Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PEMERINTAHAN » LEGISLATIF » DPRD Surabaya Cari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, Cak YeBe: Fokus Manfaat Nyata bagi Warga

DPRD Surabaya Cari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, Cak YeBe: Fokus Manfaat Nyata bagi Warga

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month 41 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ringkasan Berita:
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menegaskan polemik eks tanah ganjaran Kelurahan Sumur Welut tidak berhenti pada persoalan legalitas ruilslag tahun 1994. DPRD bersama warga, Pemkot Surabaya, dan pihak terkait kini fokus mencari solusi agar masyarakat memperoleh manfaat nyata dari proses tukar guling tersebut. Sejumlah usulan seperti gedung serbaguna, sentra UMKM, sarana olahraga, hingga lahan produktif mulai dibahas sebagai bentuk kompensasi yang lebih dirasakan warga.

DPRD Surabaya Bahas Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut

DIAGRAMKOTA.COMKetua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, memastikan persoalan eks tanah ganjaran Kelurahan Sumur Welut tidak akan berhenti pada polemik ruilslag atau tukar guling yang terjadi puluhan tahun lalu.

Dalam hearing Komisi A DPRD Surabaya, Jumat (12/6/2026), DPRD bersama warga, Pemerintah Kota Surabaya, dan pihak terkait sepakat untuk mencari solusi agar masyarakat tetap memperoleh manfaat nyata dari proses tukar guling tersebut.

Warga Sudah Legowo, Tapi Pertanyakan Manfaat

Dalam keterangannya, Yona menjelaskan bahwa warga sebenarnya telah menerima proses ruilslag yang dilakukan pada tahun 1994 antara PT Bakti Tamara dan Pemerintah Kota Surabaya. Namun, masyarakat mempertanyakan manfaat yang mereka rasakan hingga saat ini.

“Hari ini kami membahas aduan warga Kelurahan Sumur Welut terkait proses ruilslag atau tukar guling yang terjadi pada tahun 1994 antara PT Bakti Tamara dengan Pemerintah Kota Surabaya. Warga sebenarnya sudah legowo terhadap proses yang terjadi, tetapi mereka mempertanyakan manfaat yang dirasakan hingga hari ini,” kata Yona usai hearing di Komisi A DPRD Surabaya.

Dalam rapat tersebut terungkap bahwa tanah ganjaran seluas sekitar 14 hektare di Sumur Welut ditukar dengan lahan pengganti di Sumberrejo seluas 15,6 hektare.

Lahan Pengganti Dinilai Tidak Sesuai Kebutuhan Warga

Meski luas lahan pengganti lebih besar, warga merasa keberatan karena lokasi lahan berada cukup jauh dari Sumur Welut dan memiliki karakteristik yang berbeda dengan mata pencaharian mayoritas warga.

“Tanah pengganti berada cukup jauh dan sebagian besar berupa tambak. Sementara warga Sumur Welut mayoritas bercocok tanam sehingga mereka merasa tidak memperoleh manfaat ekonomi dari tanah pengganti tersebut,” ujar politisi Gerindra yang akrab disapa Cak Yebe ini.

Perbedaan karakteristik lahan tersebut membuat warga merasa sulit memanfaatkan aset pengganti secara optimal untuk mendukung ekonomi mereka.

Legalitas Tidak Dipermasalahkan, Fokus pada Solusi

Berdasarkan hasil rapat yang tertuang dalam resume Komisi A DPRD Surabaya, seluruh peserta sepakat untuk tidak lagi mempermasalahkan legalitas proses tukar menukar yang telah dilakukan sesuai ketentuan.

Fokus pembahasan kini diarahkan pada upaya menghadirkan manfaat langsung bagi warga Sumur Welut melalui program pembangunan dan pemanfaatan aset pemerintah yang lebih dekat dengan wilayah mereka.

“Negara harus hadir menyelesaikan persoalan ini. Tidak bisa kemudian persoalan warga dibiarkan begitu saja. Karena itu kami meminta Pemkot mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang selama ini belum terealisasi,” tegas Yona.

Warga Usulkan Gedung Serbaguna hingga Lahan Produktif

Melalui pihak kecamatan, warga Sumur Welut menyampaikan sejumlah kebutuhan yang diharapkan dapat dipenuhi sebagai bentuk manfaat nyata dari penyelesaian persoalan tersebut.

Beberapa usulan yang muncul antara lain:

  • Gedung serbaguna untuk kegiatan masyarakat.
  • Sentra UMKM guna mendukung ekonomi warga.
  • Taman bermain anak dan sarana olahraga.
  • Lahan produktif yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk pertanian.

Menindaklanjuti usulan itu, Komisi A meminta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) bersama Kecamatan Lakarsantri melakukan pendataan aset milik Pemkot Surabaya di sekitar Sumur Welut.

Hasil pendataan tersebut diminta dilaporkan maksimal dalam waktu 30 hari kerja.

“BPKAD akan mengkaji kemungkinan adanya aset tanah milik Pemkot di Sumur Welut yang dapat dimanfaatkan warga, termasuk tanah pertanian produktif sebagai bentuk kompensasi yang lebih dirasakan manfaatnya,” jelas Yona.

