Menginspirasi! Forwan Surabaya Tebar 500 Paket Daging Kurban untuk Kaum Marginal Kota
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Iduladha Jadi Momentum Wartawan Berbagi untuk Pekerja Informal
DIAGRAMKOTA.COM — Semangat berbagi di Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah diwujudkan Forum Wartawan Surabaya (Forwan Surabaya) melalui kegiatan pembagian 500 paket daging kurban kepada loper koran dan tukang sapu jalanan di Kota Surabaya.
Kegiatan sosial tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap para pekerja informal yang selama ini berperan penting dalam menjaga aktivitas dan wajah Kota Pahlawan.
Pembagian paket daging kurban dilakukan secara langsung oleh pengurus dan anggota Forwan Surabaya di sejumlah titik wilayah Surabaya. Para penerima tampak antusias menerima bantuan yang diharapkan dapat menambah kebahagiaan mereka dalam merayakan Iduladha.
Forwan Surabaya Sebut Pekerja Informal Layak Mendapat Perhatian
Panitia kegiatan, M.N. Hadi, mengatakan kegiatan berbagi kurban tersebut rutin dilakukan sebagai bentuk solidaritas sosial sekaligus kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, loper koran dan tukang sapu jalanan memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, namun kerap luput dari perhatian.
“Loper koran dan tukang sapu jalanan merupakan bagian dari masyarakat yang berjasa dalam kehidupan kota sehari-hari. Mereka bekerja sejak dini hari hingga malam untuk memastikan lingkungan tetap bersih dan informasi tetap sampai ke masyarakat. Karena itu, mereka layak mendapatkan perhatian,” ujar Hadi, Kamis (28/5/2026).
Pembagian Kurban Jadi Wujud Syukur dan Gotong Royong
Hadi menjelaskan, pembagian 500 paket daging kurban tersebut juga menjadi bentuk rasa syukur sekaligus upaya menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Menurutnya, Iduladha harus menjadi momentum kebersamaan yang dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk pekerja kecil.
“Kami ingin Iduladha tidak hanya dirasakan oleh mereka yang mampu, tetapi juga membawa kebahagiaan bagi para pekerja kecil yang selama ini jarang tersentuh. Semoga apa yang kami lakukan bisa sedikit membantu dan memberi manfaat,” katanya.
Pembina Forwan: Wartawan Harus Peka terhadap Kondisi Sosial
Sementara itu, Pembina Forwan Surabaya, Arief Syahrul Alam, menegaskan kegiatan sosial seperti ini menjadi bagian dari komitmen insan pers untuk tetap hadir di tengah masyarakat.
Ia menilai wartawan tidak hanya memiliki tugas menyampaikan informasi, tetapi juga harus memiliki kepedulian sosial terhadap kondisi warga di sekitarnya.
“Iduladha bukan hanya tentang ibadah kurban, tetapi juga momentum memperkuat rasa kemanusiaan dan kepedulian sosial. Wartawan bukan hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga harus memiliki kepekaan terhadap kondisi sosial di sekitarnya,” tutur Alam.
Tukang Sapu dan Loper Koran Dinilai Punya Peran Besar bagi Kota
Alam menambahkan, pekerja informal seperti tukang sapu jalanan dan loper koran memiliki kontribusi besar terhadap kehidupan Kota Surabaya.
Menurutnya, keberadaan mereka membantu menjaga kebersihan kota sekaligus mendukung distribusi informasi kepada masyarakat.
“Mereka adalah bagian penting dari denyut kehidupan kota. Tukang sapu menjaga kebersihan Surabaya setiap hari, sementara loper koran ikut membantu distribusi informasi kepada masyarakat. Sudah sepatutnya kita bersama-sama memberikan apresiasi dan perhatian kepada mereka,” tegasnya.
Forwan Surabaya Berharap Kegiatan Sosial Terus Berlanjut
Forwan Surabaya berharap kegiatan sosial semacam itu dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak pihak agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
“Semoga kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan kepedulian sosial harus terus dijaga. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, jika dilakukan bersama-sama akan memberi dampak besar bagi masyarakat,” tandas Alam.
Warga Sambut Positif Pembagian Daging Kurban
Kegiatan pembagian daging kurban tersebut mendapat respons positif dari masyarakat dan para pekerja informal penerima manfaat. Mereka mengaku terbantu dan merasa diperhatikan di tengah momentum Hari Raya Iduladha.
Selain menjadi ajang berbagi, kegiatan itu juga memperlihatkan kuatnya solidaritas antarinsan pers dan masyarakat di Surabaya.***

>
