Kritik Keras Warga Peneleh terhadap Pelayanan Kesehatan dan Infrastruktur di Kota Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Dalam reses yang digelar di kawasan Peneleh, Kota Surabaya, masyarakat mengungkapkan berbagai keluhan terkait pelayanan kesehatan dan infrastruktur. Isu-isu seperti diskriminasi pasien BPJS Kesehatan serta lambannya penanganan darurat menjadi fokus utama pembicaraan.
Farida, warga RT 03 Peneleh, menyampaikan pengalaman buruk seorang warga yang menggunakan BPJS Kesehatan dan menderita kanker payudara. Menurutnya, pasien tersebut dipulangkan dari rumah sakit sebelum kondisinya benar-benar pulih.
“Apakah kalau pasien belum sembuh total harus dipulangkan dulu lalu dirujuk kembali ke rumah sakit? Kemarin ada warga kami yang diperlakukan seperti itu sampai akhirnya meninggal dunia,” ujar Farida dengan nada kecewa.
Selain masalah kesehatan, warga juga mengkritik SOP penanganan pasien kritis oleh layanan darurat Command Center 112. Farida menilai petugas medis di lapangan terlalu birokratis karena harus menunggu arahan pusat, padahal kondisi pasien sudah dalam fase kritis. Akibat keterlambatan penanganan, seorang warga yang dievakuasi akhirnya mengembuskan napas terakhir setelah tiga hari dirawat di rumah sakit.
Pernyataan Anggota DPRD Surabaya
Menanggapi keluhan warga, Budi Leksono, anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya dan Ketua Fraksi PDI Perjuangan, menegaskan akan segera menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan masyarakat.
“Kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota melalui Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan pihak BPJS Kesehatan. Ini menjadi catatan khusus kami. Pelayanan rumah sakit terhadap pasien BPJS tidak boleh diskriminatif,” tegas legislator yang akrab disapa Abah Buleks.
Terkait sorotan tajam pada sistem Command Center 112, Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini meminta adanya evaluasi total terhadap kapasitas personel di garda terdepan.
“Tim yang bergabung harus benar-benar ahli di bidangnya agar penanganan kedaruratan warga bisa berjalan cepat dan tepat,” imbuhnya.
Isu Infrastruktur dan Pendidikan
Selain isu kesehatan yang krusial, forum warga tersebut juga membedah persoalan infrastruktur dan pendidikan di kawasan bersejarah tersebut. Warga Kampung Pandean mendesak Pemkot Surabaya segera memperbaiki jalan paving dan gorong-gorong. Perbaikan ini dinilai mendesak demi keselamatan warga sekaligus menunjang kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata sejarah tersebut.
Analisis dan Rekomendasi
Masalah pelayanan kesehatan dan infrastruktur yang dialami warga Peneleh mencerminkan tantangan yang masih dihadapi oleh masyarakat bawah di Kota Surabaya. Evaluasi terhadap sistem BPJS Kesehatan dan peningkatan kapasitas tenaga medis menjadi langkah penting untuk memastikan layanan yang lebih baik.
Warga juga membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah dalam hal pembenahan infrastruktur, terutama di wilayah yang memiliki nilai sejarah dan pariwisata. Penanganan yang cepat dan efektif akan berdampak positif pada kualitas hidup masyarakat dan daya tarik wisatawan.
FAQ (Tanya Jawab)
Q: Apa penyebab diskriminasi pasien BPJS di Surabaya?
A: Diskriminasi pasien BPJS biasanya terjadi karena kurangnya sosialisasi kebijakan dan ketidakpahaman staf rumah sakit terhadap regulasi BPJS.
Q: Bagaimana cara meningkatkan kinerja Command Center 112?
A: Perlu dilakukan evaluasi terhadap kapasitas dan keterampilan petugas, serta peningkatan koordinasi antara pusat dan lapangan.
Q: Apa solusi untuk perbaikan infrastruktur di Peneleh?
A: Pemkot Surabaya perlu segera melakukan perbaikan jalan paving dan gorong-gorong, serta meningkatkan fasilitas umum lainnya.***

>

Saat ini belum ada komentar