Pemkot Surabaya siapkan Pengembangan Infrastruktur Kendaraan Listrik di Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya, kota yang terus berkembang, kini memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi menuju transportasi ramah lingkungan. Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah pemasangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di lima lokasi strategis. Inisiatif ini dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bekerja sama dengan perusahaan swasta, Utomo Charge Plus.
Lokasi SPKLU yang Dipilih
Lima titik SPKLU yang telah dipasang mencakup beberapa area penting di kota. Di antaranya adalah kantor Pemkot Surabaya, Gedung Siola, Park and Ride Jalan Mayjend Sungkono, Park and Ride Jalan Arief Rahman Hakim, dan Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ). Lokasi-lokasi ini dipilih karena memiliki trafik tinggi serta mudah diakses oleh masyarakat.
Salah satu perwakilan dari pihak pelaksana, Anthony Utomo, menyampaikan bahwa penentuan lokasi ini dilakukan setelah melalui evaluasi bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya. Ia menilai, lokasi tersebut sangat cocok untuk kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat akan akses fasilitas pengisian kendaraan listrik.
Tujuan dan Manfaat SPKLU
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menjelaskan bahwa SPKLU ini bertujuan sebagai penunjang transisi dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik. Selain itu, fasilitas ini juga merupakan bagian dari program pemerintah pusat dalam mengurangi polusi udara dan mendorong penggunaan energi alternatif.
“Kendaraan listrik tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menjadi solusi ketika terjadi situasi darurat seperti perang,” ujarnya. Menurutnya, penggunaan kendaraan listrik dapat membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak bumi.
Selain itu, Pemkot Surabaya juga telah memiliki 13 bus listrik yang beroperasi sebagai sarana transportasi ramah lingkungan. Bus-bus ini juga akan menggunakan SPKLU yang tersedia di TIJ saat membutuhkan pengisian daya.
Kolaborasi Swasta dan Pemerintah
Anthony Utomo menambahkan bahwa kolaborasi antara Utomo Charge Plus dan Pemkot Surabaya dilakukan tanpa menguras anggaran daerah. Hal ini menunjukkan komitmen kedua belah pihak dalam memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Ia menargetkan bahwa seluruh SPKLU yang akan dipasang di lima titik tersebut akan siap digunakan pada Mei 2026. Tarif pengisian daya yang ditawarkan sekitar Rp2.467 per KwH, yang dinilai cukup terjangkau bagi pengguna.
Masa Depan Transportasi Listrik di Surabaya
Dengan adanya SPKLU di berbagai titik strategis, Surabaya semakin dekat dengan visinya untuk menjadi kota yang lebih hijau dan ramah lingkungan. Program elektrifikasi kendaraan ini juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik secara lebih luas.
Trio Wahyu Bowo mengajak masyarakat untuk mendukung inisiatif ini. Ia berharap, dengan dukungan masyarakat, Surabaya bisa menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam hal pengembangan transportasi berkelanjutan.
Inisiatif ini tidak hanya membawa manfaat lingkungan, tetapi juga ekonomi. Dengan semakin banyaknya pengguna kendaraan listrik, permintaan akan infrastruktur pendukung seperti SPKLU akan meningkat, yang pada akhirnya akan menciptakan peluang usaha baru di kota tersebut.***

>

Saat ini belum ada komentar