Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » FORUM OPINI » Saiful Huda Ems: Badai Ancaman PHK dan Solusinya

Saiful Huda Ems: Badai Ancaman PHK dan Solusinya

  • account_circle Arie Khauripan
  • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Kebijakan tarif resiprokal oleh Donald Trump, telah berpengaruh pada perekonomian dunia, khususnya Indonesia. Bahkan bagi negara-negara tertentu, ada yang dikenai tarif lebih tinggi, melebihi tarif yang ditetapkan Pemerintahan Amerika Serikat untuk Indonesia, yakni 32 % dari basis tarif sebesar 10 % yang diterapkan Amerika Serikat kepada semua negara dan tarif yang dikenakan AS saat ini.

Industri-industri di Indonesia yang terdampak oleh kebijakan tarif Donald Trump tersebut diantaranya adalah; Tekstil, Garmen (Sepatu), Elektronik, Pertambangan, Smelter, Mebeul, Perkebunan Kelapa Sawit, Perkebunan Karet dll. Para pekerja di sektor industri-industri tersebut telah terancam di PHK, bahkan malahan sebagian sudah memberlakukan PHK pada ribuan karyawannya.

Presiden Partai Buruh atau KSPI, Bang Said Iqbal telah menguraikan persoalan ini sangat detail dan cerdas, beliau sebagai Presiden Partai Buruh dan KSPI telah mengajukan rekomendasi pada Pemerintahan Prabowo Subianto antara lain; Pembentukan Satgas PHK, Melakukan renegosiasi terhadap neraca perdagangan antar Pemerintahan Indonesia dengan Pemerintahan Amerika Serikat.

Selain itu, Bang Said Iqbal juga mengingatkan Pemerintahan Prabowo Subianto, agar jangan menjadikan Indonesia sebagai sasaran empuk perpindahan pasar AS dari satu negara ke Indonesia. Industri dalam negeri haruslah dilindungi. Indonesia ini untuk penjualan sangat murah, namun pasarnya sangat bersar.

Karena itu Presiden Partai Buruh dan KSPI ini meminta agar PERMENDAG NO.8 Tahun 2023 segera dicabut, karena sangat memudahkan impor China yang datang ke Indonesia. Jika tidak, maka sebagaimana hasil riset Litbang KSPI dan Partai Buruh, PHK akan makin tinggi. Badai PHK gelombang kedua dalam kurun waktu 3 bulan kedepan diperkirakan akan mencapai 50.000 orang.

PHK tidak bisa dihindari namun bisa dikurangi. Olehnya Bang Said Iqbal meminta berhati-hati dalam menentukan Kebijakan Upah bagi buruh atau pekerja. Bang Said Iqbal memberikan contoh; orang yang kerja di Brebes pindah kerja ke Cirebon, karena beda upah 500.000 dan jarak tempuhnya hanya 15 menit.

Selama ini data PHK dari Pemerintah selalu berbeda dengan data yang sebenarnya terjadi di lapangan. Ini karena data dari Pemerintah itu diperoleh dari Disnaker Daerah, yang didapat dari laporan perusahaan yang menghindari pesangon karyawan dll.

Berbeda dengan data lapangan yang disiarkan oleh KSPI misalnya, yang memiliki Serikat Pekerja di perusahaan-perusahaan, sehingga laporannya lebih akurat.

Beberapa menteri yang terkait takut dimarahi oleh presiden, olehnya mereka tidak pernah transparan dalam memberitakan soal besarnya buruh yang terkena PHK. Tidak demikian halnya dengan laporan PHK yang diberikan oleh Partai Buruh atau KSPI yang tidak mempunyai beban apa-apa selain ingin mengangkat nasib jutaan buruh itu sendiri.

Situasi ekonomi dan sosial di atas sangat memerlukan perhatian khusus dari Pemerintah Indonesia khususnya, dan warga negara pada umumnya. Sebab jika tidak diperhatikan, maka badai ekonomi, sosial dan politik ke depan akan dahsyat sekali. Demonstrasi ke depan tidak akan lagi didominasi oleh adik-adik Mahasiswa, melainkan juga para buruh dan emak-emak di seluruh penjuru tanah air.

Pemerintahan Prabowo Subianto yang pejabatnya banyak didominasi oleh para pejabat titipan Jokowi, akan sempoyongan menghadapi ledakan demonstrasi, pengangguran dan kriminalitas yang diakibatkan oleh keterpurukan ekonomi dan hilangnya keteladanan dari para pemimpinnya.

Indonesia akan gonjang-ganjing, investor-investor dan investasi-investasinya akan berhamburan keluar, kabur, pindah keluar negeri (Capital Flight), Jokowi dan keluarganya akan diburu rakyat yang marah terhadap prilakunya yang telah menanamkan fondasi perekonomian yang rapuh dan dililit ribuan triliun hutang luar negeri.

Sadarkah kita sebagai bangsa terhadap ancaman ke depan bagi bangsa dan negara ini? Sadarkah kita sebagai warga negara yang selama ini tertipu oleh agitasi dan propaganda-propaganda Jokowi, yang menghamba pada gerombolan-gerombolan oligarky, dan yang sekarang kebijakan-kebijakannya telah dititipkan pada Prabowo dan anaknya Gibran Rakbuming Raka ini?.

Adili Jokowi, maka para investor akan berpikir 1000 x untuk melarikan diri dari Indonesia, karena Indonesia upah pekerja sangat murah dan para pembelinya melimpah ruah.

