DPRD Surabaya: Koperasi Merah Putih Dilibatkan dalam Program Pasar Murah Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 12 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – DPRD Kota Surabaya menyoroti pentingnya melibatkan Koperasi Merah Putih dalam program pasar murah yang rutin diadakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Wakil Ketua DPRD Surabaya, Bahtiyar Rifa’i, menilai bahwa keterlibatan koperasi ini dapat memperluas jangkauan distribusi bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus memperkuat peran koperasi di tengah masyarakat.
Peran Koperasi dalam Distribusi Bahan Pokok
Bahtiyar menjelaskan bahwa Koperasi Merah Putih telah terbentuk di hampir seluruh kelurahan di Surabaya. Keberadaannya dinilai strategis untuk mendukung program pasar murah yang selama ini dijalankan oleh Pemkot. Ia menekankan bahwa pelibatan koperasi dapat menjadi solusi untuk mengoptimalkan kinerja koperasi yang selama ini belum berjalan maksimal.
- Kendala Koperasi: Sejumlah koperasi masih menghadapi kendala, mulai dari keterbatasan modal hingga belum memiliki arah pengembangan yang jelas.
- Perlu Kolaborasi: Menurut Bahtiyar, diperlukan kolaborasi antara pemerintah dan koperasi agar aktivitas mereka dapat lebih efektif dan berkelanjutan.
Inisiatif Koordinasi dengan Pengurus Koperasi
Ia mendorong Dinas Koperasi dan Perdagangan Kota Surabaya untuk menginisiasi koordinasi dengan para pengurus koperasi sebelum pelaksanaan pasar murah. Dengan begitu, distribusi bahan pokok dapat dilakukan melalui koperasi yang bekerja sama dengan pihak kelurahan.
- Pentingnya Rembuk: Saat ada pasar murah, sebaiknya diajak rembuk para pengurus koperasi se-Surabaya agar penyalurannya bisa melalui koperasi.
- Meningkatkan Efisiensi: Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan keakuratan distribusi bahan pokok kepada masyarakat.
Pengembangan Gerai Koperasi Merah Putih
Di sisi lain, Bahtiyar juga menyoroti pengembangan gerai Koperasi Merah Putih yang merupakan program pemerintah pusat. Dari total rencana 153 gerai di Surabaya, baru sekitar 20-an yang telah terealisasi.
- Tantangan Implementasi: Masih banyak tantangan dalam realisasi gerai, termasuk kurangnya dukungan infrastruktur dan sumber daya.
- Perlu Perhatian Lebih: Ia menilai bahwa perlu adanya perhatian lebih dari pemerintah daerah untuk memastikan program ini berjalan sesuai harapan.
Masa Depan Koperasi di Tengah Perubahan Ekonomi
Bahtiyar menyatakan bahwa koperasi memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa koperasi harus diberdayakan dengan pendekatan yang lebih inklusif dan partisipatif.
- Kesejahteraan Masyarakat: Dengan koperasi yang lebih kuat, masyarakat akan memiliki akses yang lebih baik terhadap barang kebutuhan pokok.
- Keberlanjutan: Pentingnya membangun sistem yang berkelanjutan dan tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah.
Rekomendasi untuk Pemkot Surabaya
Bahtiyar menyarankan agar Pemkot Surabaya melakukan evaluasi berkala terhadap program pasar murah dan koperasi. Ia menekankan perlunya data yang akurat dan transparan untuk memastikan bahwa program tersebut benar-benar berdampak positif bagi masyarakat.
- Evaluasi Berkala: Evaluasi berkala diperlukan untuk mengetahui keberhasilan dan kegagalan program.
- Partisipasi Masyarakat: Partisipasi aktif masyarakat dalam program ini sangat penting untuk memastikan bahwa kebutuhan mereka terpenuhi secara efektif.***

>
>
Saat ini belum ada komentar