Inisiatif Bersama untuk Mengatasi Stunting di Wilayah Pulau Pagerungan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus berupaya mengatasi masalah stunting yang masih menjadi tantangan dalam bidang kesehatan masyarakat. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah program Suapan Cinta, yang digelar oleh SKK Migas bersama Kangean Energy Indonesia (KEI) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Program ini bertujuan untuk menekan angka stunting di wilayah kepulauan, khususnya di Desa/Pulau Pagerungan Kecil dan Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken.
Program Suapan Cinta merupakan bagian dari Program Pengembangan Masyarakat (PPM) yang melibatkan berbagai pihak, termasuk dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD). Tujuannya adalah memastikan peran aktif pemerintah daerah dan pelaku bisnis dalam mendukung penanganan stunting di wilayah kerja KEI. Sejak 2023, program ini telah berjalan dengan fokus pada pemberian makanan tambahan (PMT) dan susu balita. Tahun 2024, program ini diperluas dengan kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB), sedangkan pada 2025, DPMD Sumenep turut serta dalam pelaksanaan program ini.
Strategi Holistik dalam Penanganan Stunting
Menurut Anwar Syahroni Yusuf, mantan Kepala DPMD Sumenep (saat itu), program Suapan Cinta tidak hanya berupa pemberian PMT dan susu balita, tetapi juga edukasi langsung kepada masyarakat. Hal ini dilakukan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya gizi seimbang dan cara merawat anak-anak serta ibu hamil.
“Realisasi Suapan Cinta oleh kami DPMD, SKK Migas-KEI dan Pemdes Pagerungan Besar serta Pagerungan Kecil merupakan ikhtiar bersama dalam menekan angka stunting di Kabupaten Sumenep,” ujar Anwar. Ia menyatakan optimisme bahwa pendekatan yang dilakukan dapat tepat sasaran dan memberikan dampak nyata.
Edukasi yang diberikan mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan makanan, kebersihan lingkungan hingga pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mendapatkan bantuan fisik, tetapi juga dukungan psikologis yang bisa meningkatkan motivasi mereka dalam menjaga kesehatan keluarga.
Peran Stakeholder dalam Menyokong Program
Kolaborasi antara SKK Migas, KEI, dan Pemkab Sumenep menunjukkan komitmen bersama dalam menghadapi isu kesehatan masyarakat. Program ini juga melibatkan peran aktif para pemangku kepentingan, seperti lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi keagamaan, dan masyarakat setempat.
Manager PGA Kangean Energy Indonesia, Kompoi Naibaho, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung program ini. “Kami percaya bahwa dengan partisipasi aktif dari semua pihak, kita bisa menciptakan lingkungan yang sehat dan sejahtera bagi masyarakat,” katanya.
Upaya Berkelanjutan untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Program Suapan Cinta bukan sekadar tindakan jangka pendek, tetapi upaya berkelanjutan yang dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang. Dengan fokus pada pencegahan stunting, program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah kepulauan, khususnya di area yang sering mengalami keterbatasan akses layanan kesehatan.
Selain itu, program ini juga menjadi contoh kerja sama yang baik antara pihak swasta dan pemerintah daerah dalam menangani isu sosial ekonomi. Dengan menggabungkan sumber daya dan keahlian masing-masing pihak, diharapkan bisa menciptakan solusi yang efektif dan berkelanjutan.
Program Suapan Cinta yang digelar oleh SKK Migas, KEI, dan Pemkab Sumenep merupakan langkah penting dalam mengatasi stunting di wilayah kepulauan. Melalui pendekatan holistik yang melibatkan edukasi, pemberian PMT, dan dukungan psikologis, program ini berupaya memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kolaborasi antara berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan sejahtera.***

>

Saat ini belum ada komentar