Kerja Sama Konservasi Internasional: Komodo Dipinjamkan ke Jepang untuk Pembiakan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 15 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kebun Binatang Surabaya (KBS) kini menjalin kerja sama penting dengan lembaga konservasi internasional iZoo Shizuoka, Jepang. Proses ini dilakukan melalui skema breeding loan, yaitu peminjaman komodo (Varanus komodoensis) untuk tujuan pembiakan dan pelestarian satwa langka. Dengan durasi lima tahun, kerja sama ini menunjukkan upaya kolaboratif antara Indonesia dan Jepang dalam menjaga keberlanjutan ekosistem dan keanekaragaman hayati.
Tujuan Utama: Pelestarian dan Pembiakan Komodo
Komodo adalah satwa endemik yang tergolong langka dan dilindungi. KBS telah memiliki pengalaman sukses dalam mengembangbiakkan spesies ini, sehingga menjadi alasan utama bagi pihak Jepang untuk mengajukan kerja sama. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa fokus utama dari kesepakatan ini adalah peminjaman komodo untuk proses pembiakan, bukan pertukaran permanen.
“Karena kita berhasil dalam mengembangbiakan komodo, maka di Jepang itu karena binatang terbesar reptil, mereka meminta kita untuk meminjamkan komodo,” ujar Eri.
Seluruh proses akan diawasi secara ketat oleh kedua belah pihak. Satwa yang dipinjamkan akan tetap menjadi aset negara Indonesia dan akan dikembalikan setelah masa lima tahun berakhir. “Jadi nanti satwa kita komodo yang ada di Jepang akan sama-sama kita pantau. Jika ada yang mungkin sakit, bisa ditarik kembali,” tambahnya.
Dampak pada Sektor Pariwisata
Selain tujuan konservasi, kerja sama ini juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata. Eri meyakini bahwa kehadiran komodo di Jepang serta rencana kehadiran satwa baru di KBS akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
“Saya ingin merahasiakan dulu sampai binatangnya datang. Jadi itu menjadi surprise-nya untuk orang Surabaya karena warnanya merah. Bukan reptil tapi mamalia,” ungkapnya.
Persiapan Fasilitas yang Mumpuni
Direktur Operasional Perumda KBS Nurika Widyasanti menjelaskan bahwa dua ekor komodo yang akan dikirim ke Jepang telah melalui kajian mendalam agar tidak mengganggu proses pembiakan internal. Satwa yang dipilih pun berusia produktif, antara 8 hingga 12 tahun.
“Pak Direktur dan Pak Menteri sudah melakukan ya, ibaratnya cek sarana prasarana sebelum menyetujui peminjaman tersebut. Jadi, beliau sudah sampai ke Jepang, tahu sarana prasarana di sana, sudah ada pengatur suhu, dan lain sebagainya,” jelasnya.
Fasilitas di iZoo Shizuoka disebut telah dirancang sesuai dengan habitat asli komodo, termasuk pengaturan suhu dan lingkungan yang mendukung kesehatan satwa. Seluruh proses penyiapan dilakukan melalui inspeksi ketat oleh pemerintah melalui Kementerian Kehutanan RI.
Legalitas dan Keberlangsungan
Pihak iZoo Jepang menegaskan bahwa komodo yang dipinjamkan tetap menjadi aset negara Indonesia. Meskipun nantinya komodo beranak di Jepang, keturunan tersebut tetap menjadi milik Indonesia dan tidak akan dibawa ke luar tanpa izin.
“Intinya dari MoU itu kesepakatan cuma peminjaman saja, meskipun nanti di sana itu (komodo) beranak, tetap itu punya Indonesia, tidak akan ke mana-mana tanpa izin Indonesia,” tegas Director of iZoo Japan Tsuyoshi Shirawa.
Proses Administrasi dan Tantangan Iklim
Saat ini, proses keberangkatan komodo menuju Shizuoka tinggal menunggu finalisasi izin administrasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Proses ini mengacu pada UU 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya juncto PP 8/1999. Proses tersebut diprediksi akan rampung dalam satu hingga dua bulan ke depan.
Meski iklim Indonesia dan Jepang berbeda, manajemen KBS memastikan bahwa fasilitas di iZoo telah dirancang sesuai kebutuhan komodo. Pengaturan suhu dan lingkungan yang optimal telah disiapkan untuk menjaga kesehatan satwa selama masa peminjaman.***

>

Saat ini belum ada komentar