Sponge City, Pendekatan Inovatif untuk Mengatasi Banjir di Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya, kota yang terus berjuang melawan ancaman banjir tahunan, membutuhkan solusi yang lebih radikal dan berkelanjutan. Meskipun upaya teknis seperti pemasangan pompa air dan normalisasi saluran telah dilakukan, tampaknya pendekatan ini belum mampu mengatasi akar masalah. Seorang ahli dari Universitas Airlangga, Hijrah Saputra, menawarkan konsep baru yang bisa menjadi jalan keluar.
Solusi Jangka Panjang dengan Konsep Sponge City
Hijrah Saputra, pakar manajemen dan mitigasi bencana, menyatakan bahwa langkah-langkah teknis semacam itu hanya bersifat sementara. Ia menyarankan penerapan konsep sponge city sebagai strategi utama. Konsep ini mengacu pada desain kota yang mampu menyerap dan menyimpan air hujan secara alami, sehingga mengurangi risiko genangan.
Sponge city tidak hanya tentang infrastruktur tetapi juga tentang perubahan pola penggunaan lahan dan tata ruang. Dengan memperkuat sistem drainase alami, seperti daerah resapan air dan ruang hijau, kota bisa lebih tangguh terhadap curah hujan tinggi.
Kritik terhadap Pendekatan Tradisional
Pendekatan tradisional seperti normalisasi saluran dan penggunaan pompa dinilai kurang efektif dalam jangka panjang. Meski membantu mengurangi banjir secara instan, metode ini tidak mengatasi penyebab utama, yaitu penurunan kemampuan tanah untuk menyerap air dan hilangnya ruang resapan alami.
Selain itu, pembangunan infrastruktur yang tidak seimbang dengan lingkungan juga memperparah masalah. Perlu adanya kebijakan yang lebih holistik dan berkelanjutan.
Peran Masyarakat dalam Pengelolaan Air
Tidak hanya pemerintah yang harus bertindak, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem kota. Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi sampah yang bisa mengganggu aliran air sangat diperlukan.
Dalam diskusi dengan para ahli, disampaikan bahwa partisipasi aktif warga dapat meningkatkan efektivitas program pengelolaan air. Misalnya, kebersihan lingkungan dan pengelolaan limbah rumah tangga bisa menjadi langkah awal untuk mengurangi dampak banjir.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meski konsep sponge city menawarkan harapan, implementasinya tidak mudah. Dibutuhkan kerja sama lintas sektor, termasuk pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Selain itu, diperlukan anggaran yang cukup besar serta komitmen jangka panjang.
Namun, peluang untuk menciptakan kota yang lebih aman dan nyaman bagi warga sangat besar. Dengan inovasi dan kolaborasi, Surabaya bisa menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia dalam menghadapi tantangan iklim dan perubahan lingkungan.
Banjir di Surabaya bukanlah masalah teknis belaka, tetapi memerlukan pendekatan yang lebih luas dan berkelanjutan. Konsep sponge city memberikan arah baru yang bisa menjadi solusi jangka panjang. Dengan menggabungkan inovasi teknologi, kebijakan yang tepat, dan partisipasi masyarakat, kota ini bisa menjadi model kota yang tangguh terhadap bencana alam.***

>
>
Saat ini belum ada komentar