Penyelesaian Konflik antara Casbar dan Warga Pondok Nirwana
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Manajemen tempat hiburan malam Casbar di Surabaya mengklaim telah melakukan berbagai langkah untuk menangani keluhan warga terkait kebisingan dan jam operasional yang mengganggu. Sebelumnya, warga sekitar kawasan Pondok Nirwana melakukan demonstrasi karena merasa terganggu oleh suara dari bar tersebut.
Upaya Mediasi dan Kompensasi
Tim Legal Casbar, Mulyanto Wijaya, menjelaskan bahwa pihaknya telah beberapa kali melakukan upaya mediasi dengan warga setempat. Salah satu warga yang terdampak juga diberikan kompensasi sebesar Rp 12 juta sebagai biaya perbaikan kerusakan pada area bangunan rumah mereka. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab manajemen terhadap dampak yang muncul akibat aktivitas Casbar.
Selain itu, pihak Casbar juga telah memperkuat sistem peredam kebisingan di seluruh bagian bangunan, termasuk atap gedung. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan gangguan suara yang bisa terdengar oleh warga sekitar. Mulyanto menyatakan bahwa manajemen Casbar bersedia melakukan tes kebisingan jika diperlukan, tetapi warga menolak tawaran tersebut.
Peredam Suara yang Telah Diterapkan
Shandy Reppy, Humas Casbar, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi dentuman maupun suara yang keluar dari bar tersebut. Contohnya adalah pengurangan subwoofer dan penambahan peredam suara di berbagai titik bangunan. Menurut Shandy, jarak antara bangunan Casbar dengan rumah warga sekitar tidak terlalu jauh, yaitu sekitar lima meter. Namun, dalam setiap ruangan, pihak Casbar memastikan adanya peredam suara dengan ketebalan sekitar 20 sentimeter.
Pihak Casbar juga pernah memberikan kompensasi kepada warga pada Oktober 2025. Selain itu, mereka menawarkan pemasangan peredam suara gratis bagi warga yang rumahnya terdampak, dengan biaya ditanggung sepenuhnya oleh Casbar.
Tanggapan dari Warga
Meskipun demikian, warga masih merasa tidak puas dengan upaya yang dilakukan oleh Casbar. Mereka tetap mempertanyakan efektivitas peredam suara dan keberlanjutan dari langkah-langkah yang diambil. Beberapa warga bahkan menilai bahwa upaya yang dilakukan oleh Casbar belum cukup untuk mengatasi masalah kebisingan yang terus terjadi.
Tantangan dalam Berkomunikasi
Mulyanto menyatakan bahwa kesulitan utama yang dihadapi adalah kurangnya respons positif dari warga terhadap upaya-upaya yang dilakukan oleh Casbar. Ia menilai bahwa warga tidak secara aktif mendengarkan atau merespons usaha perbaikan yang dilakukan oleh manajemen. Hal ini membuat proses mediasi menjadi lebih sulit.
Solusi Jangka Panjang
Dalam rangka mencari solusi jangka panjang, pihak Casbar berharap dapat bekerja sama dengan warga untuk menciptakan lingkungan yang nyaman bagi semua pihak. Mereka berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem peredam suara dan meningkatkan komunikasi dengan masyarakat sekitar. Dengan demikian, harapan besar adalah terciptanya harmoni antara aktivitas bisnis Casbar dan kebutuhan masyarakat setempat.***

>

Saat ini belum ada komentar