Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » DPRD Surabaya: Penanganan Pengemis dan Gelandangan di Surabaya, Tantangan yang Membutuhkan Solusi Komprehensif

DPRD Surabaya: Penanganan Pengemis dan Gelandangan di Surabaya, Tantangan yang Membutuhkan Solusi Komprehensif

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Pengemis dan gelandangan (gepeng) menjadi isu yang sering muncul di berbagai kawasan Kota Surabaya, terutama saat bulan Ramadan. Fenomena ini tidak hanya mengganggu ketenteraman umum, tetapi juga menjadi perhatian serius bagi lembaga legislatif seperti DPRD Surabaya. Dalam beberapa tahun terakhir, upaya penertiban dilakukan melalui razia dan patroli, namun solusi jangka panjang masih diperlukan.

Kebijakan yang Ada Tapi Implementasi Masih Kurang

Di tingkat regulasi, dasar hukum untuk menangani pengemis dan gelandangan sudah cukup kuat. Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2014 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum telah menjelaskan bahwa aktivitas mengemis di tempat umum dilarang. Selain itu, kewenangan Satpol PP dalam penegakan Perda diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 serta Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018 tentang Satpol PP.

Namun, meskipun ada dasar hukum yang jelas, implementasinya masih memerlukan peningkatan. Beberapa pihak menilai bahwa razia yang dilakukan hanya bersifat sementara dan tidak memberikan solusi permanen. Tanpa adanya pembinaan dan pelatihan kerja, masalah ini cenderung berulang setiap tahun.

Persoalan yang Tidak Bisa Digeneralisasi

Ketua Fraksi PKS sekaligus Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo, menyatakan bahwa tidak semua pengemis berasal dari latar belakang ekonomi yang sulit. “Tidak bisa digeneralisasi. Sebagian memang faktor ekonomi dan keterbatasan keterampilan. Tapi di lapangan, kita juga tidak boleh menutup mata terhadap kemungkinan adanya pola terorganisir,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa jika ditemukan indikasi mobilisasi, pembagian titik, atau setoran, maka persoalan tersebut sudah masuk ranah hukum. “Kalau ada mobilisasi, pembagian titik, atau setoran, itu bukan lagi persoalan sosial biasa. Itu sudah masuk ranah penegakan hukum dan harus ditindak tegas,” tambahnya.

Pentingnya Pembinaan dan Rehabilitasi

Selain penegakan hukum, Cahyo menilai bahwa pembinaan dan rehabilitasi adalah langkah penting untuk menyelesaikan masalah pengemis dan gelandangan. “Razia efektif untuk jangka pendek. Tapi tanpa rehabilitasi, pelatihan kerja, dan pengawasan berkelanjutan, hasilnya hanya sementara,” ujarnya.

Ia menyarankan agar pemerintah daerah bekerja sama dengan lembaga sosial dan organisasi non-pemerintah (LSM) untuk menciptakan program pembinaan yang berkelanjutan. Program ini bisa mencakup pelatihan keterampilan, pemberdayaan ekonomi, serta pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan dan kesehatan.

Kecemasan atas Pola Terorganisir

Beberapa laporan menyebutkan bahwa di kawasan wisata religi seperti Sunan Ampel maupun perumahan elit, pengemis sering kali bergerak secara terkoordinasi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa ada kelompok tertentu yang memanfaatkan situasi ini untuk keuntungan pribadi.

Cahyo menyoroti pentingnya pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas pengemis di area-area strategis. Ia menyarankan agar petugas dapat melakukan observasi lebih mendalam dan memperkuat koordinasi dengan aparat kepolisian.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Meski tantangan besar masih ada, banyak pihak berharap bahwa solusi yang komprehensif akan segera diambil. Dengan kombinasi antara penegakan hukum, pembinaan sosial, dan pengawasan berkelanjutan, diharapkan pengemis dan gelandangan tidak lagi menjadi masalah yang mengganggu kenyamanan warga Surabaya.

