Hari Lahir Pancasila, Ketua DPRD Surabaya Ajak Generasi Muda Teladani Nilai Bung Karno
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Momen Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni menjadi kesempatan emas bagi Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri untuk memperkuat semangat kebangsaan di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Ia menekankan pentingnya meneladani nilai-nilai perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno atau Bung Karno.
Pentingnya Nilai-Nilai Bung Karno dalam Kehidupan Modern
Syaifuddin Zuhri menjelaskan bahwa ajaran Bung Karno tentang persatuan, gotong royong, dan cinta tanah air masih relevan di tengah tantangan zaman. Ia menilai, spirit dan nilai perjuangan yang diberikan oleh Bung Karno harus terus membumi di Kota Surabaya, karena kota ini adalah tempat kelahirannya.
“1 Juni adalah Hari Lahir Pancasila. Ini juga bulan kelahiran tokoh besar, proklamator sekaligus arek Surabaya asli, Bung Karno. Spirit dan nilai perjuangan yang beliau wariskan harus terus membumi di Kota Surabaya,” ujarnya.
Sejarah Peringatan Hari Lahir Pancasila
Peringatan Hari Lahir Pancasila dimaksudkan untuk mengenang pidato Bung Karno dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945. Dalam pidato tersebut, ia memperkenalkan konsep dasar negara Indonesia, yakni Pancasila.
Menurut Syaifuddin, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan diwariskan Bung Karno tetap relevan dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang masyarakat Indonesia.
Tanggung Jawab Generasi Muda dalam Melestarikan Semangat Kebangsaan
Ia menilai generasi muda memiliki tanggung jawab besar untuk melanjutkan semangat kebangsaan tersebut melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini bisa dilakukan baik di lingkungan keluarga, sekolah, kampus, maupun masyarakat.
Momentum Strategis untuk Memperkuat Toleransi dan Gotong Royong
Syaifuddin juga menaruh perhatian pada peringatan Hari Lahir Pancasila yang berdekatan dengan Hari Jadi Kota Surabaya. Ia menilai momen ini menjadi strategis untuk memperkuat nilai toleransi, kebersamaan, dan gotong royong di tengah masyarakat.
Program Pemerintah Kota Surabaya untuk Meningkatkan Kerukunan Warga
Sebagai bentuk implementasi nilai-nilai Pancasila, Syaifuddin mendukung berbagai program Pemerintah Kota Surabaya yang bertujuan memperkuat kerukunan warga. Salah satunya adalah pengembangan Kampung Pancasila di berbagai wilayah.
“Saya mengajak seluruh anak muda dan warga Kota Surabaya untuk terus menggelorakan semangat gotong royong, menjaga kampung, menjaga kota, serta membudayakan sikap saling peduli, menghormati, dan menghargai sesama,” katanya.
Budaya Arek Surabaya sebagai Modal Sosial Penting
Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan bahwa setiap perbedaan yang muncul di tengah masyarakat harus diselesaikan melalui dialog dan musyawarah. Menurutnya, budaya arek Surabaya yang mengedepankan kebersamaan dan kebiasaan berdiskusi menjadi modal sosial penting dalam menjaga keharmonisan kota.
“Budaya arek Surabaya adalah duduk bersama, cangkrukan, dan mencari solusi bersama. Tidak boleh ada pertikaian. Semua persoalan atau kepentingan lainnya bisa dirumuskan bersama sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Kemajuan Daerah Tidak Hanya Ditentukan oleh Infrastruktur
Syaifuddin menekankan bahwa kemajuan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga oleh kuatnya karakter kebangsaan, semangat gotong royong, serta kepedulian sosial masyarakatnya.
Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, ia optimistis Surabaya akan terus berkembang sebagai kota yang maju, inklusif, dan harmonis tanpa kehilangan identitas kebangsaan yang menjadi fondasi utama kehidupan bermasyarakat.
“Momentum Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno harus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa persatuan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama adalah fondasi utama dalam membangun Surabaya yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.***

>

Saat ini belum ada komentar