Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PEMERINTAHAN » Kebijakan Beasiswa LPDP dan Tantangan Pengelolaan Dana Abadi Pendidikan

Kebijakan Beasiswa LPDP dan Tantangan Pengelolaan Dana Abadi Pendidikan

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Dana Abadi Pendidikan (DAP) yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kini menghadapi tantangan signifikan, terutama dalam hal pengelolaan keuangan dan pemenuhan kewajiban kontribusi para penerima beasiswa. Dalam tiga tahun terakhir, DAP mencatat defisit yang memicu kekhawatiran tentang keberlanjutan program beasiswa yang dianggap vital untuk pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Pelanggaran Kontrak oleh Penerima Beasiswa

Berdasarkan data yang diungkapkan oleh Direktur LPDP Sudarto, sebanyak lebih dari 600 penerima beasiswa diduga melanggar ketentuan kontrak yang telah mereka setujui. Delapan orang telah diberi sanksi, termasuk kewajiban pengembalian dana. Sementara itu, 36 lainnya masih dalam proses pemeriksaan. Penelusuran dilakukan melalui berbagai sumber seperti data lintasan keimigrasian, laporan masyarakat, dan pemantauan media sosial.

Sudarto menjelaskan bahwa sesuai buku pedoman, penerima beasiswa diperbolehkan magang atau membuka usaha di luar negeri selama dua tahun. Namun, sejumlah penerima beasiswa tetap ditemukan masih berada di luar negeri setelah masa wajib pengabdian berakhir. Hal ini menunjukkan adanya pelanggaran terhadap aturan yang telah ditetapkan.

Defisit Dana Abadi Pendidikan

Pengelolaan Dana Abadi Pendidikan menghadapi tantangan finansial yang signifikan. Hingga 30 September 2025, pendapatan LPDP mencapai Rp 6,82 triliun, sedangkan belanja mencapai Rp 7,46 triliun. Angka ini menunjukkan defisit yang terjadi pada tahun 2023 dan 2024. Sebaliknya, periode 2020 hingga 2022 mencatat surplus dengan pendapatan yang lebih besar daripada belanja.

Defisit ini tidak disebabkan oleh efisiensi anggaran pemerintah, melainkan meningkatnya jumlah mahasiswa yang diberangkatkan dalam dua tahun terakhir. Pada 2026, APBN mengalokasikan Rp 25 triliun untuk Dana Abadi Pendidikan. Saat ini, total dana abadi yang dikelola LPDP mencapai Rp 180,8 triliun.

Sumber Dana Abadi Pendidikan

Dana Abadi Pendidikan berasal dari tiga komponen utama. Pertama, APBN yang bersumber dari pendapatan negara, termasuk pajak dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). PNBP mencakup dividen BUMN, pendapatan sumber daya alam, hibah, pinjaman dalam dan luar negeri, serta surplus anggaran tahun sebelumnya.

Kedua, hasil pengembangan atau investasi dana abadi. Dana tersebut dapat ditempatkan pada instrumen yang aman sesuai ketentuan, seperti Surat Berharga Negara (SBN), deposito perbankan nasional, dan instrumen lain yang diatur regulasi. Hasil investasi inilah yang digunakan untuk membiayai beasiswa dan program pendanaan pendidikan.

Ketiga, sumber lain yang sah dan tidak mengikat. Ini mencakup kerja sama dengan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hibah lembaga internasional, serta kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam program riset atau hibah akademik. Seluruh dana tetap dikelola dalam skema dana abadi dengan prinsip akuntabilitas.

Isu Publik dan Kepatuhan Alumni

Isu kepatuhan alumni LPDP semakin menjadi sorotan setelah polemik unggahan alumnus LPDP berinisial DS di media sosial pada 20 Februari 2026. Dalam unggahannya, DS menyinggung kewarganegaraan anaknya dan dinilai merendahkan paspor Indonesia sehingga memicu kritik publik. Kasus ini kemudian berkembang menjadi isu kewajiban kontribusi alumni.

Suami DS yang juga penerima beasiswa LPDP diduga belum menuntaskan kewajiban pengabdian di Indonesia setelah menyelesaikan studi doktoral di luar negeri. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya memastikan yang bersangkutan bersedia mengembalikan dana beasiswa kepada negara, termasuk bunga, apabila terbukti melanggar ketentuan.

