Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Pemkot Surabaya Tutup Celah Manipulasi Beasiswa Pemuda Tangguh

Pemkot Surabaya Tutup Celah Manipulasi Beasiswa Pemuda Tangguh

  • account_circle Shinta ms
  • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota Surabaya mengambil langkah tegas untuk memastikan Beasiswa Pemuda Tangguh benar-benar jatuh ke tangan yang berhak.

Setelah muncul temuan penerima dari keluarga berpenghasilan tinggi, Pemkot kini memperketat sistem verifikasi agar program ini tidak lagi salah sasaran.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengambil langkah tegas untuk mengevaluasi dan menyeragamkan nilai bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada program Beasiswa Pemuda Tangguh untuk mahasiswa menjadi Rp2,5 juta per semester. Langkah ini merupakan respons atas temuan indikasi ketidaktepatan sasaran yang mencederai prinsip keadilan bagi warga prasejahtera.
 
Eri mengungkapkan bahwa hasil verifikasi lapangan menunjukkan adanya penerima beasiswa dari keluarga mampu, termasuk anak mantan pejabat, yang menikmati bantuan UKT dalam jumlah sangat besar.
 
“Saya harus berani membongkar ini demi keadilan. Ada yang UKT-nya mencapai Rp15 juta per semester dan dibayar Pemkot, padahal dia dari keluarga mampu. Sementara di sisi lain, masih banyak warga tidak mampu yang sangat membutuhkan bantuan untuk sekolah,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi, Jumat (23/1/2026).
 
Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 70 persen dari temuan masalah ini berasal dari mahasiswa jalur mandiri.

Eri bersama Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji (Cak Ji) menyoroti kontradiksi antara status ekonomi penerima beasiswa Pemuda Tangguh dengan jalur masuk perguruan tinggi yang dipilih.
 
“Saya diskusi sama Cak Ji. Beliau langsung bilang, kalau itu jalur mandiri kan berarti ada kemampuan untuk bayar uang gedung. Jalur mandiri itu tidak murah. Kalau dia mampu bayar uang gedung, berarti dia orang mampu. Ini yang saya pertanyakan,” tegas Eri.
 
Ia menambahkan bahwa program ini sejatinya diperuntukkan bagi anak berprestasi dari keluarga tidak mampu. Sehingga, akan banyak anak yang bisa meraih mimpinya lewat intervensi yang dilakukan Pemkot Surabaya.
 
“Prinsipnya, yang mampu jangan mengambil jatahnya orang yang tidak mampu (memberikan data yang kurang tepat untuk mendapatkan bantuan),”imbuhnya.
 
Sebagai bentuk pertanggungjawaban,  Eri telah meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan pemeriksaan terhadap penyaluran beasiswa di tahun-tahun sebelumnya.

Ia juga melakukan evaluasi besar-besaran di internal dinas terkait untuk memastikan hal serupa tidak terulang kembali.
 
“Ini yang saya bongkar, kok bisa orang kaya diberi bantuan?. Saya ingin merubah sistem agar Surabaya bukan menjadi sebuah kota kapitalis. Kita mulai dengan kejujuran. Orang Surabaya harus diajarkan untuk tidak mengambil jatah orang yang tidak mampu,” tambahnya.
 
Meski ada penyeragaman nilai bantuan, Eri menjamin mahasiswa dari keluarga benar-benar prasejahtera tidak perlu khawatir.

Jika ada mahasiswa miskin yang UKT-nya melampaui Rp2,5 juta akibat kesalahan input data di awal, Pemkot akan tetap memberikan jaminan penuh melalui nota kesepahaman (MoU) dengan universitas.
 
“Yang penting, UKT untuk anak tidak mampu tetap gratis dan mereka tidak ditarik biaya oleh perguruan tinggi. Kita akan selesaikan langsung dengan pihak kampus,” ungkapnya.
 
Kedepannya, Pemkot Surabaya akan melibatkan elemen masyarakat seperti Karang Taruna, RT, dan RW untuk memverifikasi validitas data penghasilan orang tua. Hal ini dilakukan demi mengawal anggaran sebesar Rp190 miliar yang dialokasikan untuk 23.850 mahasiswa pada tahun 2026.

