Pengemudi Ojol Berharap Cicilan Hunian di Bawah Rp1 Juta
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pengemudi ojek online (ojol) di Bekasi menyambut baik program pemerintah pembangunan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang berupa apartemen subsidi. Mereka berharap cicilan rumah tersebut bisa berada di bawah Rp1 juta per bulan, sehingga lebih terjangkau bagi kalangan pekerja informal.
Ketua Grab Militan Kabupaten Bekasi, Arief yang akrab disapa Panglima, mengatakan bahwa program perumahan yang diluncurkan pemerintah sangat membantu para pekerja dengan penghasilan terbatas untuk memiliki tempat tinggal. Menurutnya, setiap orang pasti memiliki mimpi untuk memiliki rumah sendiri, dan dengan adanya program ini, hal tersebut menjadi lebih mudah dicapai.
“Setiap orang pasti punya mimpi memiliki tempat tinggal. Dengan adanya program rumah bersubsidi dari pemerintah ini tentu sangat membantu kami, terutama pekerja kelas bawah seperti ojol,” ujar Arief kepada awak media, Senin (9/3/2026).
Selama ini, banyak pengemudi ojol kesulitan membeli rumah karena keterbatasan penghasilan dan harga properti yang tinggi. Oleh karena itu, program ini dinilai memberikan peluang bagi para pekerja informal untuk memiliki tempat tinggal yang layak.
Namun, Arief juga berharap pemerintah dapat memastikan skema pembiayaan yang benar-benar terjangkau bagi masyarakat. Para pengemudi ojol berharap cicilan hunian tersebut bisa berada di kisaran di bawah Rp1 juta per bulan.
“Tadi kami juga sempat menyampaikan ke Menteri, kalau bisa cicilannya di bawah Rp1 juta supaya teman-teman ojol juga mampu membayar,” katanya.
Selain itu, Arief juga berharap proses pembangunan dapat dipercepat dan prosedur untuk mengakses program tersebut dipermudah. “Harapan kami sebagai calon penerima manfaat, pembangunan bisa cepat dilaksanakan dan prosedurnya dipermudah supaya rakyat bisa segera merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Groundbreaking Apartemen Subsidi di Meikarta
Pemerintah bersama dunia usaha mulai membangun apartemen subsidi di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Groundbreaking pembangunan tersebut dihadiri oleh Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, jajaran pemerintah daerah, serta pendiri Lippo Group Mochtar Riady dan James Riady pada Minggu (8/3/2026).
Program tersebut merupakan bagian dari target pembangunan 3 juta rumah yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Apartemen subsidi ini dibangun di atas lahan seluas 30 hektare milik Lippo Group yang dihibahkan kepada pemerintah melalui Danantara sebagai dukungan terhadap program tersebut.
Lahan seluas 30 hektare itu diproyeksikan mampu menampung pembangunan sekitar 140.000 hunian vertikal. Jumlah tersebut diperkirakan setara dengan sekitar 5 persen dari target nasional pembangunan 3 juta rumah.
CEO Lippo Group James Riady mengatakan pihaknya menghibahkan lahan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menyediakan hunian bagi masyarakat. “Alasan kami menghibahkan tanah ini karena mendukung Presiden yang punya hati untuk rakyat,” kata James Riady di Cikarang.
Target Pembangunan 140 Ribu Unit Hunian
Ketua Satgas Perumahan sekaligus Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo menyebut kebutuhan rumah layak huni di Indonesia masih sangat besar. Berdasarkan data pemerintah, terdapat sekitar 9 hingga 15 juta keluarga yang belum memiliki rumah, sementara sekitar 27 juta rumah tangga masih tinggal di hunian tidak layak.
Karena itu, pembangunan perumahan menjadi salah satu program prioritas pemerintah. “Program 3 juta rumah per tahun menjadi bagian dari strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Hashim, sektor perumahan juga memiliki efek ganda terhadap perekonomian nasional karena pembangunan satu rumah dapat menggerakkan lebih dari 180 sektor industri. Selain proyek di Cikarang, pemerintah juga menyiapkan sejumlah lokasi lain untuk pembangunan hunian vertikal, termasuk di Depok yang direncanakan memanfaatkan sekitar 45 hektare lahan untuk pembangunan ratusan ribu unit rumah.
Setelah peninjauan lokasi, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama Danantara Indonesia akan melanjutkan proses pematangan konsep pembangunan, termasuk penyusunan skema pengembangan kawasan, mekanisme penentuan harga, serta kriteria pembelian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyampaikan apresiasi kepada pendiri Lippo Group Mochtar Riady bersama keluarga yang telah menghibahkan lahan untuk program tersebut. “Ini bukan sekadar komitmen, tetapi lahir dari rasa kebersamaan dan kemanusiaan yang luar biasa untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Maruarar Sirait.
Ia menjelaskan pembangunan hunian di atas lahan tersebut akan dilakukan secara bertahap dan diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 140 ribu unit apartemen bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Sementara itu, CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan peninjauan lokasi menjadi langkah awal untuk memastikan pengembangan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat berjalan secara terencana dan berkelanjutan. “Penyediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional,” kata Rosan.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar