Masalah Kualitas Menu Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Bangkalan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Sebuah isu mengenai kualitas menu makan bergizi gratis (MBG) yang diberikan kepada siswa di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, telah menarik perhatian publik. Satuan Tugas (Satgas) MBG setempat melaporkan adanya temuan menu yang tidak layak untuk dikonsumsi oleh para siswa.
Penemuan Menu yang Tidak Layak
Ketua Satgas MBG Bangkalan, Bambang Budi Mustika, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat serta rekaman video yang beredar di media sosial. Menurutnya, beberapa menu MBG yang ditemukan tidak sesuai dengan standar kualitas dan harga yang ditentukan.
“Kalau melihat dari gambar yang beredar, saya khawatir menu MBG yang tidak layak tersebut, tidak sampai Rp10 ribu,” ujarnya. Ia memperkirakan bahwa harga makanan tersebut jauh di bawah batas minimum yang seharusnya diberikan.
Respons Satgas dan Dinas Pendidikan
Bambang Budi Mustika juga meminta koordinator wilayah untuk segera turun tangan dalam penyelidikan kasus ini. Selain itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan untuk segera melaporkan apabila ditemukan menu makanan yang tidak layak.
Program MBG di Kabupaten Bangkalan ini bertujuan untuk memberikan makanan bergizi kepada siswa di berbagai tingkatan pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas. Namun, isu kualitas menu yang tidak memenuhi standar menjadi kekhawatiran utama bagi pihak terkait.
Pengalaman Sebelumnya
Sebelumnya, Satgas MBG Bangkalan juga pernah menemukan kasus serupa di mana makanan yang diterima siswa memiliki kontaminasi ulat. Meski demikian, kasus tersebut telah diselesaikan dengan penjelasan bahwa ulat tersebut berasal dari buah yang digunakan dalam menu tersebut.
Peran Masyarakat dan Pengawasan
Isu ini menunjukkan pentingnya peran masyarakat dalam pengawasan program MBG. Laporan dari warga dan pengguna media sosial menjadi salah satu sumber informasi utama yang membantu pihak berwenang mengidentifikasi masalah.
Selain itu, peningkatan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG sangat diperlukan untuk memastikan bahwa semua menu yang diberikan sesuai dengan standar kualitas dan harga yang ditetapkan.
Langkah yang Diambil
Dalam upaya memperbaiki situasi, pihak Satgas MBG akan terus memantau pelaksanaan program dan bekerja sama dengan instansi terkait. Selain itu, pemerintah daerah juga diminta untuk memperketat pengawasan agar tidak ada lagi kasus serupa terjadi.
Tantangan dan Harapan
Meskipun program MBG memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup siswa, tantangan seperti pengelolaan logistik dan pengawasan kualitas tetap menjadi isu penting yang perlu mendapat perhatian serius.***

>

Saat ini belum ada komentar