“Kita mulai dengan kejujuran. Saya ingin memastikan anggaran rakyat ini benar-benar menjadi amanah bagi mereka yang berhak,” pungkas Cak Eri. (Sms)

  • Penulis: Shinta ms

Rekomendasi Untuk Anda

  • Institut Seni Indonesia Surakarta Akan Menggelar Perayaan Hari Tari Dunia Yang Ke-19

    Institut Seni Indonesia Surakarta Akan Menggelar Perayaan Hari Tari Dunia Yang Ke-19

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 254
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Dalam rangka memperingati hari tari dunia yang ke-19 Tahun dengan tema “Land of 1000 Kingdoms” ISI Surakarta menggelar konferensi pers di Teater Besar ISI Surakarta dengan menghadirkan narasumber : Ketua Umum 24 jam Menari ISI Surakarta Prof Dr Drs R.M Pramutomo, M.Hum, Tim kreatif l Dwi wahyudiarto, S.Kar., M.Hum, Pelaku 24 Jam Menari […]

  • Road Show : Polres Kediri Beri Edukasi Bahaya Narkoba kepada Para Santri

    Road Show : Polres Kediri Beri Edukasi Bahaya Narkoba kepada Para Santri

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 59
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kediri Polda Jawa Timur gencar sosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba. Seperti halnya yang sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu, Satresnarkoba menyasar Pondok Pesantren Darul Fatihin, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri untuk mengedukasi kepada para santri. Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji menyampaikan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari program pembinaan dan pencegahan terhadap […]

  • Gadingwatu Membara! Warga Serahkan Petisi ke Polres Gresik, Desak Kasus Dugaan Korupsi Kades Segera Dituntaskan

    Gadingwatu Membara! Warga Serahkan Petisi ke Polres Gresik, Desak Kasus Dugaan Korupsi Kades Segera Dituntaskan

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 179
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Suasana di Mapolres Gresik mendadak ramai, Selasa (6/5/2025), ketika Warga Desa Gadingwatu berbondong-bondong mendatangi markas polisi tersebut. Mereka datang dengan satu tujuan: menyerahkan petisi dukungan atas pelaporan dugaan penyalahgunaan wewenang dan jabatan oleh Kepala Desa Gadingwatu yang diduga melakukan korupsi dana desa. Dalam petisi yang disampaikan kepada aparat kepolisian, warga Gadingwatu mendesak agar […]

  • Pangdam V/Brawijaya Tegaskan Komitmen Percepatan Pembangunan KDKMP di Wilayah Jawa Timur

    Pangdam V/Brawijaya Tegaskan Komitmen Percepatan Pembangunan KDKMP di Wilayah Jawa Timur

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 51
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM –  Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., melaksanakan rapat evaluasi percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara daring melalui Zoom Meeting bersama jajaran TNI dan mitra strategis nasional, Rabu (30/12/2025). Kegiatan rapat tersebut dihadiri oleh Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, S.H., M.Si., Aster Kasdam Kolonel Inf Timmy Prasetya H., S.Sos., serta […]

  • Peristiwa Lacari: Kapan Keselamatan Platform Menjadi Tantangan Besar

    Peristiwa Lacari: Kapan Keselamatan Platform Menjadi Tantangan Besar

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 39
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Peristiwa yang melibatkan streamer bernama Lacari telah menjadi perhatian besar dalam dunia streaming. Insiden ini terjadi ketika Lacari secara tidak sengaja menampilkan jendela Notepad selama siaran langsung, yang kemudian dianggap oleh sebagian penonton sebagai konten yang melanggar aturan platform. Hal ini memicu reaksi cepat dari Twitch dan Kick, dua layanan streaming besar. Mekanisme […]

  • Bawaslu Sidoarjo Selidiki Dugaan Kampanye Tanpa Izin Cuti, Anggota DPRD Terancam Sanksi

    Bawaslu Sidoarjo Selidiki Dugaan Kampanye Tanpa Izin Cuti, Anggota DPRD Terancam Sanksi

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2024
    • account_circle Adis
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Diagramkota.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sidoarjo sedang menindaklanjuti laporan dari tim advokasi pasangan calon bupati dan wakil bupati Subandi-Mimik terkait dugaan pelanggaran kampanye oleh anggota DPRD Sidoarjo, Ainun Jariyah. Ainun, yang merupakan anggota legislatif aktif, diduga ikut serta dalam kegiatan kampanye tanpa mengajukan izin cuti di luar tanggungan negara, yang diwajibkan oleh peraturan pemilu.   […]

expand_less