Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Penataan Aset dan Kekhawatiran Komunitas Seni di Balai Pemuda Surabaya

Penataan Aset dan Kekhawatiran Komunitas Seni di Balai Pemuda Surabaya

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Balai Pemuda Surabaya, yang dikenal sebagai pusat kebudayaan dan kreativitas, tengah menjadi sorotan akibat kebijakan penataan aset yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Langkah ini memicu perdebatan antara pihak pemerintah dan komunitas seni setempat, yang khawatir ruang kreatif mereka akan hilang atau terganggu.

Peran Pemerintah dalam Penataan Aset

Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Pemuda (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi, menegaskan bahwa kebijakan pengosongan ruang seni di Balai Pemuda merupakan bagian dari upaya penataan aset yang lebih terstruktur. Ia menekankan bahwa tujuan utama adalah meningkatkan akuntabilitas penggunaan ruang, bukan mengusir pelaku seni.

“Balai Pemuda tetap terbuka bagi para seniman. Tidak ada niat mengusir, yang ada adalah penataan agar penggunaan ruang lebih terstruktur dan akuntabel,” ujarnya.

Pemkot Surabaya juga menyatakan telah membuka dialog dengan para pelaku seni melalui forum Musyawarah Kebudayaan. Menurut Herry, aspirasi komunitas seni tetap dipertimbangkan dalam proses penataan tersebut.

Kekhawatiran dari Kalangan Seniman

Namun, di lapangan, kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan komunitas seni. Beberapa entitas seperti Galeri Merah Putih, Dewan Kesenian Surabaya, Bengkel Muda Surabaya, dan Kantin Emak diminta untuk mengosongkan ruang dalam waktu singkat tanpa kepastian relokasi.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mochamad Machmud, menyoroti pentingnya solusi yang jelas dalam penataan ini. Ia menilai bahwa pembinaan seni harus dikedepankan, bukan hanya sekadar penertiban.

“Kalau penataan dilakukan tanpa solusi yang jelas, ini bisa berdampak pada matinya ruang-ruang kreatif. Seharusnya pembinaan yang dikedepankan, bukan sekadar penertiban,” tegasnya.

Perspektif DPRD Surabaya

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menilai kebijakan ini perlu dikaji ulang agar tidak memicu polemik berkepanjangan. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan pelaku seni.

“Kami di DPRD belum mendapatkan penjelasan yang utuh. Ini perlu komunikasi yang lebih terbuka agar tidak menimbulkan kegaduhan di kalangan pelaku seni,” ujar Cak Yebe, sapaan lekatnya.

Ia juga menegaskan bahwa penataan aset harus tetap memperhatikan keberlangsungan ekosistem seni agar identitas kota sebagai ruang kreatif tidak tergerus.

Keseimbangan Antara Penataan dan Keberlanjutan

Perbedaan pandangan ini menunjukkan adanya tarik kepentingan antara penataan aset dan keberlangsungan ruang kreatif. Di tengah upaya kota-kota lain memperkuat pusat kebudayaan, kebijakan ini memunculkan perhatian publik di Surabaya.

Komunitas seni meminta agar pemerintah dapat mencari solusi yang seimbang, sehingga penataan aset tidak mengorbankan eksistensi ruang kreatif yang sudah lama menjadi bagian dari identitas kota.

Masa Depan Ruang Kreatif di Surabaya

Pemkot Surabaya disarankan untuk mempertimbangkan pendekatan yang lebih inklusif dalam penataan aset. Kolaborasi dengan komunitas seni dan pengambilan keputusan secara transparan menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan ruang kreatif.

Selain itu, langkah-langkah seperti penyediaan ruang alternatif, program pelatihan, dan dukungan finansial bisa menjadi solusi yang lebih efektif dalam menjaga keberadaan seniman dan seni di kota ini.

