Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » FORUM OPINI » Kritik atau Nyinyir? Wakil Rakyat Harus Berani Bicara, Bedah Batas Setipis Kertas

Kritik atau Nyinyir? Wakil Rakyat Harus Berani Bicara, Bedah Batas Setipis Kertas

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Agunk (Warga Negara Indonesia)

DIAGRAMKOTA.COM – Kritik atau nyinyir? Teruntuk yang terhormat kawan-kawan wakil rakyat di gedung parlemen Kota Pahlawan. Ketika kritik legislator dianggap nyinyir oleh eksekutif akan terbantahkan disini. Kita semua tahu! DPRD memiliki tiga fungsi, yaitu : Legislasi, berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah. Anggaran, Kewenangan dalam hal anggaran daerah(APBD). Pengawasan, Kewenangan mengontrol pelaksanaan perda dan peraturan lainnya serta kebijakan pemerintah daerah.

Sebelumnya, saya sempat berdiskusi dengan seorang anggota Dewan. Beliau berkomentar “judulnya ngeri”, terkait artikel berita kritik terhadap pemerintah kota. Kemudian saya menyampaikan, sebagai anggota dewan harus tetap konsisten meski warna politik sebagai pendukung dalam Pilkada 2024 lalu. Akan tetapi jangan sampai terkesan nyinyir timpal beliau.

Kritik Atau Nyinyir? Bedah Batas Setipis Kertas

Bedah batas perbedaan antara kritik dan nyinyir dalam perspektif UUD 1945 dan UU ITE memang penting, karena batasannya bisa kabur, terutama dalam ranah hukum dan opini publik. Berikut cara membedakannya kritik atau nyinyir:

1. Perspektif Konstitusi (UUD 1945)

Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 menyatakan bahwa β€œSetiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.” Ini berarti kritik adalah bagian dari hak warga negara untuk menyampaikan pendapat, termasuk terhadap kebijakan pemerintah.

Namun, kebebasan ini tidak absolut karena dibatasi oleh Pasal 28J ayat (2) yang menyatakan bahwa kebebasan seseorang dibatasi oleh hak orang lain serta ketertiban umum. Artinya, kritik harus berdasar, objektif, dan tidak melanggar norma hukum atau merugikan hak individu lain.

Perbedaan Kritik atau Nyinyir dalam Konstitusi:

Kritik β†’ Berorientasi pada perbaikan, berbasis fakta, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Nyinyir β†’ Lebih ke serangan personal, sindiran berulang, atau meremehkan tanpa solusi yang jelas.

Contoh:

βœ” Kritik: “Kebijakan subsidi BBM ini seharusnya dievaluasi karena lebih banyak dinikmati oleh golongan menengah atas.”

❌ Nyinyir: “Subsidi BBM? Ah, pasti buat memperkaya pejabat lagi!”

2. Kritik atau Nyinyir? Perspektif UU ITE

UU ITE sering digunakan dalam kasus pencemaran nama baik, yang terkadang membingungkan antara kritik dan nyinyir.

Pasal 27 ayat (3) UU ITE β†’ Mengatur tentang penghinaan dan pencemaran nama baik di dunia digital.

Pasal 28 ayat (2) UU ITE β†’ Mengatur larangan penyebaran kebencian atau hoaks.

Bagaimana membedakannya kritik atau nyinyir dalam konteks UU ITE?

Kritik: Didasarkan pada fakta dan tidak menyerang individu secara pribadi.

Nyinyir: Mengandung unsur penghinaan, menyebarkan kebencian, atau informasi yang tidak benar.

Contoh dalam ranah digital:

βœ” Kritik: “Kinerja dinas kebersihan perlu ditingkatkan karena masih banyak sampah menumpuk di beberapa titik kota.”

❌ Nyinyir: “Dinas kebersihan kerjanya tidur aja, gaji buta semua!” β†’ Bisa dianggap penghinaan dalam UU ITE.

3. Cara Agar Kritik Tidak Dianggap Nyinyir

Agar kritik tidak mudah dikriminalisasi atau disalahartikan sebagai nyinyir, perhatikan beberapa prinsip berikut:

βœ… Gunakan Fakta β†’ Kritik harus berbasis data, bukan asumsi atau fitnah.

βœ… Jangan Menyerang Personal β†’ Fokus pada kebijakan atau tindakan, bukan karakter seseorang.

βœ… Gunakan Bahasa yang Sopan β†’ Hindari kata-kata kasar atau sindiran berlebihan.

βœ… Tawarkan Solusi β†’ Kritik yang baik bukan hanya mengungkap masalah, tetapi juga memberi alternatif perbaikan.

Contoh:

βœ” Kritik yang Baik: “Kondisi jalan di daerah X rusak parah, mohon Pemkot segera memperbaiki untuk menghindari kecelakaan.”

❌Nyinyir: “Pemerintah ini kerjanya apa sih? Jalan rusak dibiarkan kayak kubangan!”

