DPRD Surabaya Mendorong Evaluasi Zonasi SPMB 2026 untuk Pendidikan yang Lebih Merata
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Komisi D DPRD Surabaya, melalui anggotanya Ais Shafiyah Asfar atau yang akrab disapa Ning Ais, mengajukan usulan evaluasi terhadap skema zonasi dalam sistem penerimaan siswa baru (SPMB) tahun 2026. Usulan ini muncul sebagai respons terhadap tantangan yang terus berulang setiap tahun dalam proses penerimaan siswa.
Ning Ais menekankan pentingnya memperbesar kuota jalur gakin agar akses pendidikan bisa lebih merata. Ia menilai bahwa sistem zonasi saat ini perlu disesuaikan dengan kondisi riil Kota Surabaya yang memiliki keterbatasan jumlah sekolah negeri dan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.
“Kuota zonasi bisa dikurangi dan lebih diperbesar untuk masyarakat gakin,” ujarnya. Menurutnya, anak-anak dari keluarga kurang mampu harus tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak tanpa terganggu oleh sistem administratif yang terlalu ketat.
Masalah Keterbatasan Sekolah Negeri
Saat ini, jumlah SMP negeri di Surabaya masih terbatas. Pembangunan sekolah baru juga tidak mudah dilakukan karena keterbatasan lahan. Hal ini membuat kebijakan zonasi dinilai perlu diterapkan lebih fleksibel sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah.
“Surabaya ini kondisinya memang sudah padat, sementara jumlah SMP negeri juga masih terbatas,” katanya. Ia menyarankan agar persentase zonasi jangan dibuat terlalu besar dan harus menyesuaikan kondisi tiap wilayah supaya lebih realistis.
Pentingnya Pemerataan Pendidikan
Ning Ais menjelaskan bahwa semangat pemerataan pendidikan tetap penting dijaga. Namun, sistem penerimaan siswa baru juga harus mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat, khususnya keluarga prasejahtera yang sering mengalami kesulitan mengakses pendidikan.
“Jangan sampai anak-anak yang memang butuh bantuan justru kalah karena sistem yang terlalu administratif. Pendidikan itu hak semua anak, terutama yang memang secara ekonomi membutuhkan perhatian lebih,” tambahnya.
Mendorong Kualitas Sekolah Swasta
Selain evaluasi jalur zonasi, Ning Ais juga mendorong penguatan kualitas sekolah swasta di Surabaya. Tujuannya adalah agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan pendidikan dengan mutu yang merata.
Ia berharap pelaksanaan SPMB ke depan dapat berjalan lebih adil, transparan, dan sesuai kebutuhan masyarakat Kota Surabaya. “Harapannya sistem penerimaan siswa baru bisa benar-benar memberi rasa keadilan bagi masyarakat dan membuka akses pendidikan yang lebih merata untuk semua anak,” pungkasnya.
Tantangan dan Solusi untuk Masa Depan Pendidikan
Dengan tantangan yang terus berkembang, penting bagi pemerintah dan lembaga terkait untuk terus mengevaluasi dan memperbaiki sistem pendidikan. Dalam hal ini, partisipasi aktif dari DPRD menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa setiap kebijakan pendidikan benar-benar melayani kebutuhan masyarakat.
Sebagai langkah awal, peningkatan komunikasi antara pihak sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah akan membantu menciptakan sistem yang lebih efektif dan inklusif. Dengan demikian, setiap anak di Surabaya akan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang cerah melalui pendidikan yang berkualitas.***

>
>

Saat ini belum ada komentar