Seiring dengan perkembangan kebijakan, harapan besar ditempatkan pada partisipasi aktif masyarakat dan penguatan sistem pemerintahan yang lebih transparan dan responsif. Dengan begitu, kota yang dikenal sebagai pusat bisnis dan budaya ini dapat terus berkembang tanpa dihiasi oleh fenomena yang tidak diinginkan.***

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PS Barito Putera vs Persiku Kudus, Liga 2 Indonesia PERSIPURA

    Hasil Pertandingan Championship 2025/2026: Persipura Kalahkan Persiku Kudus, PSIS Bermain Imbang

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 148
    • 0Komentar

      DIAGRAMOTA.COM – Pertandingan Championship 2025/2026 memasuki pekan ke-18 dengan beberapa hasil menarik yang mengubah posisi klasemen. Salah satu pertandingan yang mencuri perhatian adalah laga antara Persipura Jayapura melawan Persiku Kudus. Tim asal Papua berhasil meraih kemenangan telak atas lawannya dari Jawa Tengah. Sementara itu, PSIS Semarang harus puas bermain imbang melawan Kendal Tornado FC setelah […]

  • KPU Sidoarjo Pastikan Logistik Pilkada 2024 Aman: Penyortiran Surat Suara Bupati-Wakil Bupati Dimulai

    KPU Sidoarjo Pastikan Logistik Pilkada 2024 Aman: Penyortiran Surat Suara Bupati-Wakil Bupati Dimulai

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2024
    • account_circle Adis
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Diagramkota.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo memastikan kebutuhan logistik berupa kertas surat suara untuk pemilihan Bupati-Wakil Bupati Sidoarjo yang dilaksanakan pada 27 November mendatang, sudah terpenuhi.   Kepastian ini disampaikan Ketua KPU Sidoarjo Fauzan Adhim saat ditemui di sela-sela Kegiatan Rapat kordinasi (Rakor) persiapan acara debat kedua Paslon Bupati-Wakil Bupati, pada Minggu (27/10) […]

  • Dugaan Selingkuh Pengaruhi Karier, Inara Rusli Minta Maaf dan Waktu untuk Diri Sendiri

    Dugaan Selingkuh Pengaruhi Karier, Inara Rusli Minta Maaf dan Waktu untuk Diri Sendiri

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 149
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Isu perselingkuhan yang melibatkan Inara Rusli kini mulai berpengaruh terhadap karier profesionalnya. Setelah dilaporkan oleh Wardatina Mawa kepada pihak berwajib, berbagai aktivitas kerja Inara disebut mengalami gangguan. Hal ini secara langsung diungkapkan oleh manajer Inara, Karina Putri, yang menyatakan bahwa isu tersebut menyebabkan berbagai kolaborasi dan jadwal yang telah disusun menjadi tidak berjalan sesuai […]

  • Kondisi Sekolah yang Memprihatinkan, Siswa Harus Belajar di Teras Rumah Warga

    Kondisi Sekolah yang Memprihatinkan, Siswa Harus Belajar di Teras Rumah Warga

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 126
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kondisi sekolah SDN Tlagah 2 di Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, memicu kekhawatiran terhadap kualitas pendidikan yang diterima oleh ratusan siswanya. Akibat kerusakan pada bangunan, sebagian besar siswa harus belajar di luar ruangan, seperti di teras rumah warga atau bahkan di lantai rumah. Hal ini terjadi setelah beberapa ruang kelas rusak akibat angin […]

  • Rapid , Piala România, Victor Angelescu

    AGF Memperkuat Posisi di Puncak Klasemen Superliga Denmark dengan Kemenangan Dramatis

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 145
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – AGF berhasil memperkuat posisi mereka di puncak klasemen Superliga Denmark setelah meraih kemenangan dramatis melawan Odense dalam pertandingan yang berlangsung di Aarhus. Kemenangan ini membantu mereka menjaga jarak empat poin dari FC Midtjylland, yang menjadi pesaing terdekat. Pertandingan dimulai dengan permainan yang sangat menarik, dengan AGF tampil dominan sejak awal. Namun, tim tamu Odense […]

  • Pemeriksaan Bansos Lebih Efektif Daripada Label Kemiskinan

    Pemeriksaan Bansos Lebih Efektif Daripada Label Kemiskinan

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 170
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Wacana yang memicu perdebatan tentang pemasangan stiker bertuliskan “keluarga miskin” pada rumah penerima bantuan sosial (bansos) yang sempat menjadi perhatian di berbagai wilayah dipastikan tidak akan diterapkan di Kabupaten Tasikmalaya. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menganggap kebijakan penandaan semacam itu berisiko menimbulkan stigma dan belum memiliki alasan mendesak yang kuat. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, […]

expand_less