Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » POLITIK » Alat “Mata-Mata” di Ponsel Android Korea Utara, Tertarik Mencoba?

Alat “Mata-Mata” di Ponsel Android Korea Utara, Tertarik Mencoba?

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM– Ponsel Android yang dibuat oleh Korea Utara bukanlah ponsel biasa yang digunakan hanya untuk berkomunikasi, melainkan lebih mirip alat “pengintaian” negara dalam memantau dan mengendalikan rakyat.

Pengguna mungkin akan berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk menggunakan ponsel tersebut. Bagaimana tidak, ponsel Android asal Korea Utara ternyata dilengkapi sensor yang bertujuan untuk membatasi dan mengawasi pengguna, demikian menurut Arun Maini.

Mengungkap sistem HP Android Korea Utara

Salah satu kanal teknologi terkenal di YouTube, Mrwhosetheboss, baru-baru ini mengungkap isi sistem ponsel Android yang digunakan di Korea Utara. Video tersebut berjudul “Testing North Korea’s Illegal Smartphones”.

Maini mencoba dua ponsel yang berhasil dibawa keluar dari negara tersebut. Maini menyebut salah satu ponsel yang diuji adalah perangkat kelas bawah, yaitu Haeyang 710. Di sisi lain, yang satunya lagi merupakan model flagship dengan nama Samtaesung 8.

Meskipun tampak seperti ponsel Android biasa, perangkat ini dianggap jauh dari konsep ponsel pribadi. Menurut Maini, ponsel Android Korea Utara lebih pantas disebut sebagai alat pemantauan negara.

Pernyataan ini didasarkan pada penemuan bahwa seluruh sistem perangkat Android Korea Utara dirancang untuk membatasi komunikasi, menyaring data, serta mengawasi kegiatan pengguna secara menyeluruh.

Batasi akses internet dan aplikasi internasional

Salah satu contoh sensor yang sangat terlihat pada ponsel Android ini adalah larangan total terhadap akses internet dan aplikasi global.

Kedua ponsel yang diuji tidak mampu mengakses Wi-Fi secara langsung. Agar dapat terhubung ke jaringan, pengguna perlu membuka aplikasi khusus yang disebut ā€œMiraeā€ dan memasukkan data pribadi.

Namun, akses tersebut bukanlah internet yang bebas, melainkan jaringan intranet yang terbatas dan hanya menyediakan situs resmi serta materi yang telah disetujui oleh pemerintah. Aplikasi ternama seperti Google, media sosial, hingga layanan pesan instan sepenuhnya tidak dapat diakses.

Menyebar propaganda negara

Selain pembatasan terhadap internet dan aplikasi global, sistem operasi (OS) pada ponsel juga diatur secara khusus. Maini menyebutkan bahwa OS ponsel Android dari Korea Utara ini tampak menjalankan Android 10 atau 11, yang merupakan versi OS yang sudah cukup lama.

Selain sistem operasi yang sudah usang, seluruh aplikasi di dalamnya merupakan salinan yang dibuat oleh Korea Utara. Beberapa aplikasi penting pada ponsel, seperti browser, kalender, kamera, hingga pemutar musik, tidak mampu berfungsi sebagaimana seharusnya.

Aplikasi tersebut justru digunakan untuk menyebarluaskan konten propaganda pemerintah. Maini menyebutkan beberapa aplikasi hanya menyajikan informasi mengenai pemimpin dan ideologi negara.

Sensor keras kata “Korea Selatan”

Ponsel Android asal Korea Utara ini dilengkapi dengan sensor yang sangat ketat, bahkan sampai ke tingkat pengetikan. Pada pengujian, Maini menunjukkan bahwa kata “Korea Selatan” tidak dapat ditulis secara biasa.

Sistem akan secara otomatis menggantinya dengan istilah yang bernada propaganda, seperti “negara boneka”, atau menyembunyikannya dengan tanda bintang. Istilah populer masa kini dan referensi budaya pop dari Korea Selatan juga menimbulkan peringatan sistem.

Pada beberapa situasi, teks yang dimasukkan pengguna akan secara otomatis diubah menjadi versi yang dianggap sesuai dengan ideologi negara.

Memata-matai pengguna

Selain pembatasan, ponsel Android Korea Utara dilengkapi dengan fitur pengawasan yang tersembunyi yang memantau kegiatan pengguna. Ponsel ini mampu mengambil tangkapan layar secara otomatis setiap kali pengguna membuka suatu aplikasi.

Gambar layar tersebut tersimpan dalam sistem, sehingga aktivitas pengguna bisa diikuti kapan saja.

Temuan ini mirip dengan laporan BBC beberapa waktu lalu, yang menyebutkan bahwa ponsel Korea Utara secara rutin mengambil screenshot setiap beberapa menit dan memblokir kata-kata tertentu yang dianggap tidak diperbolehkan.

Pembatasan lain yang ketat juga berlaku untuk berbagi foto, pengiriman file, hingga penggunaan Bluetooth. File yang berasal dari luar sistem resmi akan diberi tanda dan berisiko dihapus.

Sementara untuk menginstal aplikasi baru, pengguna perlu datang langsung ke toko resmi dan memperoleh izin pemerintah dengan masa berlaku tertentu, sebagaimana dilaporkan dariAndroid Authority.

