Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » POLITIK » Partai Demokrat Laporkan Akun Media Sosial yang Sebar Isu Ijazah Palsu Jokowi

Partai Demokrat Laporkan Akun Media Sosial yang Sebar Isu Ijazah Palsu Jokowi

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Partai Demokrat mengambil langkah tegas terhadap empat akun media sosial yang diduga menyebarkan informasi palsu terkait isu ijazah Presiden Joko Widodo. Laporan resmi telah diajukan ke Polda Metro Jaya, dengan alasan kuat bahwa konten-konten tersebut merusak reputasi tokoh dan memicu persepsi publik yang tidak benar.

Langkah Hukum untuk Menangani Penyebar Hoaks

Pihak Partai Demokrat menilai perlu adanya investigasi lebih lanjut terhadap empat akun media sosial yang disebutkan. Mereka melaporkan akun-akun tersebut berdasarkan UU ITE, khususnya Pasal 28 jo 45, meskipun ada perubahan dalam aturan hukum terkait kerusuhan di ruang publik. Dalam penjelasannya, Andi Arief, politikus Partai Demokrat, menyatakan bahwa laporan ini dilakukan setelah melalui proses diskusi dengan tim siber Polda Metro Jaya.

Laporan polisi bernomor LP/B/97/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA diterima pada tanggal 5 Januari 2026 pukul 23.16. Empat akun yang dilaporkan adalah:

  • YouTube @AGRI FANANI
  • YouTube @Bang bOy YTN
  • YouTube @KajianOnline
  • TikTok @sudirowibudhiusmp

Setiap akun memiliki konten yang menyebarkan informasi palsu terkait hubungan antara SBY dan isu ijazah Jokowi. Misalnya, akun @AGRI FANANI menyebarkan video dengan judul “anak emas SBY korupsi terbesar sepanjang sejarah RI”, sedangkan @Bang bOy YTN membuat konten yang menyebutkan bahwa SBY melakukan tindakan tertentu untuk menangkal isu yang muncul.

Peran SBY dalam Isu Ijazah Jokowi

Andi Arief menjelaskan bahwa SBY sama sekali tidak terlibat dalam isu tersebut. Ia mengungkapkan bahwa ketua umum partai tersebut merasa terganggu oleh fitnah yang beredar. SBY disebut tidak pernah berada di balik isu ijazah palsu Jokowi, bahkan hubungan antara SBY dan Jokowi tetap baik.

“SBY saat ini tidak aktif dalam politik praktis, ia fokus pada aktivitas sosial, seni, dan olah raga,” ujar Ahmad Khoirul Umam, kepala BRAINS DPP Partai Demokrat.

Penyebaran Informasi yang Tidak Benar

Fitnah yang tersebar di media sosial dinilai sebagai ancaman serius terhadap demokrasi. Konten-konten yang tidak benar ini disebarkan secara masif oleh akun-akun anonim dengan pola yang terkesan terkoordinasi. Hal ini berpotensi menciptakan persepsi publik yang salah dan merusak ruang publik.

Umam menegaskan bahwa diam terhadap fitnah bisa dianggap sebagai pembenaran. “Pembiaran juga menciptakan preseden buruk, di mana politik fitnah bisa dianggap menjadi hal yang dinormalisasi,” katanya.

Respons dari Akun yang Terlibat

Beberapa akun media sosial yang dilaporkan telah memberikan respons. Salah satunya, akun TikTok @sudirowibudhiusmp, yang menuduh SBY terlibat dalam isu ijazah Jokowi melalui pionnya, yaitu Roy Suryo. Partai Demokrat meminta akun tersebut untuk meminta maaf dan memberikan klarifikasi secara terbuka.

Dalam laporan polisi, disebutkan bahwa korban telah dirugikan dan pelapor datang ke SPKT Polda Metro Jaya untuk membuat pengaduan guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Tindakan Partai Demokrat untuk Melindungi Reputasi Tokoh

Selain melaporkan akun-akun media sosial, Partai Demokrat juga telah melakukan somasi kepada beberapa akun yang terlibat dalam isu ini. Tujuannya adalah untuk menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak benar dan membantu menjaga reputasi tokoh-tokoh penting.

Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Partai Demokrat dalam melawan penyebaran hoaks dan menjaga integritas informasi di ruang publik. Dengan tindakan tegas, partai ini berharap dapat memberikan contoh positif dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harbolnas 2025: Mendag catat transaksi capai Rp36,4 triliun

    Harbolnas 2025: Mendag catat transaksi capai Rp36,4 triliun

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 135
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOT.COM – Penggunaan platform digital dalam kehidupan sehari-hari semakin meningkat, terutama dalam aktivitas belanja. Tahun 2025 menjadi tahun yang menarik bagi industri perdagangan daring di Indonesia, khususnya dengan perayaan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang berhasil mencatatkan total transaksi hingga Rp36,4 triliun. Angka ini melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp33-34 triliun dan menunjukkan pertumbuhan sebesar […]

  • Teknologi Terkini di Dunia Otomotif: Mobil Semakin Pintar!

    Teknologi Terkini di Dunia Otomotif: Mobil Semakin Pintar!

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 391
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Revolusi Otomotif: Mobil Semakin Pintar dan Masa Depan Berkendara yang Berubah Drastis Dahulu, mobil hanyalah mesin yang membawa kita dari satu titik ke titik lainnya. Sebuah alat transportasi yang sederhana, meskipun kompleks secara mekanis. Namun, di era digital yang serba cepat ini, definisi mobil telah mengalami transformasi radikal. Kini, kendaraan bukan lagi sekadar […]

  • SURABAYA CUACA JAWA TIMUR

    Peringatan Dini Cuaca Ekstrem: Siklon Tropis Narelle Mengancam Wilayah Pulau Jawa

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 65
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sejumlah wilayah Indonesia. Peringatan ini muncul setelah adanya perkembangan keberadaan Siklon Tropis Narelle, yang saat ini sedang berkembang di Samudra Hindia barat Australia. BMKG menilai bahwa siklon ini dapat memengaruhi kondisi iklim di beberapa wilayah, termasuk Pulau Jawa. […]

  • Pedagang Pasar Keputran

    Fluktuasi Harga Sembako di Surabaya Jelang Tahun Baru 2026

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 159
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Harga sembako di Kota Surabaya mengalami fluktuasi menjelang perayaan tahun baru 2026. Perubahan harga ini terlihat pada beberapa komoditas utama, termasuk cabai keriting dan ikan teri yang mengalami kenaikan signifikan. Peningkatan harga tersebut menjadi perhatian bagi masyarakat yang sedang mempersiapkan kebutuhan pangan untuk momen spesial tersebut. Kenaikan Harga Komoditas Utama Salah satu komoditas yang […]

  • Permasalahan Gaji Guru PPPK Paruh Waktu yang Mendapat Perhatian DPR RI

    Permasalahan Gaji Guru PPPK Paruh Waktu yang Mendapat Perhatian DPR RI

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 93
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Guru ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu kini mendapatkan perhatian khusus dari berbagai pihak, termasuk Komisi X DPR RI. Masalah utama yang muncul adalah besaran gaji yang dianggap tidak layak dan ketidakpastian pembayarannya. Hal ini menjadi sorotan karena memengaruhi kesejahteraan para guru yang telah berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Komisi X […]

  • Profil Desa Rengasjajar Bogor yang Warganya Menjerit Tak Bisa Makan, Usai Tambang Ditutup KDM

    Profil Desa Rengasjajar Bogor yang Warganya Menjerit Tak Bisa Makan, Usai Tambang Ditutup KDM

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 269
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Bicara soal tambang di wilayah kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, tidak akan pernah lepas dari membicarakan desa Rengasjajar. Pasalnya, mayoritas tambang di kecamatan ini berlokasi di desa yang dipimpin oleh Kades Rusli hingga 3 periode. Warga Rengasjajar menjadi sorotan publik luas setelah sejumlah video beredar di media sosial. Sejumlah warga mengaku kesulitan untuk bertahan hidup […]

expand_less