Ratusan Mitra Berkumpul, Asosiasi MBG Indonesia Targetkan Dampak Ekonomi Nasional Meningkat
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Asosiasi MBG Indonesia
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Momentum Idulfitri dimanfaatkan Asosiasi MBG Indonesia untuk memperkuat soliditas organisasi melalui kegiatan Halal Bihalal yang digelar di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya, Senin (6/4/2026).
Tak sekadar ajang silaturahmi, kegiatan ini juga dikemas dalam talkshow strategis bertajuk Sinergi Peran untuk Evaluasi dan Mensukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Halal Bihalal Jadi Momentum Konsolidasi Asosiasi MBG
Acara berlangsung hangat namun tetap formal, dengan kehadiran koordinator wilayah dari 38 kabupaten/kota serta sekitar 150 mitra pemilik dapur MBG. Kehadiran mereka menjadi bukti kuatnya komitmen bersama dalam mengawal program nasional tersebut.
Ketua Panitia yang juga Bendahara Asosiasi MBG Indonesia, Hj Indah, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan forum konsolidasi gagasan dan energi positif.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh mitra dari berbagai daerah agar semakin sinkron dalam menyukseskan program MBG secara berkelanjutan,” ujarnya.
150 Mitra Dapur dan 38 Korwil Hadir Perkuat Soliditas
Soliditas organisasi semakin terlihat dari antusiasme peserta yang hadir dari berbagai daerah. Kolaborasi lintas wilayah ini diharapkan mampu memperkuat jaringan distribusi dan kualitas layanan program MBG di lapangan.
Target Ambisius: Kontribusi 1 Persen ke Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Ketua Asosiasi MBG Indonesia, M Turino Junaedy, menekankan pentingnya peran asosiasi sebagai jembatan antara mitra dan pemangku kepentingan.
Ia menyebut program Makan Bergizi Gratis memiliki dampak luas, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga mendorong pemerataan ekonomi berbasis pemberdayaan dapur lokal.
“Kami menargetkan Asosiasi MBG dapat berkontribusi sebesar 1 persen terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Kunci utamanya adalah kolaborasi kuat antara yayasan dan mitra dalam menghadirkan menu berkualitas melalui pengelolaan dapur profesional,” tegasnya.
Pengawasan Ketat BGN, Kualitas Gizi Jadi Prioritas
Dari sisi pengawasan, pemerintah turut memberikan perhatian serius. Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), Letjen TNI (Purn) Dadang Hendrayudha, yang hadir secara daring mengingatkan pentingnya menjaga kualitas dan integritas dalam pelaksanaan program.
“Tidak boleh ada praktik pengurangan anggaran bahan baku. Kualitas menu harus sesuai standar. Ini bukan sekadar soal makan, tetapi menyangkut gizi dan masa depan generasi bangsa,” tegas Dadang.
Ia juga memastikan pengawasan akan dilakukan secara berkala guna menjamin setiap anggaran yang digunakan benar-benar menghasilkan makanan bergizi yang layak.
Talkshow Tekankan Standarisasi, Data Valid, dan Peran Asosiasi
Pada sesi inti, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow menghadirkan Kepala KPPG Surabaya Kusmayanti dan Kepala KPPG Jember Said Karim.
Diskusi tersebut mengupas tiga poin penting yang menjadi fondasi utama keberhasilan program MBG, yaitu:
- Pentingnya standarisasi dalam tata laksana SPPG
- Validitas data sebagai dasar pengambilan kebijakan
- Peran strategis asosiasi dalam pengawasan dan pendampingan
“Diskusi ini diharapkan menjadi panduan teknis bagi para pemilik dapur MBG agar mampu menjalankan operasional secara profesional, akuntabel, dan transparan,” pungkas Kusmayanti. ***

>
>