Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUKRIM » LHKPN, Kasus Nadiem Makarim: Peran Teknologi dalam Kebijakan Pendidikan yang Diuji

LHKPN, Kasus Nadiem Makarim: Peran Teknologi dalam Kebijakan Pendidikan yang Diuji

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Kasus hukum yang menjerat mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim telah memicu perdebatan luas mengenai peran teknologi dalam kebijakan pendidikan. Dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Nadiem didakwa menerima keuntungan pribadi sebesar Rp 809 miliar dalam dugaan korupsi program digitalisasi pendidikan pada periode 2019-2022. Jaksa menyatakan bahwa pengadaan laptop Chromebook dengan sistem operasi Chrome dilakukan untuk kepentingan bisnis, khususnya agar Google meningkatkan investasi ke PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (PT AKAB), yang didirikan oleh Nadiem.

Penggunaan laptop Chromebook dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan siswa dan guru, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Meskipun demikian, Nadiem dan tim kuasa hukumnya membantah tuduhan tersebut, menyatakan bahwa kasus ini merupakan kriminalisasi atas kebijakan yang diambil selama lima tahun menjadi menteri. Nadiem mengklaim bahwa tindakan yang diambil adalah bagian dari upaya perubahan, yang berpotensi mengganggu kepentingan kelompok lama yang ingin mempertahankan status quo.

Tanggapan Nadiem Makarim Terhadap Dakwaan

Dalam sidang eksepsi, Nadiem menyatakan bahwa dakwaan tidak didasarkan pada fakta dan bukti pidana, melainkan narasi saksi-saksi yang dirancang agar menimbulkan persepsi bahwa timnya memaksa mendorong keputusan atas perintahnya. Ia juga menegaskan bahwa selama lima tahun menjabat menteri, kekayaannya justru menyusut, dan ia bahkan melepaskan jabatan tinggi di PT AKAB dengan kehilangan jumlah gaji yang besar.

Nadiem mengungkapkan bahwa ia sadar akan risiko jabatan yang diembannya, termasuk kemungkinan dikorbankan. Namun, ia merasa lengah dalam mengantisipasi resistensi terhadap perubahan yang diusungnya, seperti transparansi dan penggunaan teknologi dalam pendidikan. Menurutnya, banyak pihak lama merasa terancam oleh inisiatif tersebut.

Kronologi Kasus Pengadaan Laptop Chromebook

Kasus ini bermula dari penyelidikan Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Mei 2025. Proyek pengadaan laptop yang menjadi bagian dari Program Digitalisasi Pendidikan tahun 2019-2022 menggunakan anggaran negara hingga Rp 9,9 triliun. Dari penyidikan diketahui bahwa pada medio Agustus 2019, dibuat grup percakapan di aplikasi WhatsApp bernama “Mas Menteri Core Team” yang berisi Nadiem, Jurist Tan, dan Fiona Handayani. Di grup tersebut dibahas rencana pengadaan TIK di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai persiapan jika Nadiem diangkat sebagai menteri.

Setelah Nadiem ditunjuk sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 19 Oktober 2019, proses pengadaan TIK berbasis sistem operasi Chrome bergulir. Prosesnya melibatkan beberapa pihak, termasuk staf khusus Nadiem, direktur sekolah dasar dan menengah, serta konsultan teknologi.

Pelajaran dari Kasus Nadiem Makarim

Kasus Nadiem bukanlah kali pertama terjadi korupsi di sektor pendidikan. Data Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat ada 240 kasus korupsi di dunia pendidikan antara 2016-2021 dengan kerugian negara mencapai Rp 1,6 triliun. Peneliti Pusat Studi Antikorupsi Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah, menyarankan perbaikan kualifikasi pejabat di level atas pemerintahan serta penelusuran aliran dana secara detail.

Sementara itu, pengajar Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, menekankan pentingnya transparansi dalam proyek pendidikan. Dengan keterbukaan informasi, masyarakat dapat mengawasi proyek tersebut, sehingga oknum yang ingin melakukan korupsi berpikir dua kali sebelum bertindak.

Relevansi Teknologi dalam Pendidikan

Peran teknologi dalam pendidikan tetap menjadi topik penting, meski kasus ini menunjukkan potensi risiko jika tidak diatur dengan baik. Inisiatif digitalisasi pendidikan harus diimbangi dengan transparansi, evaluasi, dan partisipasi stakeholder. Dengan demikian, teknologi bisa menjadi alat untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan, bukan malah menjadi sarana korupsi.***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Prabowo Subianto

    Presiden Prabowo Subianto Hadiri Peresmian Sekolah Rakyat di Kalimantan Selatan

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 83
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hadir secara langsung dalam peresmian 166 Sekolah Rakyat yang berada di bawah naungan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Acara ini dilaksanakan secara hybrid, mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Kehadiran Presiden Diawali dengan Penyambutan Meriah […]

  • Antrean Pangan Subsidi, KJP Pasar Jaya 2026

    Inovasi Sistem Antrean Pangan Bersubsidi KJP Pasar Jaya 2026 untuk Masyarakat Jakarta

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 65
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah DKI Jakarta terus berupaya meningkatkan layanan sosial bagi warga yang membutuhkan bantuan pangan. Salah satu inovasi terbaru adalah sistem antrean pangan bersubsidi KJP Pasar Jaya 2026 yang dapat diakses melalui perangkat ponsel. Dengan adanya layanan ini, masyarakat tidak lagi harus datang ke lokasi pengambilan sembako secara langsung, sehingga mengurangi risiko penumpukan dan […]

  • Reses Bersama Kader Banteng Sawahan, Sukadar Ingatkan Selalu Utamakan Kepentingan Wong Cilik

    Reses Bersama Kader Banteng Sawahan, Sukadar Ingatkan Selalu Utamakan Kepentingan Wong Cilik

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 255
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Sukadar, SH. Anggota DPRD Kota Surabaya, melakukan jaring aspirasi masyarakat, reses tahun persidangan Ke 1, masa sidang Ke 2 tahun anggaran 2025.

  • Waktu Berbuka Puasa ,Kota Surabaya

    Link Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 untuk Wilayah Jawa Timur

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 68
    • 0Komentar

    DIAGRAMOTA.COM – Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada tahun 2026 akan menjadi momen penting bagi umat Islam di seluruh Indonesia, termasuk Jawa Timur. Bulan suci ini akan dimulai pada tanggal 19 Februari 2026, dan berbagai persiapan telah dilakukan oleh masyarakat, termasuk penyiapan jadwal imsakiyah. Jadwal ini menjadi acuan utama dalam menentukan waktu-waktu ibadah seperti imsak, subuh, […]

  • Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Tahun 2026: Panduan Lengkap untuk Umat Muslim

    Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Tahun 2026: Panduan Lengkap untuk Umat Muslim

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 11
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Puasa Ayyamul Bidh adalah salah satu bentuk puasa sunnah yang memiliki nilai spiritual dan keutamaan besar dalam agama Islam. Di bulan April 2026, umat Muslim di Indonesia kembali memiliki kesempatan untuk menjalankan puasa ini sebagai bagian dari amalan harian mereka. Berikut penjelasan lengkap mengenai jadwal, niat, tata cara, dan manfaatnya. Apa Itu Puasa Ayyamul […]

  • Mencari Makna Hidup yang Sejati Melalui Iman: Menemukan Ketenangan di Tengah Ujian Kehidupan

    Mencari Makna Hidup yang Sejati Melalui Iman: Menemukan Ketenangan di Tengah Ujian Kehidupan

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Diagramkota.com – Setiap manusia pasti pernah merenungkan tentang makna hidup ini. Pertanyaan seperti, “Apa tujuan hidup ini?” atau “Mengapa kita harus menjalani berbagai cobaan?” sering muncul dalam benak kita. Dalam menghadapi situasi seperti ini, iman menjadi pegangan yang kuat untuk memahami bahwa hidup ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual menuju Sang Pencipta. Dalam […]

expand_less