Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Kebijakan Adminduk Surabaya: Mengatasi Keterlambatan Nafkah Pasca-Cerai

Kebijakan Adminduk Surabaya: Mengatasi Keterlambatan Nafkah Pasca-Cerai

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah mengambil langkah signifikan dalam upaya melindungi hak perempuan dan anak yang menjadi korban perceraian. Melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), pihak berwenang mengintegrasikan sistem layanan kependudukan dengan data Pengadilan Agama (PA) untuk memastikan mantan suami menjalankan kewajiban menafkahi mantan istri dan anaknya. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap banyaknya kasus ayah yang tidak memenuhi kewajibannya pasca-perceraian.

Berdasarkan data yang dirangkum oleh Surabaya.go.id pada 30 Mei 2026, tercatat sebanyak 8.180 mantan suami yang tidak memenuhi kewajiban memberikan nafkah pasca-perceraian. Dalam rincian tersebut, terdapat 4.701 perkara nafkah anak yang belum terselesaikan, 5.161 perkara nafkah iddah yang masih dalam proses, dan 6.665 perkara nafkah mut’ah yang belum tuntas. Angka-angka ini menunjukkan tingginya jumlah kasus yang terjadi, sehingga memicu kebijakan yang lebih tegas.

Sistem Layanan Kependudukan yang Terintegrasi

Pemkot Surabaya melalui kepala dinas kependudukannya menjelaskan bahwa layanan adminduk tidak “diblokir total”, tetapi sistem memberi “notice” dan permohonan tidak dilanjutkan sampai kewajiban dipenuhi dan dilaporkan ke Pengadilan Agama. Hal ini bertujuan untuk memaksa mantan suami memenuhi kewajibannya secara hukum dan etis.

Namun, dampak psikologis dari kebijakan ini juga patut diperhatikan. Dari sudut psikologi keluarga, angka-angka tersebut menunjukkan konflik privat antar pasangan yang sangat tinggi dan dapat berdampak pada anak. Murray Bowen (1950) dalam Family Systems Theory menjelaskan bahwa keluarga merupakan satu kesatuan emosional, meskipun pasangan sudah resmi bercerai. Oleh karena itu, ketika ayah mangkir dari kewajiban nafkah, dampaknya tidak hanya terasa pada mantan istri sebagai pihak yang dirugikan secara ekonomi, tetapi juga pada anak.

Dampak Psikologis pada Anak

Anak bisa merasakan ketidakstabilan dan ketidakpastian akibat keterlambatan nafkah. Rasa tidak aman, stres rumah tangga, serta potensi perubahan pola attachment mungkin terjadi. Anak bisa menangkap pesan bahwa figur ayah tidak lagi hadir sebagai sumber perlindungan dan tanggung jawab. Dalam situasi seperti ini, luka yang muncul bukan hanya ekonomi, tetapi juga psikologis.

Dari sudut co-parenting, persoalan ini semakin kompleks. Co-parenting yang sehat menuntut adanya tanggung jawab yang konsisten dan komunikasi yang fungsional antara kedua orang tua. Ketika ayah tidak membayar nafkah, maka co-parenting kehilangan fondasi dasarnya, yaitu reliability dan trust. Ibu akan lebih mudah mengalami kelelahan emosional, kemarahan, dan rasa diperlakukan tidak adil. Ayah, di sisi lain, bisa semakin defensif, apalagi jika sanksi administratif dipersepsikan sebagai penghukuman yang mempermalukan.

Tantangan dalam Pengasuhan Bersama

Akibatnya, fokus pengasuhan mudah bergeser menjadi konflik antardewasa. Dalam situasi seperti ini, anak sering menjadi penonton sekaligus korban. Mereka hidup dalam atmosfer ketegangan, dan itu bisa mengganggu rasa aman, regulasi emosi, dan penyesuaian sosialnya. Dengan demikian, kebijakan ini memang bisa memaksa kepatuhan finansial, tetapi belum tentu otomatis memperbaiki kualitas kerja sama dalam pengasuhan.***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seminar Persatuan Relawan Indonesia Mendukung Program Pemerintah Makan Bergizi Gratis Di Gedung RRI Jakarta

    Seminar Persatuan Relawan Indonesia Mendukung Program Pemerintah Makan Bergizi Gratis Di Gedung RRI Jakarta

    • calendar_month Minggu, 12 Jan 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 398
    • 0Komentar

    DIAGRAM.COM – Seminar Persatuan Relawan Indonesia Mendukung Program Pemerintah Makan Bergizi Gratis Di Gedung RRI Jakarta Hajirin Siregar Minggu, 12 Januari 2025 | 05:14 WIB Mendukung Program Pemerintah makan gratis Mendukung Program Pemerintah makan gratis Pelaksanaan program makan bergizi gratis dimulai hari ini, Senin, 6 Januari 2025. Salah satu sasaran penerima makan bergizi gratis di […]

  • Rosnati Syech, Elly Rumengan, dr. Listiawati, Babak Baru Lakon Rusli Bintang

    Rosnati Syech, Elly Rumengan, dr. Listiawati, Babak Baru Lakon Rusli Bintang

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 441
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM –  Konflik internal di Universitas Malahayati kembali mencuat ke permukaan, kali ini menyeret nama-nama dalam lingkaran pribadi sang pendiri, pengusaha Rusli Bintang. Perseteruan ini diduga dipicu oleh dinamika rumah tangga Rusli Bintang yang disebut memiliki lebih dari satu istri, dan kini mencuat nama baru dr. Listiawati yang dikabarkan sebagai istri ketiga. Seorang narasumber yang […]

  • Jadwal Pelayaran Kapal ASDP di Aceh Singkil Mulai 1 hingga 17 Mei 2026

    Jadwal Pelayaran Kapal ASDP di Aceh Singkil Mulai 1 hingga 17 Mei 2026

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 73
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Rute pelayaran yang tersedia di wilayah Aceh Singkil mencakup beberapa jalur penting yang menghubungkan kota dan pulau-pulau sekitar. Rute tersebut meliputi Sinabang ke Labuhan Haji dan sebaliknya, Singkil ke Sinabang dan sebaliknya, Pulau Banyak ke Sinabang dan sebaliknya, Singkil ke Pulau Banyak dan sebaliknya, serta Sinabang ke Calang dan sebaliknya. Jasa pelayaran ini dilayani […]

  • Video Viral! Anggota DPRD Gorontalo Sebut “Rampok Uang Negara Biar Miskin”

    Video Viral! Anggota DPRD Gorontalo Sebut “Rampok Uang Negara Biar Miskin”

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Anggota DPRD Gorontalo Jadi Sorotan Setelah Video Viral DIAGRAMKOTA.COM – Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, Wahyudin Moridu, kini menjadi pusat perhatian setelah videonya menyebar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, politikus Partai PDI Perjuangan ini terlihat membuat pernyataan yang dinilai kontroversial terkait penggunaan dana negara. Video berdurasi singkat itu menampilkan Wahyudin sedang […]

  • 5 Weton Dermawan yang Bebas Hutang, Dihujani Rezeki dan Ketenangan Hidup

    5 Weton Dermawan yang Bebas Hutang, Dihujani Rezeki dan Ketenangan Hidup

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Filosofi Kehidupan Jawa: Keberkahan yang Datang dari Sifat Loman DIAGRAMKOTA.COM – Dalam kearifan lokal Jawa, keberhasilan dan kelimpahan rezeki seseorang tidak hanya berasal dari usaha duniawi. Ada aspek spiritual yang juga berperan penting, terutama melalui sifat-sifat luhur seperti “loman”. Loman mengacu pada sikap murah hati, dermawan, serta kesediaan untuk membantu orang lain tanpa pamrih. Orang dengan […]

  • Eri Cahyadi Pemerintah Kota Surabay

    Pintu Moroseneng Terkunci, Isu Setoran Masih Terbuka? – Eri Cahyadi Bantah Ada Pungli

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 271
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Di saat Pemerintah Kota Surabaya gencar membersihkan wajah kota dari praktik prostitusi, aroma gosip bawahan Eri Cahyadi justru menyelinap di balik pagar tertutup eks lokalisasi Moroseneng, Benowo. Dua orang yang diduga mucikari ditangkap Polrestabes Surabaya pada Minggu dini hari (12/10/2025), namun isu liar ikut beredar: benarkah masih ada “setoran” ke oknum di bawah? […]

expand_less