Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » DPRD Surabaya: Penanganan Pengemis dan Gelandangan di Surabaya, Tantangan yang Membutuhkan Solusi Komprehensif

DPRD Surabaya: Penanganan Pengemis dan Gelandangan di Surabaya, Tantangan yang Membutuhkan Solusi Komprehensif

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Pengemis dan gelandangan (gepeng) menjadi isu yang sering muncul di berbagai kawasan Kota Surabaya, terutama saat bulan Ramadan. Fenomena ini tidak hanya mengganggu ketenteraman umum, tetapi juga menjadi perhatian serius bagi lembaga legislatif seperti DPRD Surabaya. Dalam beberapa tahun terakhir, upaya penertiban dilakukan melalui razia dan patroli, namun solusi jangka panjang masih diperlukan.

Kebijakan yang Ada Tapi Implementasi Masih Kurang

Di tingkat regulasi, dasar hukum untuk menangani pengemis dan gelandangan sudah cukup kuat. Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2014 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum telah menjelaskan bahwa aktivitas mengemis di tempat umum dilarang. Selain itu, kewenangan Satpol PP dalam penegakan Perda diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 serta Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018 tentang Satpol PP.

Namun, meskipun ada dasar hukum yang jelas, implementasinya masih memerlukan peningkatan. Beberapa pihak menilai bahwa razia yang dilakukan hanya bersifat sementara dan tidak memberikan solusi permanen. Tanpa adanya pembinaan dan pelatihan kerja, masalah ini cenderung berulang setiap tahun.

Persoalan yang Tidak Bisa Digeneralisasi

Ketua Fraksi PKS sekaligus Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo, menyatakan bahwa tidak semua pengemis berasal dari latar belakang ekonomi yang sulit. “Tidak bisa digeneralisasi. Sebagian memang faktor ekonomi dan keterbatasan keterampilan. Tapi di lapangan, kita juga tidak boleh menutup mata terhadap kemungkinan adanya pola terorganisir,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa jika ditemukan indikasi mobilisasi, pembagian titik, atau setoran, maka persoalan tersebut sudah masuk ranah hukum. “Kalau ada mobilisasi, pembagian titik, atau setoran, itu bukan lagi persoalan sosial biasa. Itu sudah masuk ranah penegakan hukum dan harus ditindak tegas,” tambahnya.

Pentingnya Pembinaan dan Rehabilitasi

Selain penegakan hukum, Cahyo menilai bahwa pembinaan dan rehabilitasi adalah langkah penting untuk menyelesaikan masalah pengemis dan gelandangan. “Razia efektif untuk jangka pendek. Tapi tanpa rehabilitasi, pelatihan kerja, dan pengawasan berkelanjutan, hasilnya hanya sementara,” ujarnya.

Ia menyarankan agar pemerintah daerah bekerja sama dengan lembaga sosial dan organisasi non-pemerintah (LSM) untuk menciptakan program pembinaan yang berkelanjutan. Program ini bisa mencakup pelatihan keterampilan, pemberdayaan ekonomi, serta pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan dan kesehatan.

Kecemasan atas Pola Terorganisir

Beberapa laporan menyebutkan bahwa di kawasan wisata religi seperti Sunan Ampel maupun perumahan elit, pengemis sering kali bergerak secara terkoordinasi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa ada kelompok tertentu yang memanfaatkan situasi ini untuk keuntungan pribadi.

Cahyo menyoroti pentingnya pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas pengemis di area-area strategis. Ia menyarankan agar petugas dapat melakukan observasi lebih mendalam dan memperkuat koordinasi dengan aparat kepolisian.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Meski tantangan besar masih ada, banyak pihak berharap bahwa solusi yang komprehensif akan segera diambil. Dengan kombinasi antara penegakan hukum, pembinaan sosial, dan pengawasan berkelanjutan, diharapkan pengemis dan gelandangan tidak lagi menjadi masalah yang mengganggu kenyamanan warga Surabaya.

