Utsawa Dharma Gita 2026 Surabaya Perkuat Karakter Generasi Muda Hindu dan Literasi Ekoteologi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 15 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pemerintah Kota Surabaya membuka Utsawa Dharma Gita 2026 (UDG) Kota Surabaya yang diikuti 184 peserta di Pura Segara Kenjeran. Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan generasi muda Hindu melalui pendalaman ajaran Weda, pelestarian sastra dan budaya Hindu, serta penguatan literasi ekoteologi untuk mewujudkan harmonisasi kehidupan antara manusia, alam, dan Tuhan.
Pemkot Surabaya Dorong Generasi Muda Hindu Berkarakter dan Berbudaya
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menggelar Utsawa Dharma Gita (UDG) Kota Surabaya 2026 sebagai upaya memperkuat karakter generasi muda Hindu sekaligus melestarikan sastra, seni, dan budaya keagamaan Hindu yang diwariskan secara turun-temurun.
Kegiatan yang berlangsung di Wantilan Agung Dewa Ruci, Pura Segara Kenjeran, Minggu (14/6/2026), diikuti sebanyak 184 peserta dan mengangkat tema “Samawacana Sarwa Bhawa Ekatwa: Penguatan Literasi Ekoteologi Menuju Harmonisasi Kehidupan.”
Tema tersebut menegaskan pentingnya kesadaran bahwa manusia, alam semesta, dan Tuhan merupakan satu kesatuan yang saling terhubung dan harus dijaga keseimbangannya demi keberlangsungan kehidupan yang harmonis.
UDG Jadi Sarana Memahami Nilai Luhur Kitab Suci Weda
Mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Pemkot Surabaya, Dedik Irianto, menegaskan bahwa Utsawa Dharma Gita bukan hanya kompetisi keagamaan, melainkan wadah pembinaan dan penguatan pemahaman nilai-nilai luhur dalam Kitab Suci Weda.
“Utsawa Dharma Gita bertujuan meningkatkan pemahaman terhadap nilai-nilai luhur dalam Kitab Suci Weda, melestarikan seni budaya dan sastra adiluhung bangsa, serta memperkuat harmonisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” kata Dedik.
Menurutnya, nilai-nilai Dharma Gita memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, sikap toleran, dan kepedulian sosial yang tinggi.
Dedik menjelaskan bahwa pemahaman agama yang baik akan menghadirkan ketenteraman dalam kehidupan beribadah sekaligus memperkuat kerukunan dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Umat beragama yang memiliki pemahaman kuat terhadap ajaran agamanya akan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah maupun bangsa. Semangat inilah yang ingin terus kita tumbuhkan bersama,” ujarnya.
Selaras dengan Visi Surabaya sebagai Kota Dunia
Pemkot Surabaya menilai penyelenggaraan Utsawa Dharma Gita sejalan dengan visi pembangunan Kota Surabaya sebagai kota dunia yang maju, humanis, dan berkelanjutan.
Karena itu, kegiatan ini diharapkan mampu mencetak generasi muda Hindu yang tangguh, berdaya saing, serta siap menjadi bagian dari pembangunan kota dan bangsa.
“Mari jadikan Utsawa Dharma Gita sebagai sarana memperkuat literasi keagamaan, meningkatkan toleransi, serta menumbuhkan semangat gotong royong. Semoga kegiatan ini mampu mengarahkan generasi muda pada aktivitas yang positif dan produktif,” tutur Dedik.
Selain itu, Pemkot Surabaya juga mengapresiasi meningkatnya jumlah peserta pada penyelenggaraan tahun ini. Peningkatan tersebut menunjukkan tingginya minat generasi muda Hindu untuk mempelajari, melestarikan, dan mengamalkan ajaran agama serta budaya leluhur.
“Utsawa Dharma Gita merupakan ajang berjenjang dari tingkat kota hingga nasional. Kami berharap peserta terbaik Surabaya dapat terus berprestasi dan mengharumkan nama kota di tingkat yang lebih tinggi,” terangnya.
Diikuti 184 Peserta dalam 10 Cabang Lomba
Ketua Panitia Utsawa Dharma Gita 2026, Kolonel (Purn) I Made Sueca, mengungkapkan bahwa tingginya partisipasi peserta menjadi indikator positif bagi keberlanjutan pembinaan generasi muda Hindu di Kota Pahlawan.
“Tahun ini tercatat sebanyak 184 peserta mengikuti 10 cabang lomba utama. Ini menjadi bukti bahwa generasi muda Hindu Surabaya semakin antusias mempelajari, melestarikan, dan mengembangkan Dharma Gita,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Utsawa Dharma Gita menjadi wadah pembinaan umat Hindu melalui pendalaman ajaran Weda sekaligus pelestarian seni, sastra, dan budaya Hindu.
Adapun cabang lomba yang dipertandingkan meliputi membaca sloka, palawakya, kakawin, nyanyian keagamaan Hindu, dharmawacana berbahasa Indonesia dan Inggris, dharmawiwada atau debat keagamaan Hindu, menghafal sloka, dharmacarita, hingga tembang macapat.
“Para peserta terbaik nantinya akan mendapatkan pembinaan untuk mewakili Kota Surabaya pada Utsawa Dharma Gita tingkat Provinsi Jawa Timur. Selanjutnya, mereka berpeluang melaju ke tingkat nasional dan membawa nama Surabaya di ajang yang lebih tinggi,” jelasnya.
Dukungan Pemkot Surabaya Perkuat Pembinaan Generasi Muda Hindu
I Made Sueca menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan Utsawa Dharma Gita 2026.
Menurutnya, perhatian Pemkot Surabaya terhadap pembinaan generasi muda dan pengembangan kehidupan keagamaan menjadi motivasi tersendiri bagi umat Hindu untuk terus menghadirkan kegiatan positif.
“Perhatian Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi terhadap pembinaan generasi muda dan pengembangan kehidupan keagamaan menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan kegiatan positif bagi umat Hindu. Karena itu, kami menyampaikan terima kasih kepada beliau dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Utsawa Dharma Gita 2026,” ungkapnya.
LPDG: UDG Bukan Sekadar Lomba, tetapi Pembinaan Karakter
Ketua Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) Kota Surabaya, I Nyoman Sukantra, menegaskan bahwa Utsawa Dharma Gita memiliki peran strategis dalam mengembangkan potensi generasi muda sekaligus menanamkan nilai-nilai kebajikan.
“Melalui kegiatan ini, kita dapat melihat dan mengembangkan potensi generasi muda dalam memahami, menghayati, serta melestarikan ajaran agama Hindu. Lebih dari sekadar perlombaan, Utsawa Dharma Gita adalah sarana pembinaan karakter,” kata Sukantra.
Ia berharap kegiatan ini terus melahirkan generasi muda Hindu yang cerdas, berkarakter, berbudi luhur, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
“Melalui Dharma Gita dan pendalaman ajaran Weda, generasi muda dibentuk menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, mencintai budaya bangsa, serta memiliki komitmen kuat menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.***

>