Satu pejabat di Eropa hanya butuh satu kendaraan, satu oknum pejabat di Indonesia butuh koleksi puluhan kendaraan. Sedangkan transportasi umum antar kotanya saja masih banyak yang rongsokan, itupun mending jika masih ada.

Satu pejabat di luar negeri hanya butuh menafkahi satu istri, satu oknum mantan (apalagi masih jadi) pejabat di Indonesia butuh menafkahi satu istri dan beberapa perempuan simpanannya. Tuh lihat Kang Ngemil contohnya.

Dimintai tanggung jawab oleh perempuan simpanannya malah ia mengelak dan lupa terhadap saham cair yang pernah diinvestasikannya. Apa yang terjadi kemudian? Kita lupa pada kasus korupsi besar yang diduga dilakukannya. Sapere aude ! (red/SHE).

Penulis: Saiful Huda Ems (SHE). Lawyer dan Analis Politik.

  • Penulis: Arie Khauripan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Revitalisasi Pasar Kembang, DPRD Surabaya Soroti Pembangunan Belum Maksimal

    Revitalisasi Pasar Kembang, DPRD Surabaya Soroti Pembangunan Belum Maksimal

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 224
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Komisi B DPRD Kota Surabaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Kembang pada Kamis (8/5/2025) untuk meninjau progres revitalisasi pasar yang terletak di Jalan Pasar Kembang. Sidak ini dipimpin oleh seluruh anggota Komisi B dan Direksi PD Pasar Surya, termasuk Direktur Utama Agus Priyo. Revitalisasi Pasar Kembang saat ini telah mencapai 90 persen […]

  • Rekomendasi Kuliner Kaki Lima Legendaris Surabaya, Nasi Campur Rp13 Ribu hingga Rawon

    Rekomendasi Kuliner Kaki Lima Legendaris Surabaya, Nasi Campur Rp13 Ribu hingga Rawon

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 206
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya terkenal sebagai kota yang memiliki berbagai macam makanan yang menggugah selera. Mulai dari makanan berat hingga camilan ringan, semuanya tersedia di kota yang dikenal sebagai Pahlawan ini. Tidak hanya restoran yang modern, makanan pinggir jalan di Surabaya juga memiliki tempat khusus di hati penduduknya. Banyak di antaranya telah menjadi ikon dan bertahan puluhan […]

  • Diskusi Vinus Forum dan GIAD: Demokrasi Terhambat Kebijakan KPU dan ‘Mulyonisme’

    Diskusi Vinus Forum dan GIAD: Demokrasi Terhambat Kebijakan KPU dan ‘Mulyonisme’

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Forum Diskusi Kritik KPU dengan Tema “Mulyonisme” DIAGRAMKOTA.COM – Sebuah forum diskusi yang menarik perhatian publik diadakan oleh Vinus Forum bekerja sama dengan Gerakan untuk Indonesia Adil dan Demokratis (GIAD) di kantor Yayasan Visi Nusantara Maju, Cibinong, Bogor, pada Jumat sore, 19 September 2025. Acara ini mengangkat topik penting yaitu “KPU: Kebijakan Aneh-aneh dan Paham Mulyonisme”. […]

  • KPK Periksa Mantan Direktur Allo Bank Terkait Kasus EDC BRI

    KPK Periksa Mantan Direktur Allo Bank Terkait Kasus EDC BRI

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Pemeriksaan Terhadap Mantan Direktur Utama Allo Bank Indonesia DIAGRAMKOTA.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan terhadap mantan Direktur Utama PT Allo Bank Indonesia, Indra Utoyo. Ia diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi dalam kasus korupsi pengadaan mesin electronic data capture (EDC) di Bank BRI pada periode 2020-2024. Pemeriksaan ini dilakukan di Gedung Merah Putih KPK […]

  • Polres Kerinci Raih Penghargaan Kompolnas Awards 2025, Kapolda Jambi: Contoh Peningkatan Pelayanan

    Polres Kerinci Raih Penghargaan Kompolnas Awards 2025, Kapolda Jambi: Contoh Peningkatan Pelayanan

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Polres Kerinci Meraih Penghargaan Kompolnas Awards 2025 DIAGRAMKOTA.COM – Dalam penyelenggaraan Kompolnas Awards 2025 di Jakarta, Polres Kerinci yang berada di bawah naungan Polda Jambi berhasil meraih penghargaan kategori Terbaik Tingkat Polres Kelompok B. Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen dan inovasi yang dilakukan oleh jajaran kepolisian di wilayah tersebut. Penghargaan ini mendapat apresiasi dari Kapolda […]

  • Tenda Ilegal Dibiarkan, MAKI Jatim Bakal ‘Geruduk’ Satpol PP Surabaya

    Tenda Ilegal Dibiarkan, MAKI Jatim Bakal ‘Geruduk’ Satpol PP Surabaya

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 392
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Empat hari sudah tenda penggalangan massa milik Cak Sholeh berdiri di pelataran Taman Apsari, Surabaya. Namun hingga Minggu (24/8/2025), belum ada langkah penertiban dari Satpol PP. Kondisi ini menuai kritik tajam dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur yang menilai Pemkot Surabaya melakukan pembiaran terhadap pelanggaran Perda No 2 Tahun 2020. Ketua […]

expand_less