Pencak Silat Surabaya Siap Berlaga di Kejurprov Jawa Timur 2026
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya, kota yang dikenal sebagai pusat olahraga dan budaya, kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan seni bela diri pencak silat. Dalam persiapan menghadapi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur 2026, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Surabaya menargetkan meraih juara umum dengan memperkuat timnya melalui berbagai program latihan intensif.
Persiapan Matang untuk Menembus Juara Umum
Ketua IPSI Surabaya, Bambang Haryo Soekartono, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan yang sangat matang. Dari 28 atlet yang terlibat, sebagian besar merupakan atlet baru yang dipersiapkan sebagai lapis kedua untuk regenerasi tim. Meski begitu, ia optimistis bahwa komposisi tersebut tetap mampu bersaing.
“Kami menargetkan bisa kembali menjadi juara umum. Minimal enam medali emas bisa diraih, lebih baik dari capaian sebelumnya,” ujarnya.
Para atlet ini telah menjalani pemusatan latihan selama enam bulan secara intensif. Evaluasi dari pelatih menunjukkan peningkatan signifikan dalam teknik, fisik, dan kecepatan. Bahkan, sekitar 50 persen kemampuan atlet meningkat secara signifikan.
Kompetisi yang Menjadi Ajang Seleksi
Kejurprov Jatim 2026 tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga bagian dari proses seleksi menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Pra-PON, hingga Pekan Olahraga Nasional (PON). Dengan demikian, prestasi yang dicapai oleh atlet Surabaya akan menjadi tolak ukur bagi partisipasi mereka di tingkat nasional.
Bambang Haryo menilai para atlet memiliki potensi besar untuk menjadi andalan Jawa Timur di tingkat nasional. “Dengan dukungan dari pelatih dan persiapan yang matang, kami yakin atlet bisa memberikan hasil terbaik,” tambahnya.
Kesiapan Atlet dan Strategi yang Terstruktur
Sekretaris IPSI Surabaya, Faisal Ardianto, menjelaskan bahwa persiapan atlet dilakukan melalui latihan rutin empat kali seminggu serta pemusatan latihan intensif menjelang kejuaraan.
Selain itu, sejumlah nomor unggulan masih bertumpu pada atlet peraih medali emas Porprov Malang 2025. Namun, beberapa atlet lama tidak dapat tampil karena cedera atau masuk dalam pemusatan latihan daerah (Puslatda) Jawa Timur.
“Kualitas atlet pengganti tidak jauh berbeda. Dengan intensitas latihan yang ada, kami optimistis performa mereka terus meningkat,” kata Faisal.
Tantangan dan Peluang di Tengah Persaingan Ketat
Meskipun persiapan sudah dilakukan secara maksimal, tantangan tetap ada. Kejurprov Jatim 2026 akan diikuti oleh banyak kabupaten dan kota di Jawa Timur yang juga memiliki atlet berkualitas. Namun, Surabaya terbukti mampu mempertahankan dominasinya dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan strategi yang terstruktur dan komitmen tinggi dari pelatih dan atlet, harapan untuk meraih juara umum terasa sangat realistis. Selain itu, pengembangan pencak silat di Surabaya juga didukung oleh berbagai inisiatif pemerintah dan swasta, seperti bantuan peralatan latihan dari BRI dan dukungan dari anggota DPR RI.
Masa Depan Pencak Silat di Surabaya
Pencak silat bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga bagian dari identitas budaya dan nilai-nilai luhur bangsa. Di Surabaya, seni bela diri ini terus berkembang melalui pendidikan dan pembinaan yang berkelanjutan.
Dengan target juara umum di Kejurprov Jatim 2026, IPSI Surabaya menunjukkan komitmen untuk menjaga tradisi dan prestasi yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Dengan semangat yang sama, diharapkan pencak silat Surabaya akan terus menjadi contoh dalam pengembangan olahraga di Jawa Timur.***

>

Saat ini belum ada komentar