Jadi Kesimpulannya begini. Kritik sah secara konstitusional (UUD 1945) selama berbasis fakta dan bertujuan membangun.

Nyinyir bisa masuk ke ranah penghinaan atau pencemaran nama baik (UU ITE) jika menyerang personal, menyebarkan hoaks, atau berisi ujaran kebencian.

Cara terbaik menyampaikan kritik adalah dengan fakta, bahasa santun, dan fokus pada solusi agar tidak disalahartikan sebagai nyinyir.

Jadi, jangan takut mengkritik, tapi tetap hati-hati. Salam Nademkra!

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banyak Rumah Beralamat Sama di Surabaya, DPRD Desak Penertiban Data Kependudukan

    Banyak Rumah Beralamat Sama di Surabaya, DPRD Desak Penertiban Data Kependudukan

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 206
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko mengungkap fenomena banyaknya rumah tinggal yang menggunakan satu alamat yang sama di kota pahlawan. Satu alamat rumah tercatat bisa dihuni lebih dari tiga Kepala Keluarga (KK), bahkan dalam satu deret bangunan berbeda. Dia menilai kondisi ini melanggar aturan yang membatasi maksimal tiga KK dalam satu […]

  • Pemalang Umumkan Hari Keroncong Nasional, Dorong Pelestarian Musik Tradisional

    Pemalang Umumkan Hari Keroncong Nasional, Dorong Pelestarian Musik Tradisional

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Sejarah Baru dalam Pemalang: Hari Keroncong Nasional Dideklarasikan DIAGRAMKOTA.COM –Β Kabupaten Pemalang mencatat sejarah baru dengan deklarasi Hari Keroncong Nasional yang akan diperingati setiap tanggal 1 Oktober. Acara ini berlangsung di Pendopo Kabupaten Pemalang pada malam hari, Rabu (1/10), dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat seperti Forkopimda, Bupati Anom Widiyantoro, Wakil Bupati Nurkholes, kepala OPD, camat, […]

  • Anak Tega Aniaya Ayah Kandung hingga Tewas, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan di Surabaya

    Anak Tega Aniaya Ayah Kandung hingga Tewas, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan di Surabaya

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 235
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM ,- Polrestabes Surabaya kembal berhasil mengungkap kasus Sebuah tragedi memilukan mengguncang warga Surabaya, ketika seorang anak tega menghabisi nyawa ayah kandungnya sendiri. Peristiwa berdarah itu terjadi di kawasan Jalan Pattimura, Kecamatan Sukomanunggal, pada Sabtu dini hari, 5 April 2025. Pelaku yang diketahui berinisial AUO (22), warga Pabean Cantian, Surabaya, kini telah resmi ditetapkan sebagai […]

  • Pimpin Rapat Perluasan Makam RW 10 Tanah Kalikedinding, Camat Kenjeran Tepis Isu Penutupan Jalan

    Pimpin Rapat Perluasan Makam RW 10 Tanah Kalikedinding, Camat Kenjeran Tepis Isu Penutupan Jalan

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 228
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Camat Kenjeran, Yuri Widarko, memimpin rapat koordinasi bersama warga Kelurahan Tanah Kalikedinding terkait rencana perluasan area makam di RW 10, Jumat (22/11/2024) Pertemuan ini melibatkan jajaran kecamatan, LPMK Kelurahan Tanah Kalikedinding, beberapa ketua RW dan RT, serta perwakilan warga. Dalam rapat yang digelar untuk menuntaskan berbagai isu terkait, Camat Yuri menegaskan bahwa proyek […]

  • Jika Orang Menatap Anda di Tempat Umum, Ini 6 Perilaku yang Mungkin Anda Tunjukkan Tanpa Sadar

    Jika Orang Menatap Anda di Tempat Umum, Ini 6 Perilaku yang Mungkin Anda Tunjukkan Tanpa Sadar

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 130
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM –Β Apakah pernah Anda duduk di kafe, berdiri di halte, atau berjalan di pusat perbelanjaan, lalu merasa aneh seolah-olah banyak orang sedang memandang Anda? Seketika Anda menoleh, dan benar saja, ada seseorang yang tampak mengarahkan pandangan ke arah Anda. Kejadian ini sering memicu dua respons ekstrem: rasa percaya diri yang berlebihan atau justru rasa cemas […]

  • Penyebab Pemanasan Global Bumi Bukan Sekadar Polusi, Ini Penjelasannya

    Penyebab Pemanasan Global Bumi Bukan Sekadar Polusi, Ini Penjelasannya

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 114
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM –Β Pemanasan global yang terus meningkat selama beberapa tahun terakhir tidak sepenuhnya disebabkan oleh polusi udara seperti yang sering dipercaya masyarakat. Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa faktor utama pemanasan global adalah perubahan awan dan peningkatan panas yang terperangkap di sistem iklim bumi. Fenomena ini dikenal sebagai ketidakseimbangan energi Bumi, yaitu kondisi ketika energi dari Matahari […]

expand_less