Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EKONOMI » Sandiaga Salahuddin Uno Temui Pelaku Usaha di Bali 

Sandiaga Salahuddin Uno Temui Pelaku Usaha di Bali 

  • account_circle Arie Khauripan
  • calendar_month Rabu, 4 Sep 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Di sela-sela agenda HLF MSP dan IAF ke-2 2024, Menteri  Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno bertemu dengan pelaku usaha di Bali yang tergabung dalam Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) guna mendiskusikan arah pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ke depan.

Menparekraf Sandiaga dalam Audiensi Bersama GIPI di The Royal Santrian, Nusa Dua, Bali, Selasa (3/9/2024) mengatakan tahun 2024 menjadi tahun transisi dimana dokumen perencanaan jangka menengah dan jangka panjang nasional dan sektoral disusun.

Salah satunya penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Pariwisata yang menjadi acuan dalam pembangunan kepariwisataan dan ekonomi kreatif lima tahun ke depan.

“Kemudian penyelesaian undang-undang pariwisata terutama yang berkaitan dengan aspek keberlanjutan juga pengelolaan desa wisata dan bagaimana kita membuka peluang usaha bagi UMKM khususnya di desa-desa wisata di Indonesia,” ujar Sandiaga.

Menparekraf Sandiaga mengatakan, masukan atau usulan terkait arah kebijakan pembangunan industri pariwisata yang diharapkan oleh para pelaku usaha pariwisata terutama dari GIPI Bali sangat diperlukan.

Sebab tidak bisa dipungkiri bahwa 50 persen devisa negara berasal dari sektor pariwisata Bali dan ekosistem pariwisata Bali telah menjadi acuan dari pariwisata dunia.

“Ini (Renstra Pariwisata dan RUU Kepariwisataan) adalah perubahan yang cukup fundamental di dalam kepariwisataan kita, sehingga perlu kehati-hatian dan tidak terburu-buru karena masukan dari para pelaku pariwisata di seluruh wilayah nusantara ini sangat penting,” ujar Sandiaga.

Pelaku usaha parekraf Bali memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pandangan dan usulan mengenai hambatan atau kendala yang sedang dialami Bali saat ini dari mulai hulu ke hilir.

Beberapa di antaranya terkait persoalan digitalisasi, carrying capacity, usulan membangun Badan Pengelolaan Pariwisata, tata kelola destinasi pariwisata, alih fungsi lahan, hingga pengembangan wisata kesehatan yang dapat memberikan dampak terhadap peningkatan length of stay.

Prof. Nyoman Sunarta, Guru Besar Universitas Udayana, mengatakan wisatawan mancanegara yang datang ke Bali sudah mencapai 50,17 persen atau 3,5 juta perjalanan dari target 7 juta wisatawan di tahun 2024.

Sehingga strategi yang dilakukan pasca-pandemi membuahkan hasil. Kendati demikian ada beberapa hal yang perlu di evaluasi dan diperbaiki agar pariwisata Bali ke depan lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Yang terjadi saat ini Bali is not in control seperti masalah OSS yang menjadi review terkait bagaimana kita mengatur pembangunan di Bali. Kemudian dampaknya ada over development, over tourism,” ujar Prof. Nyoman.

Lebih lanjut Prof. Nyoman memahami bahwa over tourism ini penyebabnya bukan disebabkan oleh jumlah wisatawan yang meningkat melainkan tata kelola destinasi pariwisata yang kurang baik.

“Sehingga yang kita butuhkan ke depan adalah tata kelola dan standar pariwisata yang mengatur jumlah wisatawan per hari, dampak terhadap lingkungan hingga sosial seperti apa. Jadi harus berani kita punya seperti itu,” ujar Prof. Nyoman.

Di sisi lain, Ketua Bali Medical Tourism Association (BMTA), Dr. Gede Patra, melihat perlu adanya pengembangan yang lebih spesifik terkait wisata kesehatan di Bali. Dr. Gede berharap KEK Sanur dan KEK Kura-kura bisa memperkuat wisata kesehatan.

“Kami di Bali dengan potensi yang ada mulai bergerak. Dan kami juga berkoordinasi dengan desa wisata kemudian resort. Kami ingin memperkuat atau melengkapi program wellness Bali yang sudah dikenal,” ujar Dr. Gede.

Merespons hal tersebut, Menparekraf Sandiaga mengatakan kendala dan masukan yang diterima sudah menjadi catatan penting dan akan disampaikan dalam Ratas (Rapat Terbatas) bersama Presiden Joko Widodo.

Dalam Ratas nantinya akan membahas persoalan mengenai moratorium alih fungsi lahan dan moratorium pembangunan fasilitas akomodasi di Bali Selatan, hingga kebijakan OSS. Tentunya persoalan tersebut akan dibahas dengan kementerian/lembaga yang beririsan.

“Ratas itu akan diberikan arahan oleh Bapak Presiden yang nanti akan diimplementasikan bersama dengan Kementerian terkait,” kata Menparekraf Sandiaga.

Hadir dalam pertemuan tersebut Kadispar Prov Bali, Tjok Bagus Pemayun; Tokoh Masyarakat Bali, Ni Luh Djelantik; Ketua GIPI Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana; serta seluruh tamu undangan.

Turut mendampingi Menparekraf Sandiaga, Direktur Kajian Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, Agustini Rahayu; dan Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, I Gusti Ayu Dewi Hendriyani. (dk/niluh ishanori)

  • Penulis: Arie Khauripan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semarakkan Wisata Kota Lama Surabaya, A Hermas Thony Impikan Revitalisasi ‘Jembatan Angkat’ Petekan

    Semarakkan Wisata Kota Lama Surabaya, A Hermas Thony Impikan Revitalisasi ‘Jembatan Angkat’ Petekan

    • calendar_month Kamis, 18 Jul 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 202
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Sungai Kalimas dikeruk. Kegiatan ini sudah berjalan beberapa Minggu sebagai bagian dalam upaya revitalisasi kawasan kota lama. Sungai Kalimas memang tak terpisahkan dari Kota Lama Surabaya. Keberadaannya membelah kawasan ini. Di sisi Barat, terhampar zona Eropa. Di kawasan Timur ada zona Pecinan, Melayu dan Arab serta Ampel Denta dimana bangsa Jawa asal Trowulan […]

  • Persija Jakarta ,Borneo FC

    Persaingan Ketat di Super League 2025/26: Persija Jakarta Hadapi Borneo FC Samarinda

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 31
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pertandingan antara Persija Jakarta dan Borneo FC Samarinda menjadi salah satu laga paling dinantikan dalam kompetisi Super League 2025/26. Laga ini tidak hanya menentukan posisi klasemen, tetapi juga memengaruhi perjalanan tim-tim besar dalam persaingan gelar juara. Dengan skenario yang sangat ketat, pertemuan ini menjadi momen penting bagi kedua klub. Peta Persaingan di Klasemen Saat […]

  • Pansus penanganan banjir politisi golkar

    Pansus Penanganan Banjir, DPRD Surabaya Fokus Inovasi Drainase

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 374
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – DPRD Surabaya resmi membentuk (Panitia Khusus) Pansus Penanganan Banjir yang telah ditetapkan dalam rapat paripurna. Pansus ini bertugas membahas draf raperda penanggulangan banjir agar menjadi produk hukum yang komprehensif dan berkelanjutan dalam menangani banjir di Kota Pahlawan. Pansus Penanganan Banjir: Inovasi Drainase dan Mitigasi Banjir Anggota Pansus, Achmad Nurdjayanto, menegaskan bahwa salah satu […]

  • Pasar murah Sidoarjo

    Stabilitas Harga dan Inflasi di Jawa Timur, Pasar Murah Jadi Strategi Utama Pemprov

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 105
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Inflasi Provinsi Jawa Timur pada November 2025 tercatat sebesar 2,63% (year-on-year), menunjukkan kinerja yang relatif terkendali. Angka ini masih berada dalam rentang target inflasi nasional Bank Indonesia (BI), yaitu 2,5% ± 1%, dan bahkan sedikit lebih rendah dari inflasi nasional yang mencapai 2,72% (year-on-year) pada periode yang sama. Meski demikian, tekanan inflasi masih terasa, […]

  • Cekcok Berujung Maut: Paman Tewaskan Keponakan di Bangkalan

    Cekcok Berujung Maut: Paman Tewaskan Keponakan di Bangkalan

    • calendar_month Rabu, 3 Jul 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 248
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kabupaten Bangkalan, Madura, diguncang insiden penganiayaan tragis yang berujung pada kematian. Kejadian ini berlangsung pada Minggu (30/06/2024) di Desa Tanah Merah Laok, Kecamatan Tanah Merah, sekitar pukul 08.00 WIB di Dusun Tambak Agung. Peristiwa berdarah tersebut melibatkan paman dan keponakan, di mana pelaku berinisial H (60) adalah kakak kandung ibu korban, AM (41). […]

  • Sampah ,Kabupaten Malang

    Masalah Sampah di Kabupaten Malang: Tantangan dan Solusi yang Terus Berkembang

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 41
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kabupaten Malang, yang dikenal sebagai kota pendidikan dan pariwisata, kini menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Jumlah produksi sampah terus meningkat setiap tahun, mencerminkan pertumbuhan populasi dan perubahan gaya hidup masyarakat. Pada tahun 2024 dan 2025, total produksi sampah mencapai sekitar 80 ribu ton. Angka ini menunjukkan bahwa masalah sampah tidak hanya menjadi isu […]

expand_less