Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Menolak Rencana Laga Arema FC vs Persebaya di Stadion yang Jadi Tempat Duka

Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Menolak Rencana Laga Arema FC vs Persebaya di Stadion yang Jadi Tempat Duka

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month 23 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Keluarga korban tragedi Kanjuruhan kembali menyampaikan penolakan terhadap rencana penyelenggaraan pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan. Penolakan ini muncul setelah adanya pengumuman bahwa laga akan digelar pada 28 April 2026. Mereka menilai bahwa tempat tersebut bukan hanya sekadar arena olahraga, tetapi juga menjadi simbol duka yang masih terasa dalam hati para keluarga.

Kekhawatiran atas Rasa Trauma yang Masih Terus Berlanjut

Stadion Kanjuruhan tidak hanya menjadi lokasi pertandingan sepak bola, tetapi juga tempat dimana ratusan nyawa melayang akibat kerusuhan pada 1 Oktober 2022. Bagi keluarga korban, keberadaan pertandingan di sana justru bisa memicu kembali perasaan trauma yang belum sepenuhnya pulih. Mereka menegaskan bahwa stadion tersebut adalah tempat terakhir bertemu dengan orang-orang tercinta yang kini telah tiada.

“Di sanalah, kami menunggu kepulangan orang-orang yang kami cintai, yang ternyata tidak pernah pulang,” tulis pernyataan resmi dari keluarga korban. Pernyataan ini diunggah melalui akun media sosial @lpmkavling10 dan langsung mendapat respons besar dari warganet.

Perspektif dari Penyintas Tragedi

Beberapa penyintas tragedi Kanjuruhan juga ikut menyampaikan pendapat mereka. Salah satu dari mereka, @sam_daffa_011022, menyarankan agar pertandingan dipindahkan ke tempat netral seperti Stadion Gajayana. Ia menilai bahwa lokasi tersebut lebih aman dan tidak membawa kesan traumatis.

“Saya sebagai penyintas Tragedi Kanjuruhan menyarankan agar pertandingan Arema FC vs Persebaya dimainkan di tempat netral. Kalau tidak bisa, minimal di Stadion Gajayana, Kota Malang,” ujarnya. Pendapat ini mendapat dukungan luas dari warganet yang merasa bahwa keberadaan pertandingan di stadion tersebut tidak layak dilakukan saat ini.

Tantangan untuk Pihak Penyelenggara

Pihak penyelenggara dan otoritas terkait hingga kini belum memberikan respons resmi terkait penolakan ini. Namun, polemik ini menunjukkan bahwa masalah yang terjadi di Stadion Kanjuruhan masih menyisakan luka mendalam. Bagi banyak pihak, ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga tentang nilai kemanusiaan dan penghargaan terhadap korban serta keluarga mereka.

“Apabila pertandingan ini tetap digelar, kami hanya ingin bertanya kepada panitia pelaksana: seberapa murahkah nyawa orang-orang yang kami cintai di mata kalian?” tanya pernyataan keluarga korban. Pertanyaan ini menjadi bentuk protes terhadap kurangnya sensitivitas dari pihak penyelenggara.

Reaksi Publik dan Solusi Alternatif

Respons publik terhadap penolakan ini sangat beragam. Banyak warganet yang memberikan dukungan penuh terhadap sikap keluarga korban. Beberapa bahkan mengusulkan solusi alternatif, seperti memindahkan pertandingan ke tempat lain yang lebih netral. Akun @non.aligned.firm menulis dengan tegas, “Tolak laga Arema FC vs Persebaya! Trauma itu masih belum hilang! #TolakMainDiKanjuruhan.”

Meski begitu, beberapa pihak lain tetap berpendapat bahwa pertandingan harus tetap digelar sesuai rencana. Namun, bagi keluarga korban, hal ini justru menunjukkan ketidakpekaan terhadap rasa sakit yang mereka alami.

Pentingnya Penghargaan terhadap Duka

Tragedi Kanjuruhan menjadi salah satu peristiwa paling menyedihkan dalam sejarah sepak bola Indonesia. Sejak kejadian tersebut, banyak upaya dilakukan untuk mencari keadilan dan memastikan bahwa hal serupa tidak terulang. Namun, penolakan terhadap rencana laga ini menunjukkan bahwa rasa duka masih terasa kuat, terutama bagi keluarga korban.