Komitmen LPDP dan Peran Masyarakat

Hingga 31 Desember 2025, LPDP telah memberikan beasiswa kepada 58.444 orang. Dari jumlah tersebut, 32.632 orang telah menjadi alumni. Sementara, 18.981 orang masih menempuh studi dan 6.831 orang dalam tahap persiapan studi. LPDP menegaskan komitmennya untuk menegakkan aturan secara adil dan konsisten kepada seluruh penerima beasiswa.

Pemerintah menilai keberlanjutan dana abadi dan kepatuhan terhadap kewajiban pengabdian menjadi kunci agar investasi negara di bidang pendidikan benar-benar memberi manfaat bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mendukung sistem beasiswa yang transparan dan berkelanjutan.***

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lonjakan Produksi Jagung di Wilayah Polda Jatim Dukung Program Swasembada Pangan

    Lonjakan Produksi Jagung di Wilayah Polda Jatim Dukung Program Swasembada Pangan

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 175
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Polda Jawa Timur sebagai Penggerak dari program ketahanan pangan menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Melalui pembentukan Satgas Ketahanan Pangan di bawah kepemimpinan Karo SDM Kombes Pol Ari Wibowo, S.I.K., M.H beserta Kabagbinkar Ro SDM, AKBP Warsono, S.H., S.I.K., M.H., Polda […]

  • Banyak Rumah Beralamat Sama di Surabaya, DPRD Desak Penertiban Data Kependudukan

    Banyak Rumah Beralamat Sama di Surabaya, DPRD Desak Penertiban Data Kependudukan

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 164
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko mengungkap fenomena banyaknya rumah tinggal yang menggunakan satu alamat yang sama di kota pahlawan. Satu alamat rumah tercatat bisa dihuni lebih dari tiga Kepala Keluarga (KK), bahkan dalam satu deret bangunan berbeda. Dia menilai kondisi ini melanggar aturan yang membatasi maksimal tiga KK dalam satu […]

  • BEMNUS Jatim

    BEMNUS Jatim: Tolak Militerisasi dan Penggusuran Atas Nama Keamanan

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 160
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Memperingati satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, BEM Nusantara Jawa Timur (BEMNUS Jatim) menyuarakan kritik tajam terhadap arah kebijakan nasional yang dinilai mengancam kehidupan sipil dan melemahkan demokrasi. Dalam pernyataan sikap yang dibacakan pada Senin (20/10/2025) di Kampus Universitas Dr. Soetomo Surabaya, Koordinator Daerah BEMNUS Jatim, Helvin […]

  • Kemenhut Ucapkan Terima Kasih ke Publik karena Raja Juli Disebut Berkinerja Baik

    Kemenhut Ucapkan Terima Kasih ke Publik karena Raja Juli Disebut Berkinerja Baik

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Kinerja Menteri Kehutanan Dinilai Baik dalam Survei DIAGRAMKOTA.COM – Kementerian Kehutanan menyampaikan apresiasi terhadap kepercayaan publik terhadap kinerja Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang masuk daftar 10 menteri dengan kinerja terbaik. Penilaian ini diperoleh melalui survei yang dilakukan oleh lembaga riset IndoStrategi. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa kinerja Menteri Kehutanan dinilai cukup baik dan mendapat apresiasi […]

  • Bupati Mojokerto Al Barra

    Bupati Mojokerto Al Barra Gencarkan Olahraga Tradisional di Kalangan Pelajar Gen Z

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 200
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra mengambil langkah penting dalam memperkenalkan olahraga tradisional kepada generasi muda. Dengan inisiatif ini, ia berusaha membawa kembali nilai-nilai budaya yang mulai terkikis oleh pengaruh teknologi dan gaya hidup modern. Tujuan Pemerintah Kabupaten Mojokerto Pemkab Mojokerto melalui kegiatan olahraga tradisional ingin menanamkan kembali nilai-nilai budaya yang mulai terkikis. Selain menjadi […]

  • Persib Bandung Siapkan Alternatif Jika Federico Barba Pergi ke Italia

    Persib Bandung Siapkan Alternatif Jika Federico Barba Pergi ke Italia

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 73
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Persib Bandung, salah satu klub sepak bola terbesar di Indonesia, sedang mempersiapkan rencana cadangan jika pemain asing mereka, Federico Barba, benar-benar meninggalkan klub. Kabar yang beredar menyebut bahwa Barba akan dipinjamkan ke klub Serie B Italia, Pescara. Hal ini membuat manajemen Persib mencari pengganti yang mungkin berasal dari kasta kedua Italia. Barba, yang sebelumnya […]

expand_less