PAW Anas Karno Pekan Depan, Pengangkatan Anggota DPRD Surabaya yang Baru: Proses Hukum dan Tantangan di Masa Depan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala Bapillu PDIP Surabaya Anas Karno.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pengangkatan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya yang baru menjadi perhatian utama masyarakat. Setelah beberapa waktu lalu terjadi kekosongan kursi, pihak DPRD memastikan bahwa proses pengambilan sumpah dan janji akan segera dilakukan. Hal ini berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/319/KPTS/011.2/2026 yang menjadi dasar hukum pengangkatan Anas Karno sebagai anggota dewan.
Dasar Hukum dan Proses Administratif
Proses pengangkatan Anas Karno dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku dalam sistem pemerintahan daerah. Keputusan gubernur tersebut menunjukkan bahwa seluruh tahapan administratif telah selesai, termasuk usulan dari partai politik dan verifikasi oleh penyelenggara pemilu. Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, menyatakan bahwa SK gubernur sudah turun, sehingga paripurna pengucapan sumpah dan janji dapat digelar pada Senin mendatang.
Kursi Kosong yang Diisi oleh Anas Karno
Anas Karno akan mengisi kursi legislatif yang ditinggalkan almarhum Adi Sutarwijono. Periode jabatan yang tersisa adalah 2024–2029. Dengan pengangkatan ini, DPRD Surabaya kembali memiliki anggota yang sah secara hukum. Proses ini juga menjadi bagian dari mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) yang biasanya dilakukan ketika ada kekosongan kursi karena alasan tertentu.
Tanggung Jawab dan Harapan Masyarakat
Sebagai anggota dewan, Anas Karno akan memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Ia harus mampu mewakili aspirasi masyarakat Surabaya serta berkontribusi dalam pembangunan daerah. Banyak pihak berharap bahwa ia bisa memberikan dampak positif, baik dalam hal kebijakan maupun peningkatan kualitas pelayanan publik.
Persiapan dan Langkah Selanjutnya
Selain pengucapan sumpah, DPRD Surabaya juga sedang fokus pada berbagai program pembangunan yang telah direncanakan. Salah satunya adalah percepatan proyek infrastruktur yang didanai oleh PT SMI sebesar Rp800 miliar. Dengan adanya anggota dewan yang baru, harapan besar ditujukan agar anggaran tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.
Tantangan yang Menghadang
Meskipun proses pengangkatan berjalan lancar, banyak tantangan yang masih menghadang. Isu-isu seperti transparansi penggunaan dana, partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan, dan efektivitas kerja dewan tetap menjadi topik perbincangan. Anas Karno akan diuji dalam menghadapi dinamika politik dan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi.
“Kami berharap Anas Karno bisa menjadi representasi yang kuat bagi warga Surabaya,” ujar salah satu narasumber yang enggan disebut namanya. “Dia harus bisa menjaga komitmen dan tidak hanya sekadar mengisi kursi.”
Pengangkatan Anas Karno sebagai anggota DPRD Surabaya merupakan langkah penting dalam menjaga kelangsungan kerja lembaga legislatif. Meski proses hukum dan administratif telah selesai, tantangan di masa depan tetap menanti. Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan komitmen kuat dari pihak dewan, diharapkan Surabaya bisa terus berkembang dengan lebih baik.***

>

Saat ini belum ada komentar