26 Bus ke Asrama Haji Surabaya, Persiapan Keberangkatan Calon Jemaah Haji Situbondo Tahun 2026
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 22 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, tengah mempersiapkan keberangkatan calon jemaah haji untuk tahun 2026. Sebanyak 997 orang calon haji akan diberangkatkan dari dua titik, yaitu Pendopo Kabupaten Situbondo dan Pendopo Pate Alos Besuki. Proses pemberangkatan dilakukan dengan menggunakan 26 unit bus yang terdiri dari 24 bus utama dan dua bus cadangan.
Fasilitas Transportasi untuk Calon Jemaah Haji
Kepala Bagian Kesra Pemkab Situbondo, Iwan Subhakti, menjelaskan bahwa transportasi ini merupakan bagian dari persiapan keberangkatan yang telah direncanakan secara matang. “Hari ini kami rapat koordinasi persiapan keberangkatan jemaah calon haji bersama Kementerian Haji dan Umrah, Komisi IV DPRD Situbondo, serta pemangku kepentingan lainnya,” ujarnya.
Pemkab Situbondo juga menyiapkan rute dan jadwal yang telah dipastikan agar proses pemberangkatan berjalan lancar. Setiap calon jemaah akan diangkut sesuai dengan kelompok terbang (kloter) masing-masing.
Jadwal Keberangkatan dan Pelepasan Seremonial
Keberangkatan calon jemaah haji rencananya akan dilakukan pada 14 Mei 2026. Sebelumnya, pada tanggal 7 Mei 2026, akan digelar pelepasan seremonial oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wakil Bupati Ulfiyah.
Iwan Subhakti menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan semangat dan dukungan kepada para calon jemaah sebelum melakukan perjalanan ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
Pembagian Kelompok Terbang
Calon jemaah haji Situbondo akan dibagi dalam empat kloter, yaitu kloter 87, 88, 89, dan kloter 90.
- Kloter 88 dan 89 terdiri sepenuhnya dari jemaah asal Situbondo.
- Kloter 87 menggabungkan jemaah dari Bondowoso.
- Kloter 90 mencakup jemaah dari Kabupaten Jember.
Pembagian ini dilakukan untuk memastikan pengaturan yang lebih efisien dan aman selama proses pemberangkatan.
Perubahan Jumlah Calon Jemaah
Menurut Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Situbondo, Rif’an Junaidi, jumlah calon jemaah haji awalnya adalah 998 orang. Namun, satu orang di antaranya meninggal dunia, sehingga jumlah akhir menjadi 997 orang.
“Kami tetap memastikan bahwa semua persiapan berjalan dengan baik, termasuk dalam hal administrasi dan logistik,” ujarnya.
Pentingnya Persiapan dan Koordinasi
Koordinasi antara pemerintah daerah, lembaga haji, dan instansi terkait sangat penting dalam memastikan keberhasilan pelaksanaan ibadah haji. Dengan adanya fasilitas transportasi yang memadai dan penjadwalan yang tepat, calon jemaah dapat merasa nyaman dan tenang saat menjalani proses pemberangkatan.
Selain itu, kehadiran para pemangku kepentingan dalam rapat koordinasi menunjukkan komitmen bersama untuk menyelenggarakan ibadah haji yang lancar dan berkualitas.***

>

Saat ini belum ada komentar