Pada akhir video tersebut, Maini menyampaikan bahwa Korea Utara tidak memiliki konsep ponsel pribadi. Keseluruhan sistem ponsel dirancang agar pengguna tidak mampu berkomunikasi secara bebas, mengakses informasi dari luar, atau menyimpan data tanpa pengawasan pemerintah.

Dengan adanya pembatasan dan pengawasan yang ketat, sebagian besar pengguna mungkin tidak akan menggunakannya. Namun, siapa sangka bahwa ponsel yang tidak biasa dan mengorbankan privasi pengguna justru diminati di Korea Utara.

Samtaesung 8 menjadi ponsel yang paling diminati di Korea Utara pada tahun 2024, bersama dengan model HP lainnya seperti Chongsong 234 dan Chongsong 222, sebagaimana dilaporkanDaily North Korea. ***

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bimteknas PKS: Satukan Visi, Perkuat Loyalitas Wakil Rakyat

    Bimteknas PKS: Satukan Visi, Perkuat Loyalitas Wakil Rakyat

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 320
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar Konsolidasi Nasional dan Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) untuk seluruh pimpinan dan anggota fraksi PKS dari berbagai tingkatan legislatif se-Indonesia. Acara yang berlangsung pada 28–30 April 2025 di Hotel Bidakara, Jakarta, ini diikuti oleh 1.583 anggota legislatif PKS dan menjadi momen penting dalam memperkuat solidaritas serta kapasitas wakil rakyat […]

  • Plt. Bupati Sidoarjo Hadiri Sholawatan dan Ceramah Kebangsaan Polresta Sidoarjo: Harmoni Bersama Masyarakat

    Plt. Bupati Sidoarjo Hadiri Sholawatan dan Ceramah Kebangsaan Polresta Sidoarjo: Harmoni Bersama Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2024
    • account_circle Adis
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Diagram kota Sidoarjo– Plt. Bupati Sidoarjo H.Subandi menghadiri acara Polresta Sidoarjo Bersholawat dan Ceramah Kebangsaan di parkir Timur GOR Sidoarjo, Senin malam(15/7) dalam rangka Hari Bhayangkara ke-78. Acara ini berlangsung khidmat dan semarak, dihadiri oleh Habib Ali Zainal Abidin Assegaf, KH. Anwar Zahid, Habib Luthfi bin Yahya, jajaran Forkopimda Sidoarjo, anggota TNI-Polri, ulama, dan ribuan […]

  • Jelang Pilkada 2024, Kasat Samapta Polrestabes Surabaya Pastikan Kesiapan Pos Shelter

    Jelang Pilkada 2024, Kasat Samapta Polrestabes Surabaya Pastikan Kesiapan Pos Shelter

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 288
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024, Polrestabes Surabaya melalui Satuan Samapta terus memastikan kesiapan berbagai elemen pendukung keamanan di Kota Surabaya. Kasat Samapta Polrestabes Surabaya, AKBP Teguh Santoso, melaksanakan pengecekan langsung terhadap sejumlah Pos Shelter pada Kamis, 14 November 2024. Langkah ini merupakan tindak lanjut perintah Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Dr. […]

  • KLH: Alih Fungsi Lahan dan Sampah Penyebab Banjir Bali, 229 Perusahaan Dapat Proper Merah

    KLH: Alih Fungsi Lahan dan Sampah Penyebab Banjir Bali, 229 Perusahaan Dapat Proper Merah

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Faktor Lingkungan yang Memperparah Bencana Banjir di Bali DIAGRAMKOTA.COM –Ā Bencana banjir yang terjadi di Bali tidak hanya disebabkan oleh kondisi cuaca ekstrem, tetapi juga oleh berbagai faktor lingkungan yang memperburuk situasi. Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Rasio Ridho Sani, menyampaikan bahwa beberapa isu seperti alih fungsi lahan, pembangunan di […]

  • DPRD Surabaya Ingatkan Masyarakat untuk Waspadai Risiko Investasi Kripto yang Belum Terdaftar di OJK

    DPRD Surabaya Ingatkan Masyarakat untuk Waspadai Risiko Investasi Kripto yang Belum Terdaftar di OJK

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 211
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kota Surabaya kini menjadi ladang subur bagi promosi investasi berbasis aset digital. Mulai dari billboard raksasa, baliho LED, hingga konten bersponsor di media sosial, iklan tentang cryptocurrency menjamur di berbagai sudut kota. Sayangnya, fenomena ini berlangsung tanpa pengawasan yang memadai. Kondisi tersebut memantik keprihatinan kalangan legislatif. Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Achmad […]

  • Mahasiswa UWKS Gelar Aksi Serentak di Depan DPRD Jatim, Suarakan Lima Tuntutan

    Mahasiswa UWKS Gelar Aksi Serentak di Depan DPRD Jatim, Suarakan Lima Tuntutan

    • calendar_month Jumat, 23 Agt 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 171
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UWKS mengadakan aksi demonstrasi serentak di depan Gedung DPRD Jawa Timur, Jumat (23/8/2024) Aksi ini melibatkan sekitar 100 mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) serta Fakultas Hukum (FH), yang menyuarakan lima tuntutan utama. Kelima tuntutan tersebut mencakup pembubaran DPR […]

expand_less