DPRD Surabaya Dorong Ekonomi Kreatif Perempuan Melalui Pelatihan Ecoprint
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya menjadi pusat perhatian dalam upaya penguatan ekonomi kreatif berbasis komunitas. Dalam rangka memperkuat partisipasi perempuan, Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni menginisiasi pelatihan ecoprint yang bertema “Merajut Asa dan Kemandirian Perempuan” bersama organisasi Ibu Semangat Indonesia Kuat (ISiK). Pelatihan ini menawarkan kesempatan bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha mandiri.
Ecoprint sebagai Solusi Kreatif dan Berkelanjutan
Ecoprint, teknik mencetak motif pada kain menggunakan bahan alami seperti daun dan bunga, tidak hanya menjadi bentuk seni tetapi juga menjawab kebutuhan akan produk ramah lingkungan. Menurut Arif Fathoni, pelatihan ini memberikan akses penting bagi masyarakat, terutama perempuan, untuk mengembangkan potensi ekonomi mereka. “Pelatihan berbasis keterampilan seperti ecoprint tidak hanya membangun kreativitas, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk penguatan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Peran Perempuan dalam Ekonomi Kreatif
Arif menekankan bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam pertumbuhan ekonomi kreatif. Dengan adanya pelatihan, diharapkan muncul komunitas yang lebih kuat dan mandiri. Ia menyatakan kesiapan pihaknya untuk membantu memfasilitasi pengembangan kegiatan serupa di berbagai wilayah lain. “Mudah-mudahan nanti bisa di Surabaya pusat, barat, selatan sehingga ibu-ibu Kota Surabaya ini bisa menjadi instrumen pembangunan kesejahteraan masyarakat Surabaya,” tambahnya.
Membangun Jaringan dan Solidaritas
Selain sebagai ruang belajar keterampilan, kegiatan ini juga menjadi wadah memperkuat jejaring dan solidaritas antar perempuan. Peserta tampak antusias dalam mempelajari teknik ecoprint, yang dianggap memiliki potensi besar dalam tren produk berbasis eco lifestyle.
Tantangan dan Peluang
Ketua ISiK Prita Eksimaningrum menjelaskan bahwa tema “Merajut Asa dan Kemandirian Perempuan” dipilih untuk meningkatkan kepercayaan diri perempuan dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif. “Di tengah berkembangnya tren produk berbasis eco lifestyle, ecoprint dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu produk kreatif bernilai ekonomi yang dapat berkembang di Surabaya,” katanya.
Langkah Selanjutnya
Pemerintah setempat berkomitmen untuk mempermudah proses izin usaha bagi pelaku ekonomi kreatif. Dengan dukungan dari berbagai instansi, diharapkan kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan dan menjadi contoh sukses dalam pemberdayaan masyarakat.
Ecoprint menjadi bukti nyata bahwa kreativitas dan keberlanjutan dapat bersatu dalam sebuah inisiatif. Dengan pendekatan yang tepat, pelatihan seperti ini tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga membangun fondasi untuk masa depan yang lebih baik.***

>
>

Saat ini belum ada komentar