Sebagai bentuk penghargaan terhadap korban, penting bagi semua pihak untuk mempertimbangkan dampak emosional dari keputusan yang diambil. Ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang bagaimana kita menghormati kenangan dan perasaan orang-orang yang terkena dampak langsung dari peristiwa tersebut.***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Kesulitan Bertemu Presiden Jokowi, Ormas Lebih Mudah Menemui Presiden 

    KPK Kesulitan Bertemu Presiden Jokowi, Ormas Lebih Mudah Menemui Presiden 

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 202
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango mengenai kesulitan bertemu Presiden Jokowi telah memicu perdebatan publik. Nawawi menyatakan bahwa organisasi masyarakat (ormas) lebih mudah menemui Presiden Jokowi dibandingkan pimpinan KPK. Hal ini memicu pertanyaan mengenai hubungan antara KPK dan pemerintah, khususnya Presiden Jokowi. Pernyataan Nawawi Pomolango sendiri disampaikan pada Kamis, 12 September 2024, […]

  • Reses Di Pakal , Ketua Komisi A Disambati Perbaikan Infrastruktur Dan Persoalan Banjir

    Reses Di Pakal , Ketua Komisi A Disambati Perbaikan Infrastruktur Dan Persoalan Banjir

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 173
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menggelar reses jaring aspirasi masyarakat masa persidangan pertama tahun 2024 di Kelurahan Dukuh Babat Jerawat, khususnya RT 01, 02, 03, dan 04 RW 01. Warga menyampaikan berbagai keluhan terkait persoalan banjir, infrastruktur, dan kebutuhan fasilitas yang mendukung kegiatan sosial. Imron salah satu warga membuka diskusi […]

  • Polisi Peduli : Kapolres Mojokerto Kota Silaturahmi Salurkan Bantuan Sosial untuk Ojol dan Tukang Becak

    Polisi Peduli : Kapolres Mojokerto Kota Silaturahmi Salurkan Bantuan Sosial untuk Ojol dan Tukang Becak

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 67
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Sebagai bentuk kepedulian dan upaya mempererat kebersamaan dengan masyarakat, Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto, S.H., S.I.K., M.H., menggelar kegiatan silaturahmi dan makan bersama tukang becak, pengemudi ojek online (ojol), serta juru parkir (jukir), pada Selasa, (13/01/2026). Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut diikuti oleh total 100 orang, terdiri […]

  • Pemda Pelalawan Serahkan RAPBD 2026 ke DPRD, Dana TKD Dipangkas Rp 276 M, PAD Hanya Naik Rp 32 M

    Pemda Pelalawan Serahkan RAPBD 2026 ke DPRD, Dana TKD Dipangkas Rp 276 M, PAD Hanya Naik Rp 32 M

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 84
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemkab Pelalawan Riau telah menyerahkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2026 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pada hari Rabu (10/12/2025) sore kemarin. Pengajuan dokumen keuangan RAPBD 2026 oleh Wakil Bupati Pelalawan H Husni Tamrin dilakukan dalam rapat paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Tengku Azri Wardi, dengan dihadiri oleh […]

  • Kapolri Tutup Pendidikan Taruna Akpol, Tekankan Pentingnya Sosok Polri Untuk Masyarakat

    Kapolri Tutup Pendidikan Taruna Akpol, Tekankan Pentingnya Sosok Polri Untuk Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 191
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo resmi menutup pendidikan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) tingkat IV Angkatan ke-56 Batalyon Presisi dan tingkat III Angkatan ke-57 Batalyon Adhi Wiratama dalam sebuah upacara khidmat di Lapangan Bhayangkara, Semarang, Kamis (10/7/2025). Sebanyak 198 Capaja dari Batalyon Presisi dan 249 Capaja dari Batalyon Adhi Wiratama resmi menyandang status […]

  • TKA, SD, SMP

    Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk Siswa SD dan SMP Dimulai

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 79
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pendaftaran tes kemampuan akademik (TKA) bagi siswa kelas VI SD dan kelas IX SMP telah resmi dibuka. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan bahwa masa pendaftaran berlangsung dari 19 Januari hingga 28 Februari 2026. Proses ini menjadi langkah penting dalam upaya standarisasi pendidikan nasional, yang bertujuan untuk memetakan kemampuan akademik siswa secara […]

expand_less