Ketua DPRD Surabaya: Spirit Bung Karno Harus Terus Membumi di Kota Pahlawan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemimpin masyarakat, khususnya generasi muda, diwajibkan untuk mengamalkan nilai-nilai perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno atau Bung Karno. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri, dalam momentum Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni.
Menurut Syaifuddin Zuhri, semangat persatuan, gotong royong, dan kebangsaan yang diwariskan Bung Karno harus terus dijaga dan diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menegaskan bahwa spirit dan nilai perjuangan Bung Karno harus terus membumi di Kota Surabaya karena ini adalah kota kelahirannya.
Hari Lahir Pancasila diperingati setiap 1 Juni untuk mengenang pidato Bung Karno dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) tahun 1945, yang memperkenalkan konsep dasar negara Indonesia, yakni Pancasila.
Syaifuddin menilai nilai-nilai perjuangan Bung Karno tetap relevan hingga kini, terutama dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman. Karena itu, ia menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam melanjutkan semangat kebangsaan tersebut.
Momentum Penting untuk Menjaga Persatuan
Peringatan Hari Lahir Pancasila yang berdekatan dengan Hari Jadi Kota Surabaya menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan, toleransi, serta budaya gotong royong di tengah masyarakat.
Sebagai implementasi nilai-nilai Pancasila, Syaifuddin mendukung berbagai langkah Pemerintah Kota Surabaya dalam memperkuat kerukunan warga, termasuk melalui pengembangan Kampung Pancasila di berbagai wilayah.
Ia mengajak seluruh anak muda dan warga Kota Surabaya untuk terus menggelorakan semangat gotong royong, menjaga kampung, menjaga kota, serta membudayakan sikap saling peduli, menghormati, dan menghargai sesama.
Budaya Arek Surabaya sebagai Modal Sosial
Politisi PDI Perjuangan itu juga menegaskan bahwa setiap perbedaan yang muncul di tengah masyarakat harus diselesaikan melalui musyawarah dan dialog. Menurutnya, budaya khas arek Surabaya yang mengedepankan kebersamaan menjadi modal sosial penting dalam menjaga keharmonisan kota.
“Budaya arek Surabaya adalah duduk bersama, cangkrukan, dan mencari solusi bersama. Tidak boleh ada pertikaian. Semua persoalan maupun kepentingan lainnya bisa dirumuskan bersama sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Peran Pemerintah dalam Menciptakan Kehidupan yang Harmonis
Lebih lanjut, Syaifuddin menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, ia optimistis Surabaya akan terus berkembang menjadi kota yang inklusif, modern, sekaligus mampu menjaga persatuan dalam keberagaman.
Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kuatnya karakter kebangsaan, semangat gotong royong, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Momentum untuk Memperkuat Fondasi Keberagaman
“Momentum Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno harus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa persatuan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama merupakan fondasi utama dalam membangun Surabaya yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera,” pungkasnya.***

>

Saat ini belum ada komentar