Komisi IX DPR RI Soroti Penanganan TB di Surabaya, Kader Surabaya Hebat Dinilai Jadi Kekuatan Besar
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI ke Surabaya (DPR RI)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Anggota Komisi IX DPR RI, Cellica Nurrachadiana menilai Kota Surabaya memiliki modal kuat dalam mempercepat eliminasi tuberkulosis (TB), terutama melalui dukungan ribuan Kader Surabaya Hebat (KSH) yang selama ini aktif membantu penanganan persoalan sosial dan kesehatan masyarakat TB di Surabaya.
Namun demikian, potensi besar tersebut dinilai masih perlu dioptimalkan, khususnya dalam pendampingan pasien TB serta sinkronisasi data antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Hal itu disampaikan Cellica saat mengikuti kunjungan kerja spesifik Komisi IX DPR RI ke Surabaya, Kamis (21/5/2026).
Kader Surabaya Hebat Dinilai Jadi Modal Penting Eliminasi TB
Dalam kunjungan tersebut, Komisi IX DPR RI mendalami berbagai langkah percepatan eliminasi TB yang telah dijalankan Pemerintah Kota Surabaya sekaligus mengevaluasi sejumlah tantangan di lapangan.
Menurut Cellica, keberadaan sekitar 29 ribu Kader Surabaya Hebat menjadi kekuatan besar yang dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam mendukung program eliminasi TB.
“Potensi sumber daya manusia ini sangat besar. Kader Surabaya Hebat menjadi mitra pemerintah untuk membantu mengatasi persoalan sosial, termasuk menginvestigasi masyarakat yang berpotensi terkena TB. Sangat disayangkan jika potensi sebesar ini tidak dioptimalisasi,” ujarnya.
Politisi Fraksi Partai Demokrat itu menilai keterlibatan masyarakat melalui KSH dapat mempercepat penemuan kasus sekaligus mendukung edukasi kesehatan di tingkat lingkungan.
DPR Temukan Tantangan Penanganan Pasien TB
Dalam pembahasan bersama pemerintah daerah dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Komisi IX DPR RI menemukan sejumlah persoalan yang masih menjadi tantangan dalam penanganan TB di Surabaya.
Salah satunya terkait tindak lanjut terhadap warga yang telah teridentifikasi berpotensi mengidap TB, namun belum seluruhnya mendapatkan penanganan optimal.
Selain itu, Cellica menyoroti pentingnya sinkronisasi data antara pemerintah daerah dengan Kementerian Kesehatan agar intervensi penanganan pasien dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Menurutnya, perbedaan data dapat memengaruhi percepatan penanganan kasus di lapangan.
Tingginya Kasus TB Dinilai Bukti Keberhasilan Deteksi
Cellica menegaskan tingginya angka kasus TB yang ditemukan bukan berarti program penanganan gagal. Sebaliknya, hal itu menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam mendeteksi kasus di masyarakat.
“Kasus yang banyak bukan berarti tidak berhasil. Justru itu menunjukkan keberhasilan menemukan kasus. Yang penting adalah setelah ditemukan, bagaimana pasien dipastikan menjalani pengobatan teratur, sembuh, tidak mengalami resistensi obat, dan tidak menularkan kepada keluarganya,” jelas legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat VII tersebut.
Ia menekankan, keberhasilan eliminasi TB tidak hanya diukur dari jumlah temuan kasus, tetapi juga keberhasilan pasien menyelesaikan pengobatan hingga sembuh total.
Koordinasi Lintas Daerah Dinilai Perlu Diperkuat
Selain persoalan data, Cellica juga menyoroti tingginya mobilitas pasien dari wilayah penyangga Surabaya yang menjalani pengobatan di fasilitas kesehatan Kota Pahlawan.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan penguatan koordinasi lintas daerah agar pasien tetap mendapatkan pendampingan hingga tuntas menjalani pengobatan.
“Komunikasi antar pemerintah kabupaten/kota, termasuk dinas kesehatan, perlu diperkuat supaya pasien tetap terpantau meski berobat di Surabaya,” katanya.
Ia menambahkan, percepatan eliminasi TB membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan pemerintah pusat melalui penyediaan obat-obatan, bahan habis pakai, hingga dukungan teknis lainnya.
Surabaya Dinilai Berpotensi Jadi Contoh Nasional
Dengan dukungan sumber daya manusia yang besar serta komitmen pemerintah daerah, Cellica optimistis Surabaya dapat menjadi salah satu daerah percontohan dalam percepatan eliminasi TB nasional.
Menurutnya, penguatan koordinasi dan optimalisasi seluruh potensi daerah menjadi langkah penting untuk mempercepat target eliminasi TB di Indonesia.(DPR RI)

>
>