DPRD Dorong Program CSR PT Bakti Tamara

Selain meminta langkah dari pemerintah kota, Komisi A DPRD Surabaya juga mendorong PT Bakti Tamara untuk memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Menurut Yona, pemberdayaan ekonomi dan penciptaan peluang kerja bagi warga merupakan bagian penting dari solusi jangka panjang.

“Kami mendorong PT Bakti Tamara berkoordinasi dengan kelurahan, LPMK, dan seluruh ketua RW terkait program CSR. Yang diinginkan warga pada dasarnya adalah manfaat ekonomi yang nyata, baik melalui pemberdayaan usaha, lapangan kerja, maupun program sosial lainnya,” pungkasnya.

DPRD Ingin Penyelesaian yang Berkeadilan

Langkah yang diambil DPRD Surabaya menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan eks tanah ganjaran Sumur Welut tidak lagi hanya berkutat pada aspek hukum dan administrasi.

Yang menjadi perhatian utama kini adalah bagaimana warga yang terdampak tetap mendapatkan manfaat ekonomi dan sosial yang nyata dari aset yang dahulu berasal dari tanah ganjaran desa mereka.***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polri: Puncak Arus Balik Diprediksi 24 dan 28–29 Maret 2026

    Polri: Puncak Arus Balik Diprediksi 24 dan 28–29 Maret 2026

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 100
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kepolisian Negara Republik Indonesia menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 pada hari ke-10 berjalan aman dan kondusif. Berdasarkan laporan periode Sabtu, 21 Maret 2026 pukul 18.00 WIB hingga Minggu, 22 Maret 2026 pukul 06.00 WIB, tidak terdapat kejadian menonjol yang mengganggu stabilitas kamtibmas. Meski demikian, Polri mencatat masih adanya dinamika di lapangan, khususnya […]

  • Avengers Doomsday, X-Men

    X-Men Kembali di Avengers Doomsday, Reaksi Penggemar Mengguncang Media Sosial

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 146
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kembalinya tokoh-tokoh legendaris dari serial X-Men ke dalam Marvel Cinematic Universe (MCU) menjadi berita yang sangat dinantikan oleh penggemar. Dalam teaser terbaru film Avengers: Doomsday, tiga karakter utama dari X-Men—Professor X, Magneto, dan Cyclops—muncul kembali dengan penampilan yang memicu gelombang nostalgia dan antusiasme di kalangan penggemar. Teaser ini dirilis secara resmi oleh Marvel Studios […]

  • Prediksi Performa Pertandingan Gamba Osaka dan Tokyo Verdy di J-League 2025

    Prediksi Performa Pertandingan Gamba Osaka dan Tokyo Verdy di J-League 2025

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 206
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Gamba Osaka dan Tokyo Verdy akan bertemu dalam pertandingan yang menarik di J-League pada 6 Desember 2025. Kedua tim memiliki catatan kinerja yang berbeda, dengan Gamba Osaka tampil lebih dominan dalam beberapa musim terakhir. Namun, Tokyo Verdy juga menunjukkan potensi untuk memberikan perlawanan ketat. Statistik Tim Gamba Osaka Gamba Osaka telah memainkan 37 pertandingan […]

  • Patroli Polres Gresik Tangkap Pemuda Bersenjata dan Amankan 12 Kendaraan

    Patroli Polres Gresik Tangkap Pemuda Bersenjata dan Amankan 12 Kendaraan

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 245
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Upaya Polres Gresik dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat kembali membuahkan hasil. Pada Minggu dini hari (08/09/2024), Unit Raimas dan Dalmas Sat Samapta Polres Gresik berhasil mengamankan lima pemuda di dua lokasi berbeda di Gresik. Empat di antaranya diketahui masih di bawah umur. Penangkapan ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai keberadaan sekelompok […]

  • Saham BMRI Naik ke Rp4.120 pada 15 Oktober 2025, Rebound Kecil di Tengah Sentimen Negatif

    Saham BMRI Naik ke Rp4.120 pada 15 Oktober 2025, Rebound Kecil di Tengah Sentimen Negatif

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Penguatan Awal Saham Bank Mandiri di Tengah Pergerakan IHSG yang Stabil DIAGRAMKOTA.COM – Pada perdagangan Rabu, 15 Oktober 2025, harga saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terpantau menguat secara tipis di awal sesi perdagangan. Saham BMRI dibuka naik sebesar 30 poin atau sekitar 0,73% ke posisi Rp4.120 per lembar saham, dari penutupan sebelumnya di Rp4.090. […]

  • Kejagung Kembalikan Rp13,2 Triliun Uang Korupsi ke Negara

    Kejagung Kembalikan Rp13,2 Triliun Uang Korupsi ke Negara

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Pemerintah Terima Uang Rampasan Korupsi Senilai Rp13,255 Triliun DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah kembali menerima dana hasil rampasan dari kasus korupsi sebesar Rp13,255 triliun. Dana tersebut diserahkan langsung oleh Jaksa Agung kepada Menteri Keuangan sebagai bentuk pemulihan kerugian negara. Penyerahan uang ini dilakukan dalam rangka memastikan keadilan ekonomi dan penggunaan dana publik yang lebih efisien. “Barang rampasan negara […]

expand_less