Wali Kota Eri Cahyadi Dorong Budaya sebagai Solusi untuk Tekan Kemiskinan di Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Budaya tidak hanya menjadi identitas suatu daerah, tetapi juga bisa menjadi alat efektif dalam mengurangi angka kemiskinan. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, saat ia resmi menyerahkan SK Dewan Kebudayaan Surabaya (DKS) periode 2026-2029. Pembentukan DKS ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari UU Nomor 5 Tahun 2017 dan Permendikbud Nomor 45 Tahun 2018.
Dalam sambutannya, Eri menyatakan bahwa pemerintah kota berkomitmen memperkuat peran budaya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi warga. Ia menekankan pentingnya penggunaan ruang publik seperti Balai Pemuda, Balai Kota, taman kota, dan Surabaya Expo Center (SUBEC) sebagai panggung bagi seniman dan budayawan lokal.
“Balai Budaya jangan disewakan secara komersial jika yang tampil adalah seniman dan budayawan Surabaya. Cukup jaga kebersihan, dan dengan begitu ekonomi akan bergerak,” ujar Eri.
Budaya sebagai Bentuk Karakter Masyarakat
Eri menegaskan bahwa budaya bukan hanya tentang kesenian, tetapi juga berkaitan erat dengan pembentukan karakter masyarakat. Ia menilai bahwa melalui DKS, masyarakat Surabaya dapat memiliki akar budaya yang kuat.
“Budaya itu luas, termasuk kesenian. Dengan memperkuat budaya, kita bisa membentuk karakter anak cucu kita agar lebih percaya diri dan sadar akan identitasnya,” kata Eri.
Inovasi dalam Pengembangan Budaya Lokal
Salah satu strategi yang dicanangkan oleh Eri adalah kolaborasi antara budaya tradisional dengan bentuk hiburan modern. Misalnya, menggabungkan unsur ludruk khas Cak Kartolo dengan konsep stand up comedy.
“Jika stand up comedy digabungkan dengan ilmu perludrukan Cak Kartolo, itu luar biasa dan menarik. Tujuannya agar generasi muda Surabaya tidak lupa pada identitas kesenian kotanya seperti Remo, Ludruk, dan Srimulat,” tambahnya.
Peran Dewan Kebudayaan dalam Memajukan Identitas Arek Suroboyo
Eri menilai bahwa Dewan Kebudayaan harus menjadi mitra strategis dalam memperkenalkan identitas Surabaya di tingkat nasional maupun internasional. Ia meminta DKS segera mengaktifkan ruang-ruang publik dengan pertunjukan seni rutin setiap akhir pekan.
“Saya minta minggu depan, setiap Jumat malam, Sabtu malam, dan Minggu malam, Balai Pemuda dan tempat-tempat lainnya sudah ada tampilan budaya. Kita gerakkan ini supaya budaya jalan, seni jalan, dan ekonomi warga juga ikut bergerak,” tegas Eri.
Pemetaan Potensi Budaya di Surabaya
Ketua Dewan Kebudayaan Surabaya periode 2026-2029, Heti Palestina Yunani, menjelaskan bahwa langkah awal yang akan dilakukan adalah memetakan seluruh potensi budaya di Surabaya. Menurutnya, kebudayaan tidak hanya terbatas pada seni pertunjukan, tetapi juga mencakup ritus, adat istiadat, teknologi tradisional, hingga permainan rakyat.
“Kami akan mengidentifikasi potensinya agar gerak DKS bisa dirasakan sampai tingkat kelurahan, bukan hanya oleh kalangan seniman,” ujar Heti.
Pengembangan Aksara Jawa dan Ludruk yang Relevan
Heti menambahkan bahwa DKS akan mengedepankan pendekatan berbasis riset dalam menentukan arah pengembangan budaya. Ini termasuk pengembangan aksara Jawa hingga pemetaan bentuk ludruk yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Kami tidak hanya bicara tentang penyelenggaraan event, tapi apa yang ada di balik penampilan tersebut. Apakah Ludruk yang ditampilkan sudah sesuai dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akarnya,” jelasnya.
Mendorong Regenerasi Seniman Senior
Selain itu, Heti membidik keterlibatan seniman senior untuk naik kelas menjadi pemikir dan mentor di dalam lingkup seniman lintas generasi.
“Sudah waktunya para senior memikirkan regenerasi. Kami akan mengajak mereka berkolaborasi dalam workshop, pelatihan, hingga kemungkinan mendirikan sekolah budaya agar transfer pengetahuan tidak terputus,” pungkasnya.
Dengan strategi ini, Dewan Kebudayaan optimistis dapat menjawab tantangan Wali Kota Eri untuk menghidupkan kembali nyawa kebudayaan Surabaya sekaligus memastikan warisan budaya tersebut dipahami dan dimiliki oleh generasi muda.***
- Penulis: Diagram Kota

>
>

Saat ini belum ada komentar