membantu.
Menurut informasi tambahan dari warga setempat, selain menjual perhiasan emas, anak pemilik toko juga menjalankan bisnis penukaran uang — sehingga nilai barang yang hilang bisa jadi sangat tinggi.
Pelarian Cepat dan Kecelakaan Nyaris Terjadi
Setelah melakukan kekerasan dan merampas harta, para pelaku melarikan diri menggunakan mobil minibus berwarna putih. Mereka kabur dengan kecepatan tinggi menuju arah Alun-Alun Jember. Dalam perjalanan, mobil tersebut nyaris menabrak rombongan anak-anak yang sedang mengikuti pawai Hari Santri, membuat warga panik dan memicu kejar-kejaran spontan.
Meski banyak warga berusaha mengejar, mobilitas tinggi dan kondisi jalan yang sempit membuat pelaku berhasil melarikan diri tanpa tertangkap.
Penanganan Polisi dan Proses Investigasi
Hingga siang hari, pihak Kepolisian Resor (Polres) Jember belum merilis keterangan resmi mengenai jumlah kerugian materiil atau identitas pelaku. Namun, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jember telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan bukti digital dari kamera pengintai (CCTV), serta menyelidiki jejak kendaraan pelaku.
Petugas juga meminta keterangan dari saksi-saksi dan mengumpulkan data dari lingkungan sekitar untuk membangun profil pelaku dan mengidentifikasi kemungkinan motif kejahatan, termasuk apakah ini merupakan aksi terencana atau hasil dari tindak kriminal acak.
Tanggapan Masyarakat dan Isu Keamanan Publik
Kejadian ini memicu gelombang keprihatinan di kalangan masyarakat Jember, terutama para pelaku usaha kecil yang menjual barang bernilai tinggi. Banyak warga menyuarakan kekhawatiran atas ketidakmampuan sistem keamanan lokal dalam mencegah kejahatan serupa, terlebih di wilayah komersial seperti Jalan Sultan Agung.
Beberapa tokoh masyarakat dan pengamat keamanan publik menyerukan peningkatan patroli rutin, pemasangan CCTV lebih luas, serta kolaborasi antara kepolisian dan warga untuk membangun lingkungan yang lebih aman.
Langkah Selanjutnya
Polisi kini tengah fokus pada analisis rekaman CCTV, pemeriksaan jalur pelarian, serta pencocokan nomor polisi mobil minibus putih yang melarikan diri. Hasil penyelidikan akan menjadi dasar bagi upaya penangkapan pelaku dalam waktu dekat.
Masyarakat diminta tetap waspada dan segera melapor jika menemukan informasi yang relevan terkait kasus ini. Semua informasi penting akan diproses secara cepat dan transparan oleh tim investigasi.














