Perjalanan Karier dan Kontribusi Alex Noerdin dalam Partai Golkar
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

(dokumentasi keluarga)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Mantan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah Partai Golkar. Kehadirannya di partai berlambang pohon beringin ini tidak hanya terbatas pada jabatan politik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam membangun struktur partai di tingkat daerah. Sebagai mantan Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Selatan, ia menjadi tulang punggung dalam memperkuat basis partai di provinsi tersebut.
Alex Noerdin juga pernah menjabat sebagai anggota DPR RI dari fraksi Partai Golkar, yang menunjukkan peran aktifnya dalam membawa isu-isu lokal ke tingkat nasional. Kiprahnya dalam dunia politik tidak hanya terbatas pada wilayah Sumsel, tetapi juga berdampak pada dinamika partai secara keseluruhan.
Kabar Duka Membuat Partai Golkar Berduka
Kabar meninggalnya Alex Noerdin mengguncang seluruh jajaran Partai Golkar. Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily, menyampaikan rasa belasungkawa atas wafatnya tokoh senior tersebut. Ia menyebut bahwa almarhum memiliki kontribusi besar bagi partai dan bangsa.
“Kami merasa kehilangan atas wafatnya beliau. Semoga almarhum diterima di sisi-Nya dan husnulkhatimah,” ujarnya kepada wartawan.
Peristiwa ini memicu rasa duka yang mendalam di kalangan kader dan pengurus partai. Bahkan, beberapa tokoh senior lainnya turut menyampaikan dukacita melalui berbagai saluran media.
Kondisi Kesehatan yang Memprihatinkan
Kabar wafatnya Alex Noerdin muncul setelah kondisi kesehatannya menurun secara drastis. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa ia sempat dirawat di Rumah Sakit Siloam Palembang, namun karena peralatan medis yang kurang memadai, ia akhirnya dipindahkan ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Selain itu, sidang kasus yang menjeratnya di Pengadilan Tipikor PN Kelas 1 A Palembang harus dibatalkan karena kondisi kritis almarhum. Hal ini menunjukkan bahwa penyakit yang dideritanya sangat serius hingga memengaruhi jalannya proses hukum yang sedang berlangsung.
Rasa Duka dari Keluarga dan Lingkungan Sekitar
Juru bicara keluarga Alex Noerdin, Okta Alfarisi, mengonfirmasi kabar kematian almarhum. Ia menyampaikan bahwa Alex Noerdin meninggal dunia pada pukul 13.30 WIB di RS Siloam Jakarta.
“Innalilahi wainnailaihi rojiun telah meninggal dunia bapak Alex Noerdin,” kata Okta.
Peristiwa ini tidak hanya menjadi duka bagi keluarga, tetapi juga bagi banyak orang yang pernah bekerja sama atau mengenal sosok Alex Noerdin. Banyak yang menganggapnya sebagai figur yang tulus dan berkomitmen dalam menjalankan tugasnya.
Konteks Hukum yang Menyertai Kehidupan Politiknya
Meski memiliki kontribusi besar dalam politik, Alex Noerdin juga pernah menjadi tersangka dalam beberapa kasus hukum. Salah satunya adalah kasus revitalisasi Pasar Cinde Palembang. Meskipun dalam kondisi kritis, ia masih menjalani proses hukum yang berlangsung di pengadilan.
Ini menunjukkan bahwa perjalanan karier politiknya tidak sepenuhnya mulus, tetapi tetap dihargai oleh banyak pihak. Bagi sebagian orang, ia adalah contoh bagaimana seseorang bisa berkontribusi besar meskipun menghadapi tantangan hukum.
Tantangan dan Keberhasilan dalam Pemerintahan
Sebagai mantan gubernur dua periode, Alex Noerdin dikenal memiliki visi dan strategi dalam memimpin Sumatera Selatan. Beberapa proyek pembangunan yang dilaksanakannya menjadi fondasi bagi perkembangan provinsi ini.
Meski ada kritik terhadap beberapa kebijakannya, ia tetap diingat sebagai sosok yang gigih dan berusaha memajukan daerahnya. Kehidupannya yang penuh dengan perjuangan dan dedikasi menjadi inspirasi bagi banyak orang.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar