RPH Surabaya Pastikan Pemotongan Hewan Kurban Higienis dan Sesuai Syariat, 166 Sapi Sudah Terdaftar
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 50 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
RPH Surabaya Fokus Hadirkan Layanan Kurban Aman dan Profesional
DIAGRAMKOTA.COM — PT Rumah Potong Hewan Surabaya Perseroda menegaskan komitmennya menghadirkan layanan pemotongan hewan kurban yang amanah, transparan, profesional, dan memenuhi standar higienitas menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular sekaligus memastikan daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat aman dan layak konsumsi.
Pelaksanaan layanan kurban tahun ini juga mengacu pada Surat Edaran Wali Kota Surabaya Nomor 500.7.2.4/11606/436.7.9 Tahun 2026 tentang Pengawasan Pelaksanaan Kurban yang mengatur pemeriksaan kesehatan hewan, kebersihan lokasi pemotongan, hingga pengelolaan limbah kurban.
Ratusan Sapi Kurban Sudah Terdaftar di RPH Surabaya
Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar A. Isnugroho, mengatakan layanan pemotongan hewan kurban tahun ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 27 hingga 30 Mei 2026.
Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap layanan RPH Surabaya terus meningkat setiap tahun.
“Hingga saat siang ini sudah tercatat 166 ekor sapi yang akan dipotong di RPH Surabaya dan jumlahnya masih berpotensi bertambah karena pendaftaran baru ditutup hari ini,” kata Fajar, Selasa (26/5/2026).
Ia menjelaskan, hewan kurban tersebut berasal dari berbagai kalangan, mulai dari bantuan Wali Kota Surabaya, Pemerintah Kota Surabaya, partai politik, organisasi masyarakat, PKK, masjid, yayasan, hingga pelanggan lama yang kembali menggunakan layanan RPH.
Semua Hewan Kurban Wajib Jalani Pemeriksaan Kesehatan
Fajar menegaskan seluruh hewan kurban yang masuk ke RPH wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal sebagai syarat utama sebelum penyembelihan dilakukan.
Selain itu, seluruh sapi diwajibkan masuk ke area RPH sehari sebelum jadwal pemotongan untuk menjalani masa istirahat dan pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan.
“Sesuai SOP, semua sapi harus masuk sehari sebelumnya untuk diistirahatkan dan dilakukan pemeriksaan kesehatan. Setelah tiba, hewan akan dikelompokkan dan ditempatkan di area persiapan sebelum dipotong pada hari pelaksanaan,” ujarnya.
Tim dokter hewan RPH juga melakukan pemeriksaan antemortem guna memastikan kondisi hewan benar-benar sehat sebelum disembelih.
Daging Tidak Layak Konsumsi Dipastikan Dimusnahkan
Tak hanya pemeriksaan sebelum penyembelihan, RPH Surabaya juga melakukan pemeriksaan pascapemotongan terhadap seluruh daging hasil sembelihan.
Menurut Fajar, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan daging yang dibagikan kepada masyarakat benar-benar aman dikonsumsi.
“Setelah pemotongan, pemeriksaan kembali dilakukan terhadap daging hasil sembelihan. Jika ditemukan bagian yang tidak layak konsumsi, maka akan dipisahkan dan dimusnahkan agar tidak beredar di masyarakat,” tegasnya.
Pengkurban Diminta Siapkan Saksi Proses Penyembelihan
Dalam menjaga transparansi dan kepatuhan terhadap syariat, RPH Surabaya juga meminta setiap pengkurban menyiapkan dua orang saksi untuk menyaksikan langsung proses penyembelihan hingga pencacahan daging.
Fajar memastikan seluruh bagian hewan kurban dikembalikan sepenuhnya kepada pengkurban tanpa ada potongan bagian tertentu sebagai kompensasi jasa pemotongan.
“Seluruh bagian hewan kurban sepenuhnya kami kembalikan kepada pengkurban, mulai dari daging, tulang, jeroan yang sudah dibersihkan, kepala beserta otak, lidah, cingur, kulit, hingga kaki. RPH tidak mengambil bagian apa pun sebagai kompensasi jasa pemotongan,” jelasnya.
Kulit dan Kaki Hewan Kurban Bisa Dihibahkan untuk Musala
Ia menambahkan, apabila pengkurban ingin menghibahkan bagian tertentu seperti kulit atau kaki hewan, hasil penjualannya akan dimanfaatkan untuk kepentingan musala di lingkungan RPH Surabaya.
“Hasil hibah itu bukan untuk keuntungan perusahaan maupun panitia kurban, tetapi digunakan untuk kepentingan musala RPH,” terangnya.
Gunakan Plastik Food Grade dan Libatkan 160 Petugas
Dalam proses pengemasan, RPH Surabaya menggunakan plastik food grade khusus makanan guna menjaga kualitas dan kebersihan daging kurban.
Sejumlah pengkurban juga disebut membawa besek sendiri untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Untuk mendukung kelancaran layanan kurban, RPH Surabaya menerjunkan sekitar 160 petugas yang terdiri dari tim pemotongan, pencacahan, hingga pengemasan daging.
“Hari pertama pelaksanaan pemotongan bahkan sudah penuh sekitar 70 ekor sapi. Hari kedua tinggal tersisa sekitar 10 slot dari kapasitas 60 ekor, sedangkan Jumat dan Sabtu masih relatif longgar,” ungkap Fajar.
RPH Surabaya Pastikan Kurban Berjalan Lancar dan Higienis
Fajar memastikan seluruh teknis pelaksanaan terus dimatangkan agar proses kurban berjalan lancar, higienis, aman, dan tetap sesuai syariat Islam.
“Kami terus mematangkan seluruh teknis pelaksanaan agar proses kurban berjalan lancar, higienis, dan sesuai syariat,” pungkasnya.***

>
