DIAGRAMKOTA.COM – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kota Surabaya kini berjalan dengan pengawasan ketat dari Dinas Pendidikan (Dispendik). Tujuannya adalah memastikan proses tersebut berlangsung ramah dan tanpa adanya perploncoan atau kekerasan terhadap siswa.
Febrina Kusumawati, Kepala Dispendik Kota Surabaya, menyatakan bahwa pihaknya menurunkan tim supervisi secara bergiliran untuk memantau pelaksanaan MPLS di seluruh sekolah. “Kita supervisi. Jadi, semua tim kita nanti akan secara bergiliran kita tengok sekolah-sekolah yang memang melakukan MPLS hari ini,” ujarnya saat mengecek kegiatan MPLS di SMPN 19 Surabaya.
Dispendik juga membuka posko pengaduan untuk menerima keluhan dari warga terkait pelaksanaan MPLS. “Posko pusat pengaduan kita terbuka. Apapun itu enggak hanya ngomongin MPLS,” tambahnya.
Ia meminta orang tua tidak khawatir mengenai proses MPLS. Menurutnya, sekolah telah ditekankan untuk menjalankannya tanpa perpeloncoan atau aktivitas fisik berlebihan. “Kita tekankan bahwa anak-anak itu mengenal lebih dalam lagi sekolah sebelum nanti hari Senin depan anak-anak sudah betul-betul belajar full di sini,” jelas Febrina.
Selain itu, sekolah diminta fokus pada pengenalan fasilitas, metode pembelajaran, dan standar operasional prosedur. “Siapa gurunya, ruangan kelasnya di mana, Terus habis itu SOP-SOP tahapan di sini seperti apa. Kalau aku bisa kan sakit perut aku harus ke mana. Jadi, anak-anak itu diajarin seperti itu,” lanjutnya.
Febrina juga menekankan bahwa orang tua harus percaya pada sistem pendidikan. Monitoring dilakukan hingga tingkat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Berikut beberapa poin penting dalam pelaksanaan MPLS:
- Pengawasan ketat oleh tim supervisi dari Dispendik
- Posko pengaduan terbuka untuk menerima keluhan
- Tidak ada perploncoan atau kekerasan terhadap siswa
- Fokus pada pengenalan fasilitas dan SOP di sekolah
- Orang tua diminta percaya pada sistem pendidikan
Dengan langkah-langkah ini, Dispendik Surabaya berharap MPLS dapat menjadi momen yang positif bagi siswa, sekaligus memberi rasa aman dan nyaman bagi para orang tua.***




















