Proyek Jalan Lingkar Dalam Barat Surabaya: Tantangan dan Harapan Masa Depan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

(DSDADM)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Proyek Jalan Lingkar Dalam Barat (JLDB) di Kota Surabaya menjadi salah satu infrastruktur yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat sekitar. Dengan target penyelesaian pada tahun 2026, proyek ini diharapkan dapat memberikan solusi untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di kawasan barat dan selatan kota. Selain itu, JLDB juga akan menjadi akses alternatif bagi warga Gresik yang ingin menuju Surabaya.
Status Pembangunan Saat Ini
Pantauan terbaru menunjukkan bahwa pembangunan masih berada dalam tahap awal. Alat berat digunakan untuk pengurukan lahan, sementara badan jalan mulai terbentuk. Namun, pembangunan jembatan yang menjadi bagian penting dari proyek tersebut belum dimulai. Hal ini disebabkan karena proses lelang ulang masih dalam pengerjaan.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Dedy Purwito, menjelaskan bahwa saat ini sedang dilakukan lelang ulang untuk pembangunan jembatan. “Saat ini lelang kami lakukan lagi, semoga bulan ini sudah ada pemenang tendernya,” ujarnya.
Anggaran dan Tanggung Jawab
Pemkot Surabaya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp30 miliar untuk pembangunan jembatan. Sementara itu, pembangunan badan jalan di sisi utara dan selatan menjadi tanggung jawab pihak pengembang kawasan. Dedy menegaskan bahwa fokus Pemkot hanya pada pembangunan jembatan, sedangkan jalannya dikerjakan oleh pengembang. Pengaspalan akan dilakukan setelah jembatan selesai agar bisa dikerjakan bersamaan.
Manfaat yang Diharapkan
JLDB diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan Surabaya barat dan selatan, khususnya di jalur Babatan Wiyung, Lidah Wetan, hingga Lidah Kulon yang sering macet saat jam sibuk. Selain itu, jalan baru tersebut juga diproyeksikan menjadi akses alternatif bagi masyarakat dari arah Gresik menuju Surabaya maupun sebaliknya.
Salah satu warga Driyorejo, Gresik, Khaesar menyambut positif pembangunan JLDB. Menurutnya, proyek itu akan mempermudah mobilitas warga yang setiap hari melintasi jalur Surabaya-Gresik. “Kalau JLDB selesai, akses Gresik ke Surabaya jadi lebih dekat dan pilihan jalannya juga lebih banyak saat macet,” pungkasnya.
Tantangan yang Dihadapi
Meskipun proyek ini memiliki potensi besar, beberapa tantangan tetap harus dihadapi. Salah satunya adalah proses lelang yang sempat gagal sebelumnya. Selain itu, koordinasi antara pihak pemerintah dan pengembang juga menjadi faktor penting dalam kelancaran pembangunan.
Dedy Purwito menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pengembang untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana. “Kami akan terus memantau progresnya dan berupaya agar semua pekerjaan selesai tepat waktu,” katanya.
Peran Masyarakat
Masyarakat sekitar juga memiliki peran penting dalam suksesnya proyek ini. Dengan adanya JLDB, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar. Selain itu, akses yang lebih baik juga akan memfasilitasi pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Dengan penyelesaian proyek pada tahun 2026, JLDB diharapkan menjadi salah satu infrastruktur yang mendukung pertumbuhan kota Surabaya secara berkelanjutan. Dengan begitu, masyarakat akan merasakan manfaat langsung dari proyek ini dalam kehidupan sehari-hari.***

>
>

Saat ini belum ada komentar