Bank Indonesia Jatim Kembangkan Sinergi untuk Stabilitas Harga dan Digitalisasi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Timur terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna menjaga stabilitas harga serta mempercepat digitalisasi transaksi keuangan daerah. Langkah ini dilakukan melalui koordinasi dengan Satgas Pangan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di seluruh wilayah Jawa Timur.
Fokus pada Penyelarasan Antarwilayah
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menyoroti masih adanya perbedaan harga dan pasokan komoditas antarwilayah di Jawa Timur. Ia menekankan pentingnya konsolidasi dan sinergi intradaerah untuk memastikan ketersediaan pangan dan stabilitas harga.
“Konsolidasi level pimpinan lembaga/instansi se-Jawa Timur merupakan wujud nyata sinergi Bank Indonesia dengan pemerintah daerah serta seluruh instansi anggota TPID dan TP2DD se-Jawa Timur dalam mendukung pertumbuhan Jawa Timur yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya tahan,” ujarnya.
Capaian Inflasi Tahun 2025
Selama tahun 2025, inflasi Jawa Timur tetap terjaga dalam kisaran target nasional yaitu 2,5±1%. Capaian ini menjadi dasar dalam menyusun langkah pengendalian inflasi, terutama menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri 2026.
Digitalisasi Transaksi Keuangan Daerah
Di sisi lain, BI Jatim mendorong percepatan digitalisasi pendapatan dan belanja daerah melalui inovasi kebijakan serta penguatan monitoring peta jalan TP2DD di masing-masing daerah. Bank Indonesia juga menyatakan kesiapan mendukung pemerintah daerah dalam ajang digital championship TP2DD sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian fiskal dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Program EPIK Mobile untuk Pengendalian Inflasi
Sebagai bagian dari penguatan pengendalian inflasi menjelang Idulfitri, diluncurkan program Etalase Pengendalian Inflasi Kabupaten/Kota (EPIK) Mobile Jawa Timur 2026. Program ini bertujuan untuk efisiensi rantai pasok dengan menghubungkan produsen secara langsung dengan masyarakat.
“EPIK Mobile merupakan platform distribusi pemasaran keliling yang mengefisienkan rantai pasok dengan menghubungkan produsen secara langsung dengan masyarakat,” ujar Ibrahim.
Program awal ini bersinergi dengan 15 kabupaten/kota di Jawa Timur dan Bulog yang menjual produk dengan harga terjangkau. Komoditas yang dijual berupa beras SPHP, beras Jatim Cettar (hasil korporasi petani binaan Provinsi Jawa Timur), minyak goreng, dan gula pasir.
Kolaborasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Ke depan, BI Jatim akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, TPID, TP2DD, dan pelaku usaha guna mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya tahan.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar