Peran Politisi dalam Masyarakat: Kecintaan Adi Sutarwijono yang Menginspirasi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Adi Sutarwijono, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, meninggal dunia pada hari Kamis, 12 Februari 2026. Prosesi penghormatan terakhir untuk almarhum digelar di Rumah Duka Grand Heaven, Surabaya. Sebelum dimakamkan, berbagai ritual dan upacara dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok yang dikenal dekat dengan masyarakat.
Lusia Yektihandayani, istri dari Adi Sutarwijono, menyampaikan perasaan kehilangan yang mendalam. Ia mengungkapkan bahwa suaminya selalu semangat bertemu dengan banyak orang. “Kalau tidak bertemu orang, semangatnya ngelokro (lemas),” ujarnya saat sambutan. Keberadaannya selalu memberi energi positif bagi sekitarnya.
Selain itu, Lusia juga menyoroti hubungan Adi dengan jurnalis. Sebelum menjadi politisi, Adi pernah menjalani profesi jurnalistik. Hal ini membuatnya sangat dekat dengan kalangan media. “Saya paham betul dunia yang dicintainya, jurnalistik, maka dia sangat dekat dengan jurnalis. Dia sangat mencintai mereka karena pernah seperti mereka,” tambahnya.
Adi juga memiliki hubungan erat dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ia merasa terima kasih kepada partai tersebut karena memberinya kesempatan untuk berkarya dan mengabdi pada masyarakat. “Saya mengucapkan banyak terima kasih karena PDIP memberi ruang pada almarhum berkarya dan memberikan hidupnya pada masyarakat luas ini benar-benar almarhum sadari,” katanya.
Dedikasi Terhadap Warga Surabaya
Salah satu hal yang membuat Adi Sutarwijono diingat oleh warga Surabaya adalah dedikasinya dalam melayani masyarakat. Bahkan, ia sering meluangkan waktu hingga pukul 02.00 WIB dini hari setiap harinya. “Dia selalu mengajarkan hidup harus berarti. Kalau sudah menerima tugas panggilan itu harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh,” jelas Lusia.
Eri Irawan, Ketua Komisi C DPRD Surabaya, juga mengenang jasa almarhum. Menurutnya, Adi membantu banyak warga Surabaya, termasuk membantu anak-anak yang hampir putus sekolah. “Ada seorang ibu di Rungkut itu telepon saya menangis sesenggukan bahwa kalau tanpa bantuan beliau, anaknya sudah putus sekolah. Ada yang dibantu saat akan operasi usus butu warga Tenggilis. Ada banyak sekali yang yang semuanya itu mengambil ingatan kita akan kebaikan-kebaikan begitu,” ujar Eri sambil mengusap air mata.
Kehidupan dan Kepribadian yang Berkesan
Adi Sutarwijono dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan penuh empati. Ia tidak hanya menjalankan tugasnya sebagai anggota DPRD, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Bahkan, ia memilih untuk merahasiakan kondisi kesehatannya sejak November 2025 agar tidak mengganggu tugasnya di tengah masyarakat.
Keluarga dan rekan-rekannya mengatakan bahwa Adi selalu mengingatkan pentingnya kejujuran dan tanggung jawab. Pesan-pesannya masih terus dikenang oleh banyak orang. “Saat disakiti biar Tuhan membalas,” kata Eri Cahyadi, mengenang pesan Adi.
Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat
Meski Adi telah pergi, dampaknya terhadap masyarakat Surabaya tetap terasa. Ia meninggalkan warisan yang berupa komitmen terhadap keadilan, kesejahteraan, dan pemerataan pembangunan. Banyak program yang dijalankannya masih berlangsung hingga kini, termasuk bantuan sosial dan pendidikan bagi warga kurang mampu.
Banyak pihak mengharapkan agar generasi muda dapat belajar dari kepribadian dan dedikasi Adi Sutarwijono. Ia adalah contoh nyata dari seorang pemimpin yang tidak hanya menjalankan tugas secara profesional, tetapi juga memperhatikan kebutuhan rakyatnya. ***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar