FEST 2025 Surabaya, inspirasi bisnis dari anak muda untuk masa depan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sel, 23 Des 2025
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Future Entrepreneur Summit (FESt) 2025 kembali digelar di Surabaya dan sukses menarik perhatian ribuan anak muda. Seminar kewirausahaan yang menyasar generasi Z ini diikuti sekitar 9.000 peserta dan berlangsung di Airlangga Convention Center, Kampus C Universitas Airlangga (Unair), Minggu (21/12).
Surabaya menjadi kota terakhir sekaligus penutup rangkaian FESt 2025 yang sebelumnya telah digelar di tujuh kota, yakni Malang, Purwokerto, Jember, Solo, Semarang, Yogyakarta, dan Bandung.
Jumlah peserta FESt 2025 di Surabaya mengalami peningkatan dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 8.000 peserta. Capaian ini menegaskan tingginya minat generasi muda terhadap dunia kewirausahaan.
FESt 2025 menghadirkan sejumlah guest star inspiratif yang dikenal luas di kalangan generasi Z. Di antaranya Xaviera Putri (content creator dan mahasiswa computer science), Fiki Naki (YouTuber), Stefanny Imelda (Duta Pendidikan Indonesia sekaligus Miss Grand Tourism Indonesia), Melissa Lusiana (content creator), Roby Maulid (komika), serta dr. Dwi Wijaya, Founder dan Direktur Mahar Agung Organizer.
Project Manager FESt Gladys Aprilia Lamanusun, mengatakan pemilihan narasumber disesuaikan dengan branding FESt yang berfokus pada edukasi dan kewirausahaan anak muda.
“Kami menghadirkan guest star yang relevan dengan dunia pendidikan dan kewirausahaan serta sedang diminati generasi Z. Tujuannya untuk menarik minat dan menginspirasi anak muda agar berani memulai usaha,” ujar Gladys.
Selain talkshow kewirausahaan, FESt Surabaya juga menjadi ajang pengumuman pemenang lomba kewirausahaan yang terbagi dalam tiga kategori, yakni ide bisnis, poster, dan esai. Total peserta lomba mencapai lebih dari 200 peserta dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
Pada kategori ide bisnis, juara diraih Shifriyatul, mahasiswi Universitas Negeri Malang (UNM). Dia mengusung inovasi ramah lingkungan berupa bubble wrap berbahan pati singkong sebagai solusi atas meningkatnya limbah plastik akibat tren belanja daring.
Shifriyatul menjelaskan bubble wrap tersebut dibuat dari ampas singkong, limbah industri tepung tapioka. Proses pembuatannya dimulai dengan pengeringan ampas singkong selama dua hari, kemudian dihaluskan, dicampur bahan pendukung, dan dicetak menggunakan alat khusus.
Produk ini memiliki waktu terurai alami sekitar dua hingga tiga bulan dengan daya simpan mencapai dua tahun.
“Dari sisi harga, bubble wrap ramah lingkungan ini dibanderol sekitar Rp15 ribu untuk ukuran 40 sentimeter x 10 meter,” jelasnya.
Sementara itu, kategori lomba poster dimenangkan Najwa Farisa Pradestiputri dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Dia mengangkat tema peran teknologi dalam mendukung ide bisnis kreatif dengan judul Kreativitas Tanpa Batas, Teknologi Tanpa Hambatan.
“Banyak anak muda ingin berbisnis tapi bingung mulai dari mana. Lewat teknologi seperti live streaming dan konten media sosial, peluang itu sebenarnya terbuka lebar,” tuturnya.
Untuk kategori esai, juara diraih Aurelia Vaniputra Madani dari Universitas Padjadjaran. Aurelia mengangkat tema Profit, Privasi, dan Prinsip: Dilema Etika Entrepreneur Gen Z di Dunia Digital.
“Esai ini mengajak pembaca memahami bahwa tantangan bisnis digital bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga menjaga nilai etika, moralitas, dan kemanusiaan,” ujarnya.
FESt 2025 merupakan penyelenggaraan tahun keempat, dengan Surabaya tercatat menjadi salah satu kota yang telah menggelar acara ini hingga tiga kali. Tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya antusiasme generasi muda terhadap dunia kewirausahaan. ***





Saat ini belum ada komentar