Surabaya Raih Bloomberg Philanthropies Mayors Challenge 2025–2026, Eri Cahyadi Perluas Program Popok dan Pembalut Pakai Ulang
- account_circle Shinta ms
- calendar_month 39 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM- Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi internasional. Kota Pahlawan terpilih sebagai pemenang Bloomberg Philanthropies Mayors Challenge, sebuah ajang global yang mendorong para kepala daerah menghadirkan solusi inovatif untuk menjawab tantangan perkotaan.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi momentum penting untuk memperkuat layanan dasar sekaligus menghadirkan solusi inovatif yang berdampak luas dan berkelanjutan. Pada penyelenggaraan ke-6 ini, pemenang ditetapkan berdasarkan kebaruan gagasan, potensi dampak, serta kesiapan implementasi.
Menurut Eri, penghargaan tersebut bukan sekadar pengakuan, melainkan dorongan agar Surabaya terus menjadi teladan dalam menghadirkan kebijakan yang solutif dan berpihak pada masa depan lingkungan.
“Sebagai Kota Pahlawan, Surabaya harus memberi teladan. Kami memperluas penggunaan popok dan pembalut pakai ulang produksi lokal untuk memperkuat ekonomi sirkular dan memberdayakan perempuan serta keluarga. Bersama warga, tenaga kesehatan, rumah sakit, sekolah dan universitas, ritel, organisasi nirlaba, dan mitra sektor swasta, kami mengurangi sampah popok dan pembalut sekali pakai yang berbahaya untuk melindungi Sungai Brantas dan lingkungan, menciptakan pekerjaan yang bermartabat, serta memastikan masa depan yang lebih sehat bagi anak-anak kita,” ujar Eri, Selasa (24/2/2026).
Program perluasan penggunaan popok dan pembalut pakai ulang ini menjadi salah satu inovasi unggulan Surabaya dalam menjawab persoalan sampah perkotaan.
Limbah popok dan pembalut sekali pakai selama ini menjadi penyumbang signifikan pencemaran lingkungan, termasuk aliran Sungai Brantas.
Melalui pendekatan ekonomi sirkular, Pemkot Surabaya mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat dengan menggandeng berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, rumah sakit, institusi pendidikan, ritel, organisasi nirlaba, hingga sektor swasta. Kolaborasi ini diharapkan mampu menekan volume sampah sekaligus membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya gaya hidup ramah lingkungan.
Di sisi lain, kebijakan ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha lokal, khususnya perempuan dan keluarga yang terlibat dalam produksi popok dan pembalut pakai ulang.
Dengan demikian, dampak program tidak hanya dirasakan pada aspek lingkungan, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi masyarakat.
Dengan kemenangan di Bloomberg Philanthropies Mayors Challenge 2025–2026, Surabaya semakin menegaskan posisinya sebagai kota yang berani berinovasi dan berkomitmen membangun masa depan yang lebih sehat, inklusif, dan berkelanjutan. (sms)
- Penulis: Shinta ms

>
>
>
