Menkeu Purbaya Tegaskan Tiga Mesin Ekonomi Harus Bergerak Bersamaan untuk Pertumbuhan Nasional
- account_circle Shinta ms
- calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM- Menteri Keuangan Republik Indonesia, Ir. Purbaya Yudhi Sadewa, MSc, PhD, menegaskan bahwa kunci percepatan pertumbuhan ekonomi nasional terletak pada keseimbangan antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor privat. Ia menyebut ketiga unsur tersebut sebagai “tiga mesin utama ekonomi” yang tidak boleh berjalan sendiri-sendiri.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya dalam acara Studium Generale Dies Natalis ke-71 Universitas Airlangga (UNAIR), di Aula Garuda Mukti, Kampus MERR-C Surabaya pada Senin (10/11/2025
Acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian akademik UNAIR yang menghadirkan pemangku kebijakan nasional untuk berbagi wawasan strategis kepada sivitas akademika.
“Ekonomi kita akan cepat kalau tiga mesin jalan, yakni fiskal, moneter, dan privat sektor. Jika dua itu jalan, tapi privat sektor tidak jalan, maka akan susah,” ujar Purbaya.
Menurutnya, keseimbangan kebijakan makroekonomi bukan hanya soal angka dan target, melainkan juga soal sinkronisasi antar sektor agar kebijakan fiskal dan moneter benar-benar mampu menumbuhkan aktivitas ekonomi riil.
Ia menegaskan, tanpa peran sektor swasta yang aktif, pertumbuhan ekonomi akan tertahan dan tidak inklusif.
Dalam paparannya, Purbaya juga menyoroti pentingnya penguatan permintaan domestik sebagai bantalan utama ketahanan ekonomi Indonesia di tengah tekanan global.
“Penguatan permintaan dalam negeri menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan ekonomi, terutama ketika tekanan global terus berulang,” tegasnya.
Purbaya menilai, Indonesia memiliki modal besar berupa populasi produktif dan pasar dalam negeri yang luas. Jika daya beli masyarakat terjaga, Indonesia tidak akan terlalu terguncang oleh fluktuasi eksternal seperti kenaikan suku bunga global atau pelemahan nilai tukar.
Lebih jauh, Menkeu Purbaya menekankan bahwa stabilitas ekonomi tidak cukup dilihat dari pergerakan suku bunga, melainkan juga dari pertumbuhan uang beredar dan konsistensi kebijakan. Ia mencontohkan pengalaman Indonesia saat melewati krisis global 2008, di mana nilai rupiah justru menguat meskipun suku bunga diturunkan.
“Dalam lebih dari 25 tahun saya mengamati ekonomi, kita bisa tumbuh di atas delapan persen dalam jangka panjang asalkan kebijakan fiskal, moneter, dan iklim investasi dijalankan dengan benar,” ujarnya.
Bagi Purbaya, konsistensi dan kehati-hatian fiskal bukan sekadar disiplin anggaran, tetapi fondasi untuk membangun kepercayaan pasar dan stabilitas jangka panjang. Ia mengingatkan bahwa tanpa kejelasan arah kebijakan, sektor privat akan ragu untuk berinvestasi.
Usai acara, Purbaya menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme mahasiswa Universitas Airlangga yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Dari antusiasme mahasiswa, ada yang duduk depan. Artinya mereka tahu bahwa apa yang disampaikan bisa mereka terima,” tuturnya. (sms)
- Penulis: Shinta ms

>
>