Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PEMERINTAHAN » Kemenag: Menikah Butuh Kematangan Usia dan Tanggung Jawab

Kemenag: Menikah Butuh Kematangan Usia dan Tanggung Jawab

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Upaya Kemenag dalam Mencegah Pernikahan Anak di Bawah Umur

DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk menekan angka pernikahan anak di bawah umur. Meski secara nasional angka ini mengalami penurunan, Kementerian Agama (Kemenag) tetap melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami pentingnya menikah sesuai aturan yang berlaku.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah melibatkan siswa-siswi sekolah menengah. Sebanyak 1.500 murid madrasah Aliyah se-Kota Kendari mendapatkan pembekalan tentang pernikahan. Acara ini digelar sebagai bagian dari ajang Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional 2025. Melalui program ini, para siswa diberikan pemahaman tentang risiko pernikahan di bawah umur serta pentingnya kesiapan mental dan emosional sebelum menikah.

Data dari Kemenag menunjukkan bahwa jumlah pasangan yang menikah di bawah usia 19 tahun terus mengalami penurunan. Pada 2022, tercatat 8.804 pasangan. Angka ini turun menjadi 5.489 pada 2023, lalu kembali menurun menjadi 4.150 pasangan pada 2024. Penurunan ini menunjukkan efektivitas berbagai kebijakan dan program yang diterapkan.

Kepala Subdirektorat Keluarga Sakinah, Kemenag Zudi Rahmanto menjelaskan bahwa upaya pencegahan pernikahan di bawah umur dilakukan melalui kampanye Gerakan Sadar Pencatatan Nikah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencatatan pernikahan secara resmi di kantor urusan agama (KUA).

Menurut Zudi, pernikahan yang dicatatkan tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak. Ia menegaskan bahwa kesiapan menikah bukanlah soal usia, tetapi lebih pada kematangan tanggung jawab.

Selain itu, isu pencegahan pernikahan anak kini menjadi bagian penting dalam pembangunan beragama yang bermanfaat. Kemenag bekerja sama dengan madrasah, pesantren, dan komunitas pelajar untuk memperkuat bimbingan perkawinan (Bimwin) dan literasi keluarga. Dengan demikian, diharapkan dapat menciptakan keluarga yang kuat, sehingga masyarakat dan negara pun menjadi lebih kokoh.

Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS)

Pencegahan pernikahan di bawah umur juga dilakukan melalui program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Program ini menyasar siswa sekolah menengah untuk membekali mereka dengan wawasan seputar pernikahan, kesehatan reproduksi, dan ketahanan keluarga.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad menjelaskan bahwa BRUS telah menjadi bagian penting dari upaya Kemenag dalam mencegah pernikahan anak. Melalui program ini, remaja diajarkan pentingnya kesiapan mental, emosional, dan sosial sebelum memasuki usia pernikahan.

Abu menegaskan bahwa BRUS merupakan langkah strategis dalam membangun keluarga yang berkualitas sejak awal. Dengan pemahaman yang cukup, remaja diharapkan bisa membuat keputusan yang bijak dalam menghadapi masa depan mereka.

Pentingnya Sosialisasi dan Edukasi

Sosialisasi dan edukasi menjadi kunci utama dalam upaya mencegah pernikahan di bawah umur. Kemenag terus berkomitmen untuk memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar mereka memahami konsekuensi dari pernikahan yang tidak sesuai dengan aturan.

Dengan adanya berbagai program seperti Gerakan Sadar Pencatatan Nikah dan BRUS, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menikah secara resmi dan siap secara psikologis maupun sosial.

Kemenag juga terus memperkuat kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan dan komunitas lokal untuk memastikan bahwa pesan-pesan tentang pernikahan yang sehat dan bertanggung jawab sampai kepada seluruh lapisan masyarakat. Dengan begitu, diharapkan angka pernikahan anak di bawah umur terus menurun dan masyarakat Indonesia dapat hidup dalam lingkungan yang lebih aman dan sejahtera.

