Perkuatan Ekonomi Jawa Timur 2026: Langkah Strategis Gubernur Khofifah
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 24 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengambil inisiatif penting dalam memperkuat perekonomian daerah melalui pertemuan strategis dengan seluruh Bupati dan Walikota se-Jawa Timur. Acara ini dilaksanakan dalam rangka High Level Meeting (HLM) yang berfokus pada pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi daerah.
Fokus Utama: Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi
Pertemuan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga pangan serta mendorong efisiensi transaksi melalui sistem digital. Salah satu langkah utama adalah koordinasi antara satgas pangan dan daerah untuk memantau ekosistem ketersediaan pasokan di pasar tradisional. Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pemerintah harus hadir jika terjadi kenaikan harga yang tidak wajar meskipun suplai melimpah.
Target Inflasi Tahun 2026
Salah satu poin utama dari pertemuan tersebut adalah target inflasi tahun 2026 yang ditetapkan pada rentang 2,5 ± 1%. Untuk inflasi harga bergejolak (volatile food), targetnya berada di kisaran 3,0–5,0%. Dengan pencapaian ini, diharapkan dapat menjaga kestabilan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Penguatan Koordinasi dan Kerja Sama Antar Daerah
Pengendalian pasokan menjadi fokus utama lainnya. Program Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera dan perluasan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) diperkuat untuk mengatasi disparitas harga. Hal ini mencakup kerja sama baik intra maupun antarprovinsi guna memastikan distribusi barang dan jasa yang merata.
Digitalisasi sebagai Solusi Efisiensi
Selain itu, pemerintah juga mendorong implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Tujuannya adalah mengubah transaksi pendapatan dan belanja daerah dari tunai ke non-tunai berbasis digital. Ini diharapkan dapat meningkatkan tata kelola keuangan daerah yang lebih baik dan transparan.
Dukungan Daya Beli Masyarakat
Untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya selama Ramadan dan Idul Fitri, pemerintah melakukan beberapa upaya. Di antaranya adalah pemberian diskon transportasi, tarif tol, serta penyaluran bantuan pangan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Februari-Maret 2026. Langkah ini bertujuan untuk membantu masyarakat menghadapi periode liburan dengan lebih tenang.
Peran Wakil Bupati Magetan
Wakil Bupati Magetan, Kang Suyat, turut hadir dalam pertemuan ini bersama Kepala BPKPD dan Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdakab Magetan. Keikutsertaan mereka menunjukkan komitmen Magetan dalam mendukung langkah-langkah strategis yang diambil oleh Gubernur Jawa Timur.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Jawa Timur siap menghadapi tantangan ekonomi tahun 2026. Melalui koordinasi yang lebih baik, pengendalian inflasi yang ketat, dan percepatan digitalisasi, diharapkan dapat menciptakan lingkungan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan. Pemerintah daerah, termasuk Magetan, berkomitmen untuk terus berupaya agar kebijakan ini dapat diimplementasikan secara efektif.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar