DPRD Surabaya Apresiasi Rute Purabaya–Kenpark Kembali Lewat Tol, Waktu Tempuh Lebih Cepat 50 Menit
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Surabaya (DPRD Surabaya) memberikan apresiasi atas kembalinya rute transportasi umum Purabaya–Kenjeran Park (Kenpark) melalui jalur tol mulai 23 Februari 2026. Kebijakan ini dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi mobilitas warga.
Sebelumnya, sejak awal 2026, rute tersebut tidak lagi melintasi tol dan mengalami perubahan layanan dari bus menjadi feeder Wira-Wiri dengan kode “FD12”.
Efisiensi Waktu Tempuh Jadi Alasan Utama
Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, menyebut kembalinya rute ke jalur tol merupakan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat, terutama pengguna transportasi umum harian.
Menurutnya, penggunaan jalur tol mampu memangkas waktu perjalanan secara signifikan.
“Dengan kembali masuk tol, ada efisiensi waktu tempuh sekitar 50 menit. Ini sangat dibutuhkan pekerja, pelajar, dan masyarakat yang bergantung pada konektivitas Kenpark dan Purabaya,” ujarnya, Senin (23/2/2026).
DPRD Surabaya Dorong Evaluasi dan Anggaran
Eri mengungkapkan, DPRD sebelumnya telah meminta Dinas Perhubungan untuk melakukan evaluasi terhadap efektivitas rute tanpa tol. Hasilnya, DPRD juga mendorong agar alokasi anggaran disiapkan guna mendukung pengoperasian kembali melalui jalan tol.
Selain mempercepat perjalanan, kebijakan ini juga diyakini mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur utama, terutama saat jam sibuk.
“Efisiensi waktu sangat berpengaruh terhadap produktivitas dan kualitas hidup masyarakat,” jelas politisi PDI Perjuangan tersebut.
Respons Aspirasi Warga
Ia menilai langkah Pemerintah Kota Surabaya ini mencerminkan perhatian terhadap aspirasi pengguna transportasi publik.
Menurutnya, peningkatan layanan transportasi umum merupakan bagian penting dari pembangunan kota modern.
“Transportasi publik harus menjadi arus utama pembangunan kota, meski kita akui masih banyak yang perlu dibenahi,” katanya.
Catatan DPRD: Jadwal dan Frekuensi Harus Konsisten
Meski mengapresiasi, DPRD memberikan sejumlah catatan penting. Salah satunya terkait konsistensi jadwal dan frekuensi layanan (headway).
“Percuma waktu tempuh cepat kalau jadwal tidak pasti. Evaluasi berkala dan transparansi informasi ke publik harus jadi prioritas,” tegas Eri.
Dorong Kembali ke Layanan Bus
Eri juga mendorong agar ke depan rute Kenpark–Purabaya tidak lagi menggunakan armada kecil feeder Wira-Wiri, melainkan beralih ke layanan bus.
Hal ini mengingat tingginya volume penumpang, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja, serta adanya integrasi dengan rute lain.
Menurutnya, penggunaan bus berukuran sedang lebih ideal karena:
- Kapasitas lebih besar
- Lebih efisien secara operasional
- Meningkatkan kenyamanan penumpang
- Mengurangi potensi penumpukan
“Jika dibutuhkan, sebaiknya kembali ke layanan berbasis bus agar lebih rasional dan optimal,” ujarnya.
Risiko Jika Tetap Gunakan Feeder
Jika pola feeder tetap dipertahankan, sejumlah risiko berpotensi muncul, seperti:
- Overkapasitas penumpang
- Perjalanan tidak nyaman
- Inefisiensi jumlah armada
Transformasi ke layanan bus juga dinilai akan mempertegas posisi rute ini sebagai koridor utama transportasi, bukan sekadar jalur pengumpan.
Rute dan Halte yang Dilalui
Rute Purabaya–Kenpark via tol akan melalui jalur Tol Juanda dan exit Tambak Sumur, kemudian melintasi sejumlah halte, di antaranya:
- UINSA
- Gunung Anyar
- Rungkut
- MERR
- ITS
- UNAIR
- Kenjeran hingga Kenpark
Sementara itu, beberapa halte seperti Dukuh Menanggal, Kertomenanggal, Siwalankerto, dan Jemur Ngawinan tidak lagi dilayani karena sudah terintegrasi dengan rute trunk Suroboyo Bus. ***

>
>
>