Seiring dengan perkembangan kebijakan, harapan besar ditempatkan pada partisipasi aktif masyarakat dan penguatan sistem pemerintahan yang lebih transparan dan responsif. Dengan begitu, kota yang dikenal sebagai pusat bisnis dan budaya ini dapat terus berkembang tanpa dihiasi oleh fenomena yang tidak diinginkan.***

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FESyar Jawa 2025, BI Targetkan Business Matching Rp35 Miliar

    FESyar Jawa 2025, BI Targetkan Business Matching Rp35 Miliar

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 230
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Jawa Timur kembali dipercaya menjadi tuan rumah Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2025 yang dibuka di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jumat (12/9). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan FESyar bukan sekadar acara seremonial, melainkan gerakan sosial-ekonomi lintas sektor. “FESyar dapat meningkatkan kesadaran, mengubah paradigma dari sekadar transaksi halal menjadi gaya […]

  • KPU Surabaya Mantapkan Kesiapan Pilkada Serentak 2024 Melalui Simulasi Teknis

    KPU Surabaya Mantapkan Kesiapan Pilkada Serentak 2024 Melalui Simulasi Teknis

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 166
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Dalam upaya memastikan pelaksanaan Pilkada Serentak berjalan lancar dan aman, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya menggelar simulasi teknis pemungutan dan perhitungan suara pada Jumat pagi (22/11). Acara ini berlangsung dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan aparat keamanan setempat. Kegiatan ini dipusatkan untuk menguji kesiapan teknis serta […]

  • Amarelo Hotel Solo Gelar Wedding Showcase Beautiful In Love

    Amarelo Hotel Solo Gelar Wedding Showcase Beautiful In Love

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 177
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Amarelo Hotel Solo kembali menghadirkan event eksklusif bertema pernikahan melalui acara Wedding Showcase yang digelar pada hari Rabu, 21 Mei 2025, bertempat di Sky Lounge Amarelo Hotel Solo mulai pukul 18.30 WIB hingga selesai. Dengan mengangkat tema “Beautiful Culture in Love”, acara ini bertujuan memberikan inspirasi dan kemudahan bagi para calon pengantin dalam […]

  • Puncak Hari Santri Nasional 2024: GP Ansor Sidoarjo Gelar Nikah Massal

    Puncak Hari Santri Nasional 2024: GP Ansor Sidoarjo Gelar Nikah Massal

    • calendar_month Minggu, 3 Nov 2024
    • account_circle Adis
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Diagramkota.com – Dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2024, GP Ansor Sidoarjo menyelenggarakan acara nikah massal yang diikuti oleh 31 pasangan, sebagai langkah membantu masyarakat yang belum memiliki surat nikah resmi. Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2024 yang diselenggarakan oleh GP Ansor Sidoarjo berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan sosial, salah satunya adalah nikah massal bagi […]

  • Rute Ternate-Ambon: Jadwal Kapal Sangiang Januari-Februari 2026

    Rute Ternate-Ambon: Jadwal Kapal Sangiang Januari-Februari 2026

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 388
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kapal PelniSangiang direncanakan beroperasi pada bulan Januari dan Februari 2026, melayani rute wilayah timur Indonesia. Kapal ini melayani beberapa pelabuhan penting mulai dari Bitung, Ternate, Bacan, Sanana, Namlea, Ambon, Banda, Geser, hingga Fakfak, kemudian kembali mengikuti rute yang sama. Data ini penting untuk penumpang yang merencanakan perjalanan laut di awal tahun. Periksa jadwal […]

  • Kritik Pelepasan Ratusan Ribu Hektare Kawasan Hutan Papua untuk PSN,Ini Respons Wamenhut

    Kritik Pelepasan Ratusan Ribu Hektare Kawasan Hutan Papua untuk PSN,Ini Respons Wamenhut

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 192
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah akan melepas status kawasan hutan di Merauke, Provinsi Papua Selatan, seluas hampir 500 ribu hektare untuk kebutuhan program swasembada pangan dan energi yang menjadi bagian Proyek Strategis Nasional (PSN) pemerintahan Presiden Prabowo Subianto – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sejumlah organisasi pemerhati lingkungan khawatir pelepasan kawasan hutan untuk PSN ini mengancam kedaulatan puluhan […]

expand_less