DPRD Surabaya: Anggaran Pendidikan untuk Anak Usia Dini di Surabaya Dinanti Warga
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Dr. Zuhrotul Mar’ah (dk)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Sejumlah warga kota Surabaya mulai mempertanyakan realisasi bantuan pendidikan sebesar Rp50 ribu per bulan bagi anak usia dini (PAUD) dan TK dari keluarga miskin serta pramiskin. Bantuan ini telah dialokasikan dalam APBD Kota Surabaya namun hingga kini belum cair sepenuhnya. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait kepastian penyaluran dana yang telah disiapkan.
Pencairan Dana yang Diharapkan Segera Terealisasi
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Zuhrotul Mar’ah, mengungkapkan bahwa penganggaran bantuan pendidikan tersebut sudah masuk dalam APBD 2026. Ia menekankan pentingnya percepatan realisasi agar kebutuhan operasional pendidikan dasar anak usia dini tidak tertunda lebih lama lagi.
“Penganggaran itu sudah masuk dalam APBD, sehingga harus segera direalisasikan. Karena di bawah, masyarakat sudah mulai mempertanyakan kapan bantuan itu bisa diterima,” ujarnya.
Bantuan ini ditujukan kepada sekitar 7.000 anak usia dini yang memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat di seluruh wilayah Surabaya. Setiap anak yang lolos proses verifikasi akan menerima bantuan rutin senilai Rp50 ribu setiap bulan sebagai bentuk dukungan nyata bagi pembiayaan pendidikan mereka.
Proses Verifikasi Masih Berlangsung
Saat ini, proses pendataan dan verifikasi terhadap data calon penerima manfaat masih berlangsung secara intensif oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Tahapan verifikasi ini dinilai sangat krusial guna memastikan validitas data lapangan sebelum anggaran negara benar-benar dicairkan kepada masing-masing penerima.
“Sekarang masih dalam proses pendataan oleh dinas pendidikan untuk memastikan siapa saja yang berhak menerima. Kalau datanya sudah final, anggaran itu pasti dicairkan,” katanya.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menjelaskan bahwa seleksi ketat harus tetap dilakukan agar anggaran yang tersedia memberikan dampak maksimal bagi warga yang paling membutuhkan. Prioritas penerima bantuan ini secara spesifik mengacu pada keluarga miskin dan pramiskin yang masuk dalam kategori desil terbawah berdasarkan data kesejahteraan resmi pemerintah.
Target Pencairan Diperkirakan Maret 2026
Zuhrotul Mar’ah memastikan bahwa ketersediaan dana sudah aman secara administratif dalam postur tahun anggaran berjalan. Pencairan dana bantuan pendidikan untuk jenjang anak usia dini ini diharapkan dapat segera terlaksana dalam waktu dekat setelah seluruh rangkaian proses administrasi rampung.
“Informasinya, targetnya sekitar Maret sudah bisa dicairkan. Kita tunggu proses pendataannya selesai agar semuanya benar-benar valid,” pungkasnya.
Koordinasi antar instansi terkait perlu terus diperkuat guna meminimalisir adanya kesalahan data kependudukan yang bisa menghambat distribusi bantuan kepada warga.
Dampak Bantuan pada Kehidupan Anak Usia Dini
Bantuan pendidikan ini memiliki peran penting dalam mendukung akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Selain itu, dana yang diberikan juga membantu mengurangi beban biaya pendidikan yang sering menjadi kendala bagi keluarga miskin.
“Memang tidak semua anak terakomodasi. Sekitar 7.000 anak yang akan menerima bantuan Rp50.000 per bulan. Karena itu, yang diprioritaskan adalah anak-anak dari keluarga yang benar-benar tidak mampu,” tambahnya.
Program ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Surabaya, khususnya bagi anak-anak yang tinggal di lingkungan masyarakat prasejahtera. Dengan bantuan ini, diharapkan para anak usia dini dapat merasakan manfaat langsung dari program pemerintah daerah.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar