Aksi Buruh di Surabaya Jawa Timur Tuntut Kebijakan yang Lebih Adil
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 12 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Ribuan pekerja dari berbagai wilayah di Jawa Timur, khususnya Sidoarjo, turun ke jalan dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026. Aksi ini dilakukan dengan tujuan menyampaikan tuntutan terkait perbaikan kondisi kerja dan kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro buruh.
Massa aksi berasal dari berbagai elemen serikat pekerja, termasuk Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) serta aliansi lainnya. Mereka berkumpul di titik awal di Jalan Cokrobegoro Sidoarjo sebelum bergerak menuju Surabaya untuk menemui instansi pemerintah seperti Gedung Negara Grahadi, Kantor Gubernur Jawa Timur, dan DPRD Jawa Timur.
Tuntutan Nasional yang Disampaikan
Salah satu tokoh yang menjadi perwakilan dalam aksi ini adalah Agus Supriyanto, Ketua Pimpinan Cabang (PC) SPAI FSPMI Kabupaten Sidoarjo. Ia mengatakan bahwa jumlah peserta aksi mencapai sekitar 3.000 orang, termasuk ribuan dari FSPMI sendiri.
Agus menjelaskan bahwa ada dua kelompok tuntutan yang disampaikan oleh para buruh. Pertama, tuntutan nasional yang melibatkan kebijakan pemerintah pusat. Salah satu isu utama adalah revisi beberapa Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) yang dinilai bertentangan dengan undang-undang dan putusan Mahkamah Konstitusi.
Selain itu, buruh juga menuntut perubahan kebijakan pajak penghasilan (PPh) Pasal 21, khususnya terkait batas penghasilan tidak kena pajak yang diusulkan naik menjadi Rp 10 juta. Menurut Agus, hal ini penting untuk menjaga daya beli pekerja.
Tuntutan Lokal yang Masih Ditunggu
Di samping tuntutan nasional, buruh juga menyampaikan permintaan terkait kebijakan lokal. Salah satunya adalah percepatan pengesahan Peraturan Daerah (Perda) tentang jaminan pesangon. Selain itu, mereka juga menuntut pembebasan pajak kendaraan bermotor roda dua dengan kapasitas mesin 150 cc ke bawah.
Agus menekankan bahwa tuntutan-tuntutan ini merupakan komitmen bersama antara pemerintah provinsi dan serikat pekerja yang telah disepakati pada May Day 2025 lalu. Oleh karena itu, aksi ini juga menjadi bentuk penagihan janji politik yang diberikan tahun lalu.
Kesiapan Aksi yang Damai dan Terorganisir
Meski melibatkan ribuan massa, para buruh memastikan bahwa aksi akan berlangsung secara damai dan tertib. Hal ini sesuai dengan pemberitahuan resmi yang telah disampaikan kepada Polda Jawa Timur.
Agus menegaskan bahwa seluruh peserta aksi akan mengikuti aturan yang berlaku dan menjunjung nilai-nilai demokrasi serta keamanan. Ia menilai bahwa aksi ini bukan hanya sekadar protes, tetapi juga upaya untuk memberikan suara kepada pemerintah agar lebih memperhatikan kesejahteraan pekerja.
Dampak Aksi bagi Kesejahteraan Pekerja
Aksi ini menunjukkan semangat kolektif para pekerja yang ingin diakui dan dilindungi oleh sistem yang ada. Dengan menyampaikan tuntutan secara terstruktur, buruh berharap dapat memengaruhi kebijakan pemerintah baik secara nasional maupun lokal.
Selain itu, aksi ini juga menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan hak-hak pekerja serta pentingnya perlindungan hukum dan kesejahteraan kerja. Dengan begitu, harapan besar bisa terwujud dalam bentuk kebijakan yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.***

>

Saat ini belum ada komentar