Penataan aset di Balai Pemuda Surabaya memang penting, tetapi harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merugikan komunitas seni. Pemkot perlu menunjukkan komitmen untuk menjaga keseimbangan antara pengelolaan aset dan perlindungan ruang kreatif yang menjadi bagian dari warisan budaya kota.***

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • CV Hanaa Jaya Dibobol, Polsek Asemrowo Tangkap Kepala Gudang

    CV Hanaa Jaya Dibobol, Polsek Asemrowo Tangkap Kepala Gudang

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 215
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Seorang kepala gudang di Surabaya dengan inisial LAH (48) ditahan oleh Polsek Asemrowo setelah terbukti terlibat dalam pencurian besar-besaran di gudang CV Hanaa Jaya. Penangkapan tersebut dilakukan pada 11 Oktober 2024, setelah polisi menemukan bukti kuat bahwa tersangka merupakan dalang di balik pencurian yang merugikan perusahaan hingga Rp 172 juta. Menurut keterangan Iptu […]

  • Machida Zelvia vs Gangwon

    Prediksi Laga Kunci AFC Champions League Elite: Machida Zelvia vs Gangwon

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 51
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pertandingan antara Machida Zelvia dan Gangwon menjadi salah satu laga paling dinantikan di babak 16 besar Liga Champions AFC. Dalam leg kedua, tim asal Jepang akan menjamu lawannya dari Korea Selatan di Stadion Machida Gion, Tokyo. Kick-off dijadwalkan berlangsung pada pukul 17.00 WIB. Performa Kedua Tim Sebelum Pertemuan Kedua tim sempat bertemu di leg […]

  • Hari Anak Nasional 2025, Sekretaris Fraksi Gerindra : Saatnya Surabaya Punya Forum Aspirasi Anak

    Hari Anak Nasional 2025, Sekretaris Fraksi Gerindra : Saatnya Surabaya Punya Forum Aspirasi Anak

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 242
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Di momen Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli, sorotan tajam datang dari DPRD Surabaya. Sekretaris Fraksi Gerindra, Azhar Kahfi, menilai Pemkot Surabaya belum memberikan ruang partisipasi yang layak bagi anak-anak dalam pembangunan kota. “Anak-anak butuh ruang yang menjamin kebebasan mereka berpendapat. Sudah saatnya Surabaya punya forum aspirasi anak yang difasilitasi langsung […]

  • Pemkab Jember

    Kasus Pemalsuan Tanda Tangan Kepala Desa di Jember

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 58
    • 0Komentar

      DIAGRAMKOTA.COM – Seorang kepala desa di Kabupaten Jember diduga melakukan tindakan tidak terpuji dengan memalsukan tanda tangan pengurus Badan Perwakilan Desa (BPD). Insiden ini terjadi di Desa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari. Kejadian ini menimbulkan kecurigaan terkait proses pencairan dana desa yang dilakukan oleh pihak kepala desa. Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Nur Hadi, ketua BPD Desa Karangsono, […]

  • Tiga Tantangan Besar Real Madrid di Laga Penting

    Tiga Tantangan Besar Real Madrid di Laga Penting

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 231
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Setelah meraih kemenangan yang luar biasa dan meyakinkan melawan Valencia di La Liga, Real Madrid justru harus menerima kekalahan dari Liverpool di Liga Champions. Meski kalah sedikit dengan skor 1-0, peristiwa yang terjadi di Anfield menjadi pengingat bahwa strategi yang dirancang Xabi Alonso masih jauh dari sempurna, khususnya dalam pertandingan-pertandingan penting. Masih terasa jelas […]

  • Klenteng Tri Dharma Teng Swie Bio Gelar Ritual Memandikan Rupang, Termasuk Rupang Tertua Warisan Leluhur

    Klenteng Tri Dharma Teng Swie Bio Gelar Ritual Memandikan Rupang, Termasuk Rupang Tertua Warisan Leluhur

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle Adis
    • visibility 355
    • 0Komentar

    Diagramkota.com – Klenteng Tri Dharma Teng Swie Bio di Krian, Sidoarjo, melaksanakan tradisi sakral memandikan rupang (patung dewa-dewi), (Sabtu 25/01/2025)menjelang Tahun Baru Imlek 2576. Ritual ini menjadi bagian penting dari persiapan menyambut Tahun Ular Kayu, sekaligus simbol pembersihan spiritual umat Tri Dharma. Ketua Klenteng Teng Swie Bio, Lilian Anggraheni, menjelaskan bahwa tradisi ini diawali dengan […]

expand_less