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bappenas

    Kepala Bappenas Dicopot, Istana Sebut Arief Prasetyo Bakal Ditugaskan di Tempat Lain

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 372
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah akan menugaskan Arief Prasetyo Adi ke tempat lain setelah dicopot sebagai Kepala Badan Pangan Nasional atau Bapanas pada 9 Oktober lalu. Prasetyo mengatakan fungsi Bapanas memang ada di Kementerian Pertanian sehingga kepala Bapanas dijabat oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman. “Dulu memang (Bapanas) ada di Kementan karena Mas […]

  • Resmi Dibuka, RSUD Eka Candrarini Utamakan Layanan Ibu dan Anak

    Resmi Dibuka, RSUD Eka Candrarini Utamakan Layanan Ibu dan Anak

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 312
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota Surabaya akan segera meresmikan RSUD Eka Candrarini, rumah sakit baru yang berlokasi di kawasan Medokan Asri Tengah. Dengan fokus utama pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, rumah sakit ini dirancang menjadi pusat layanan unggulan yang modern dan nyaman. (04/12/24) Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memastikan bahwa persiapan operasional rumah sakit ini […]

  • Eri Cahyadi walikota Surabaya menghadiri acara launching asidewi di BimaSakti farm pacet

    ALC Diluncurkan, Yayasan BimaSakti Siap Kawal Desa Wisata Mojokerto

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Adis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Yayasan BimaSakti menegaskan komitmennya untuk bersinergi bersama Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) dalam memajukan desa wisata di Kabupaten Mojokerto. Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran Asidewi Learning Center (ALC) di Pendopo Bimasakti Farm, Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kamis (29/1) sore. Melalui ALC, Yayasan BimaSakti siap menjadi wadah pembelajaran dan pendampingan bagi para pengelola desa wisata. […]

  • Agum Gumelar ke Wakapolri: Kedudukan Polri di Bawah Presiden

    Agum Gumelar ke Wakapolri: Kedudukan Polri di Bawah Presiden

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 90
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kamis, 29 Januari 2026 Ketua Umum Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI–Polri (PEPABRI), Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, menegaskan bahwa kedudukan Polri yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia Penegasan tersebut disampaikan kepada Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., saat menghadiri Musyawarah […]

  • Bancakan 130 Miliar di Bandung Barat: Pejabat Diduga Terlibat, KPK Periksa Tangan

    Bancakan 130 Miliar di Bandung Barat: Pejabat Diduga Terlibat, KPK Periksa Tangan

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Penolakan Masyarakat terhadap Bancakan Anggaran di Bandung Barat DIAGRAMKOTA.COM – Di Kabupaten Bandung Barat (KBB), penolakan masyarakat terhadap praktik bancakan anggaran semakin meningkat. Namun, tampaknya tindakan yang dilakukan oleh para elite birokrat setempat tidak menunjukkan kepedulian terhadap keluhan publik dan lembaga antikorupsi. Justru, muncul indikasi kuat adanya manuver politik dan birokrasi yang terstruktur antara Sekretaris Daerah […]

  • Perkuat Upaya Pencegahan, Ini Kata Ketua Komisi D Untuk Menanggulangi HIV Pada Anak Surabaya

    Perkuat Upaya Pencegahan, Ini Kata Ketua Komisi D Untuk Menanggulangi HIV Pada Anak Surabaya

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Diagramkota.com Surabaya – Kasus HIV pada anak-anak di Surabaya terus menjadi perhatian serius. Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr. Akmarawita Kadir, mengungkapkan data mengejutkan bahwa hingga September 2024, terdapat 5 anak berusia 0-14 tahun yang terinfeksi HIV. “Anak anak ini usia 0 sampai 14 tahun yang ada data saya lihat sampai September 2024,” kata dr […]

expand_less